Sungguh banyak kekuasaan Allah yang berada di sekitar kita, namun sering terlewatkan dari pengamatan. Saat melakukan perjalanan  kita selalu bertemu dengan kekuasaan Yang Maha Dahsyat. Allah menampakkan kekuasaannya di pepohonan, di sungai, di laut, di gunung, di langit, di dalam diri kita dan di semua ciptaan Allah yang ada.

QS. Yusuf (12) : 105.

“Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya.”

Coba perhatikan pohon-pohon, begitu banyak jenis pohon yang telah ditumbuhkan. Pada masing-masing pohon tidak ada yang sama, ada yang tinggi ada yang rendah. Modelnyapun berbeda-beda, mulai dari cabangnya, bentuk batangnya, keindahan akarnya, bentuk daunnya, dan bentuk bunganyapun berbeda-beda.

Allah telah memperlihatkan seni yang luar biasa indahnya. Manusia tidak akan sanggup menandingi ciptaan Allah yang benar-benar nyata dan hidup. Dari biji ditumbuhkan. Dari batang yang keci dan lemah dibesarkan dan dikuatkan. Dari yang pendek ditinggikan. Daun-daun ditata  sedemikian indahnya. Masing-masing daun tidak ada yang sama baik ukuran maupun bentuk, dan jumlahnya ribuan bahkan jutaan helai. Dihiasi warna yang hijau, merah dan berbagai macam warna serta segar. Ada yang dihiasi dengan warna kuning sebelum ia rontok jatuh ke bumi.

Ada miliar atau triliunan jumlah pohon yang ditumbuhkan Allah di muka bumi ini. Semuanya tidak ada yang sama. Semuanya dikendalikan di bawah kekuasaan-Nya.   Betapa sibuknya Allah mengurusi semua urusannya.

QS. Ar Rahmaan (55) : 29.

“Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.”

Saat pagi menjelang dan memandangi ke langit, indahnya matahari di ufuk Timur dengan rona merahnya. Mata menjadi silau ketika menyaksikan ciptaan Allah itu. Betapa besarnya energi yang tersimpan di matahari. Seluruh permukaan menjadi panas karenanya. Padahal jarak dengan bumi sekitar 150 juta km.

Sungguh hebatnya  penyinaran yang dibuat oleh Sang Pencipta menurut ukurannya, sehingga makhluk yang ada di bumi ini tidak terbakar atau beku kedinginan.  Padahal jika mata hari itu lebih jauh atau lebih dekat, maka tidak ada kehidupan di muka bumi.

Matahari ciptaan Allah sebagai pelita bagi bumi. Selama bermiliar-miliar tahun sampai saat ini masih bersinar mematuhi perintah Allah.

Allah telah menciptakan berbagai macam warna. Dengan warna itu dunia menjadi indah. Dan tidak terpikirkan oleh kita, seandainya di dunia ini hanya ada warna hitam putih saja.  Semuanya diciptakan untuk manusia.

QS. Al Jaatsiyah (45) : 13.

“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.”

Begitupun  manusia yang ada di dunia ini. Semuanya berbeda-beda mulai dari  rambut, muka, mata, hidung, mulut, telinga, bentuk tubuh, gigi, tangan, kaki, kuku-kuku, sidik jari, bahasa, dan  warna  kulit.  Walaupun manusia ada yang kembar, tetap saja ia  berbeda  dengan yang lainnya. Sungguh besar kekuasaan Allah dan tidak ada yang menandingi-Nya

Ar Ruum (30) : 22.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.”

Sayangnya sering kita tidak menyadari kehadiran Allah dalam setiap peristiwa atau kejadian. Kita menganggap seolah-olah tidak ada yang mengaturnya. Padahal jika tidak diatur tentulah  akan kacau semua yang ada di langit dan di bumi. Oksigen yang kita hirup sehari-hari pun kadang-kadang  luput dari  kesadaran kita. Apakah ada kehidupan jika oksigen tidak ada di dunia ini?

QS. An Naml : (27) : 93.

“Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan.”

Seharusnya menjadi sebuah renungan bagi kita, bagaimana Allah yang telah menciptakan semuanya untuk manusia. Kalau kita  tidak mau memahami dan merenunginya serta tidak bersyukur kepada-Nya, maka Allah akan mengunci  hati kita, sehingga kita digolongkan orang-orang yang lalai.  

QS. An Nahl (16) : 108.

“Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.”

Dia Maha pemurah dengan segala cara-Nya yang luar biasa. Memudahkan dan memberikan kesenangan, kenikmatan tiada tara……

QS. Al Baqarah (2) : 29.

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s