Kita sebagai manusia tidak bisa menentukan hasil. Usaha sudah sedemikian keras dan do’apun sudah dipanjatkan sekian kali. Berbagai cara telah kita lakukan, hasilnya belum tentu sesuai dengan yang kita harapkan. Karena memang bukan kita yang menentukan melainkan Allah SWT.

Namun jang khawatir, walupun Allah yang menentukan hasil usaha kita, Dia tidak sewenang-wenang. Justru Dia menentukan takdir-Nya  dengan sifat yang Maha Pemurah. Allah hanya ingin menguji hamba-Nya. Sejauhmana kualitas kesabaran kita. Jika kita lulus ujian maka Allah akan menambah nikmat-Nya pada seseorang.

QS. Ali-‘Imraan (3) : 142

“Apakah mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.”

Jadi Allah hanya ingin membuktikan bahwa apakah kita sabar dalam berusaha dan berdo’a?!  Pantang berputus asa serta istiqamah. Maka Allah akan memberikan hasil terbaik buat kita.

Jika ada seorang anak yang berbakat sepak bola dan tidak melatihnya dengan baik, maka hanya sebatas bakat saja. Si anak tidak akan pernah mendapatkan keahlian bermain sepak bola yang memadai.

QS. Ar-Rad (13) : 11.

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Ayat di atas mengatakan Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sampai mereka merubahnya sendiri. Artinya Allah menunggu apa yang bakal kita lakukan. Jika kita tidak melakukan sesuatu, maka Allah akan memberikan takdir paling dasar berupa qadar. Jika kita berusaha Dia bakal memberikan yang terbaik.

Takdir yang kita terima hari ini disebabkan oleh kejadian sebelumnya yang menjadi penyebab. Bisa saja kejadian sebuah peristiwa tidak disebabkan oleh diri kita sendiri, tapi ada faktor lain. Contoh ada seorang bayi yang cacat. Tentu saja bukan kehendak orang tuanya. Tetapi kecacatan itu bukan tanpa sebab. Pasti ada penyebabnya.

Kemungkinan sang ibu saat hamil kekurangan gizi, sehingga bayi tidak tumbuh sempurna. Bisa juga sang ibu meminum obat-obatan yang dilarang diminum untuk wanita hamil. Jika ini terjadi, maka wajar saja bayi akan  menjadi cacat. Dan masih banyak penyebab lainnya.

Lalu faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kesuksesan kita? Banyak faktor yang dapat mempengaruhinya diantaranya : pertama, faktor dalam diri. Kedua, faktor orang lain. Ketiga, faktor alam dan lingkungan sekitar dan yang sangat menentukan adalah Allah SWT.

Faktor dalam diri, apakah kita bersungguh-sungguh dalam mencapai suatu kehendak. Kehendak akan membentuk niat. Tergantung kepada kekuatan niat seseorang. Rasulullah saw bersabda, Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya (Hadits).

Ternyata niat saja tidak cukup untuk mencapai hasil. Harus ada usaha dan perbuatan. Usaha macam apa  yang akan dilakukan, sangat menentukan hasil yang dicapai. Disamping factor internal dalam diri, ada factor eksternal yang dapat mempengaruhi keberhasil.

Bisa kita bayangkan, ada lima pasang calon pemilihan gubernur yang berusaha mencapai tujuan mereka. Dari masing-masing pasangan tentu saja punya niat yang sama menjadi gubernur dan wakil gubernur. Kita tahu persis tidak mungkin ada lima orang gubernur dan lima orang wakil gubernur. Yang jadi tentu satu pasang  gubernur dan wakil gubernur yang menerima takdirnya. Sementara yang lain menerima takdir tidak menjadi gubernur dan wakil gubernur.

Jadi walupun seseorang sudah berusaha semaksimal mungkin tidak serta merta mengikuti apa yang diinginkan.

Kesemua perjalanan sebuah takdir manusia sangat ditentukan oleh Allah. Takdir Allah berjalan lewat hukum sebab akibat dengan berjuta atau bahkan bermiliar variable dalam sebuah tatanan yang sangat rapi dan terkendali.

QS. Ali-‘Imraan (3) : 145.

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”  

Wallahu’alam. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s