QS. An Naazi’at (79) : 27-28.

“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya.”

Allah telah menciptakan alam semesta ini dengan sempurna. Alam semesta jauh lebih rumit dan raksasa jika dibandingkan badan manusia. Badan manusia hanya merupakan sebagian saja dari system alam semesta. Manusia hanya menjadi salah satu system penyusun alam semesta ini.

Jika boleh kita umpamakan dengan system jaringan computer, maka alam semesta adalah computer induk. Pusatnya ada di Arsy Allah. Disanalah terdapat prosesor utamanya. Sebuah system memori yang disebut Lauh Mahfuzh. Disinilah semua peristiwa tersimpan.

Sedangkan manusia bagaikan sebuah computer kecil yang terhubung ke sistim jaringan computer alam semesta. Kita bisa mengakses masuk ke system jaringan jika kita menyamakan system operasinya terlebih dahulu dan memiliki passwordnya atau kata sandi.

Jika tidak, maka kita akan terkungkung dalam diri sendiri. Tidak bisa masuk ke jaringan alam semesta. Ibarat bagi pengguna handphone, berada di luar service area, di luar jangkauan.

Meskipun secara fisik kita sudah berada di alam semesta, jika tidak bisa nyambung secara informasi, kita akan terasa jauh dari siapa-siapa. Jauh dari mana-mana. Persis seperti orang yang membawa handphone tetapi sedang terkungkung pada suatu gedung bertingkat sehingga tidak memperoleh sinyal. Dalam istilah Alqur’an kita berada jauh dari Allah SWT.

QS. Ibrahim (14) : 3.

“(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.”     

Orang yang terjebak pada kehidupan dunia adalah orang-orang yang tersesat jauh. Karena ia terpaku pada realitas fisik saja. Padahal realitas kehidupan ini bukan hanya itu. Ada yang bersifat lahiriah dan ada yang batiniah.

Orang-orang yang terjauhkan dari informasi Al-Qur’an disebut jauh dari Allah dan tersesat. Padahal, sebenarnya Allah itu dekat, cuma kita saja yang berada di luar service area. Karena kita tidak menggunakan password untuk masuk jaringan computer alam semesta.

Pada saat seseorang yang berdzikir pada Allah, ketika itu ia memiliki password bisa masuk ke jaringan universal. Masuk pada sebuah system informasi canggih yang bebas hambatan. Frekuensi getaran jiwanya nyambung dengan frekuensi alam semesta.

Maka, pada saat kita sudah terhubung dengan jaringan pusat, kita bisa melakukan kontak dengan miliaran computer lainnya, seperti berada dalam jaringan internet.

Betapa dahsyatnya kecepatan informasi dalam jaringan alam semesta ini. Bandingkan dengan kecepatan pengiriman informasi dewasa ini. Yang paling rendah lewat internet, hanya sekitar puluhan ribu atau ratusan ribu bit per detik. Yang lebih tinggi lewat jaringan satelit bisa mencapai jutaan bit per detik. Bit adalah unit terkecil dari informasi.

Jaringan informasi alam semesta lebih dahsyat lagi. Kecepatannya ribuan sampai jutaan kali lebih hebat. Allah mengatakan satu  hari sama dengan 1000 tahun. Dan suatu ketika bisa mencapai satu hari 50.000 tahun.

QS. As Sajdah (32) : 5.

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.”

QS. Al Ma’arij (70) : 4.

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.”

Saat kita melakukan ibadah dan dzikir dibutuhkan keikhlasan dan kekhusyukan. Jika tidak, maka kita tidak bisa masuk dan mengakses system informasi yang ada.   Karenanya jangan heran jika banyak do’a-do’a kita yang tidak terkabulkan. Disebabkan tidak bisa menyelaraskan kondisi jiwa dengan system alam semesta. 

Adapun orang-orang yang sudah punya password, kemudian bisa masuk ke jaringan informasi  yang sangat canggih ini.  Ia bebas mengakses data yang disukai. Dengan data ini ia semakin faham hakekat kehidupan manusia. Sehingga tubuh orang-orang yang memahami data tersebut menjadi gemetar karena takut kepada Allah.  Sebaliknya tubuhnya menjadi tenang saat mengingat Allah SWT.

QS. Az-Zumar (39) : 23.

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.”

Wallahu’alam.

Komentar
  1. zein mengatakan:

    Uraian yg sangat bagus. searah dgn law of universe vibration. Tuhan menciptakan alam mesta dgn hukum alam-Nya. suara ada karena getaran udara, warna tercipta dari getaran cahaya.Alam semesta memiliki getaran2, dan jika pikiran kita bisa meresonansi getaran2 tersebut, maka kita akan dapat memahami arti hidup yg sebenar2nya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s