Menjadi orang yang berhasil dan produktif tidaklah terjadi dengan sendirinya. Ada usaha yang keras dibalik keberhasilan seseorang. Orang menjadi kaya tentu ada usaha besar yang telah dilakukan sebelumnya. Tidak mudah menjadi seorang ulama, pasti ada usaha  keras  yang telah dilakukannya. Begitupun Ilmuan,  telah menghabiskan hari-harinya untuk melakukan penelitian dan uji coba. Artinya untuk mencapai keberhasilan harus ada usaha mencapainya.

QS. Al Hasyr (59) : 18.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Mencapai keberhasilan dan menjadi orang  produktif, tidak mesti harus dinilai oleh orang lain. Niat harus diluruskan karena Alllah semata. Usaha yang kita lakukan akan disaksikan oleh Allah, Rasul dan orang-orang mukmin. Bekerja dan menjadi produktif menunjukkan rasa syukur kepada Allah. Allah menyukai orang yang bekerja keras dan tidak menyukai orang yang lalai dan malas.

QS. At Taubah 9 : 105.

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

QS. Saba’ (34) : 13.

“Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.”

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar kita bisa mencapai keberhasilan dan produktif dalam hidup. Bentuk aktifitas itu antara lain :

1. Sediakan waktu untuk membaca dan menyediakan waktu untuk memikirkan dan mengendapkan bacaan itu.

Apapun   yang kita baca maka akan memberikan pengaruh positif bagi diri. Perluaskanlah bacaan untuk mencari manfaat sebesar-besarnya. Memang pada mulanya kebiasaan berpikir ini akan terasa sulit, karena kita belum menemukan logika kita sendiri. Lama kelamaan akan terbiasa dan terbentuk sistematika berpikir.

2. Luangkan waktu dalam sehari selama 15 menit atau lebih untuk menyendiri dan merenung

Islam menganjurkan  melakukan I’tikaf di masjid pada bulan Ramadhan. Secara perlahan maka kita akan merasakan efek yang tenang.

3. Pertahankan stamina spiritual kita melalui ibadah mahdah yang rutin

      Ibadah yang standar dilakukan antara lain

      a.  Shalat jamaah di Masjid

      b.  Shalat sunat rawatib

      c.   Shalat witir satu atau tiga rakaat

      d.  Membaca Al-qur’an semampunya

      e.  Berdzikir pagi dan sore hari    

     Kebiasaan standar di atas dapat mengontrol gerak pikiran dan gerak emosi.

4.  Jagalah kondisi fisik

      a. Makanan yang teratur dan bergizi

      b. Istirahat yang cukup

     c.  Olah raga yang ringan dan rutin

5.  Tingkatkan apresiasi melalui seni dan alam

Kita perlu membaca sastra, puisi dan nasyid-nasyid agar hati menjadi hidup dan lembut. Perlu juga menyaksikan keindahan alam yang menakjubkan untuk menyaksikan keagungan Sang Maha Pencipta.

6.  Buatlah rencana perjalanan wisata

Lakukan perjalanan melihat perbandingan-perbandingan hidup. Saat melakukan perjalanan buatlah apa yang ingin kita ketahui baik dari aspek ekonomi, budaya, seni dan social lainnya.

7.  Luaskan wilayah pergaulan kita

Sebaiknya kita mencari kawan yang lebih banyak, agar ilmu yang dimiliki bertambah.m Usahakan mencari pergaulan yang banyak memberikan manfaat dan yang mempunyai ilmu yang tinggi.

8.  Kontrolkan pikiran-pikiran yang memenuhi otak kita

Mengapa harus dikontrol? Sebab dengan pikiran itu dapat mempengaruhi suasana jiwa dan hati. Kemudian akan melahirkan sebuah tindakan.

9.  Biasakan mencatat gagasan secara teratur

Dengan mencatat berarti kita mematang ide atau gagasan. Karena proses pematangan gagasan tidak bisa terjadi sekaligus tetapi melewati proses-proses.

10.  Biasakan lebih banyak diam dan mendengarkan daripada bicara

Orang yang banyak bicara biasanya orang yang lemah pribadinya. Biasakan banyak mendengarkan dan berpikir. Cobalah  lebih banyak diam ; menyembunyikan bagian-bagian dari diri kita yang tidak perlu diketahui orang lain. Kenapa demikian? Supaya kita menjadi orang yang tidak terduga. Kecendrungan kita akan berani pada orang yang mudah dan dapat diduga. Sebaliknya kita akan berhati-hati kepada orang yang sulit di duga.

11.  Kontrol emosi agar tetap tenang

Ketika ingin mengekspresikan emosi, pertama-tama gunakan mata. Kemudian melalui wajah, setelah itu melalui suara dan menggunakan fisik jika diperlukan.

12.  Jangan terpengaruh dengan pujian dan sanjungan yang akan merugikan kita

Ada hal yang dapat mencelakakan kita yaitu pujian atau sanjungan. Kenapa? Karena akan merusak suasana hati kita. Pada saat melakukan sesuatu kita tidak lagi ikhlas karena Allah. Segala sesuatu yang tidak diniatkan karena Allah maka akan terasa berat untuk melakukannya. Berhati-hatilah…………….

Semoga semuanya bisa kita laksanakan dan menjadi orang yang produktif……… Amin. Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s