QS. An Nahl (16) : 45-46

“Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari,  atau Allah mengazab mereka diwaktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu), atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Mengapa bencana tiada henti-hentinya menerpa kita? Apa salah kita? Apa dosa yang telah kita lakukan? Apakah kita sudah begitu membangkang? Ataukah kita tidak kenal lagi dengan Sang Maha Pencipta?

Bukankah bangsa ini penduduknya mayoritas beragama Islam? Bukankah tiap tahun jumlah jamaah haji selalu bertambah? Bukankah banyak orang-orang yang shalat, perkumpulan dzikir, do’a bersama, banyak yang membaca Al-Qur’an, banyak para dermawan? Bahkan bukankah dasar Negara kita Ketuhanan Yang Maha Esa?

Bisakah kita jawab apa salah kita? Apakah para pemimpin kita banyak dosa? Atau wakil-wakil rakyat kita kerjanya korupsi? Atau pejabat-pejabat kita telah banyak menyalahgunakan jabatannya? Atau ulama kita tidak lagi menjadi ulama yang baik? Atau rakyat ini sudah tidak lagi dekat kepada Allah? Atau agama hanya dijadikan sebagai hiburan dan permainan belaka ?

Mungkin juga bangsa ini lebih senang membela koruptor daripada menegakkan keadilan. Bisa jadi bangsa ini lebih senang melegalkan pelacuran alias prostitusi dan menghujat habis-habisan praktek poligami. Atau mungkin riba sudah meraja lela sementara yang halal menjadi barang yang langka.

Kira-kira kapan bencana ini sirna? Kemudian kita merasakan sebuah kedamaian, ketenangan dan keadilan serta kesejahteraan?

Jika pemimpin kita sibuk dengan urusan dirinya dan golongannya! Begitupun wakil rakyat mengurusi diri sendiri dan melupakan rakyat! Jika pejabat-pejabat lebih senang menyulitkan rakyatnya! Orang-orang kaya justru lebih senang memamerkan harta dan tidak mau membantu yang miskin! Jika  para ulama sibuk dengan kepentingan pribadi dan tidak lagi mengajarkan ilmu dengan ikhlas. Kepada siapa lagi kita berharap? Dan bagaimana jadinya bangsa ini?

Dengan perkembangan dunia modern semuanya seperti terbalik. Yang pintar seharusnya membantu yang bodoh, malah ikut membodohi. Yang kaya seharusnya membantu yang miskin, malah menyengsarakan yang miskin. Yang berkuasa seharusnya membela rakyatnya, malah memeras rakyatnya. Yang wakil rakyat seharusnya memperdulikan rakyatnya, malah melupakannya.

Budaya kelembutan berubah jadi kekerasan. Tegur sapa berubah jadi kecurigaan. Kesopanan berubah jadi jelek dan kotor. Kebaikan berubah menjadi keburukan. Yang baik dianggap buruk dan buruk dianggap jelek. Banyak yang telah membanggakan diri masing-masing serta  merasa hebat, sehingga lupa memuji dan mensucikan Allah SWT.

An Nisaa’ (4) : 79.

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.”

Lalu jika Allah mendatangkan azabnya, siapa yang kita salahkan? Apakah kita menyalahkan Allah? Bukankah Allah mengatakan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Sudah berapa banyak kita melakukan kesalahan dan dosa? Sudah berapa banyak alam kita rusak? Sehingga mereka enggan bersahabat dengan kita……!!!

Ada satu jawaban dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh manusia yaitu bertaubat. Bertaubat berarti mengakui kesalahan serta memohon ampun atas kesalahan itu. Allah Maha Pengampun dan mempunyai karunia yang besar.

Semoga kita semua mau bertaubat  dan diampuni atas dosa dan kesalahan kita…..Amin. Wallahu’alam.

QS. At Taubah (9) : 102.

“Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.”

QS. Al Mu’min (40) : 3.

“Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya. Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk).”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s