Setelah  kita  melakukan pekerjaan yang melelahkan dan membosankan, hingga mencapai  titik kejenuhan. Akibat kejenuhan itu, tenaga menjadi hilang dan kondisi fisik dan jiwa menjadi turun. Kita akan menemukan jalan buntu dan akan malas melakukan  aktifitas kehidupan. Ada akibat yang  lebih parah yaitu bisa mengalami stress. Dengan demikian kita harus berusaha untuk mengembalikan pemikiran dan tenaga yang hilang, agar mencapai kestabilannya kembali. Ada beberapa cara yang dapat digunakan diantara :

Pertama, Berkhalwat. Cara yang diajarkan oleh Rasulullah saw adalah khalwat alias I’tikaf – merenungi diri sambil berdzikir kepada Allah. Rasulullah saw sering melakukan khalwat di ‘gua Hira’. Pada saat berkhalwat itulah Surat Al ‘Alaq ayat 1 sampai 5  ayat-ayat Al Quran yang pertama sekali diturunkan. Fungsinya sangat luar, dapat menjernihkan pikiran sekaligus menata kembali pikiran yang sudah semberaut alias kacau, dapat mengistirahatkan jiwa yang telah lelah, juga merelaksasi tubuh yang sudah capek yang memerlukan pemulihan.

Kedua, Muhasabah. Kita perlu mengevaluasi apa yang sudah kita capai dan apa yang belum dalam perencanaan hidup. Muhasabah  bisa dilakukan dalam periode tertentu. Bisa dilakukan sekali setahun, enam bulan sekali, sebulan sekali, seminggu sekali dan yang lebih baik dilakukan pada tiap hari menjelang tidur. Jika ini dilakukan kita dapat mengevaluasi seluruh aktifitas kehidupan yang telah dilakukan, banyak yang baik ataukah yang buruknya. Sebelum Allah SWT yang menghisab diri kita, sebaiknya kita terlebih dahulu menghisab diri sendiri.

QS. Al Haaqqah (69) : 26.

Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.”

Dalam muhasabah kita harus memikirkan besarnya nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT. Hal ini sangat penting agar kita punya tempat bersandar dan tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri serta menyadari ternyata semua yang ada datangnya dari Allah – Pemilik alam semesta.

QS. An Nahl (16) : 18.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” 

Ketiga,  Perjalan. Salah satu cara yang bisa kita gunakan adalah dengan melakukan perjalanan wisata. Banyak manfaat yang didapat diantaranya memberi inspirasi dan memperluas wawasan, memberikan ketenangan jiwa dan perasaan yang indah, memberi banyak variasi hidup.

Rasulullah saw sejak umur 12 tahun sudah melakukan perjalanan global Jazirah Arab ke Syiria. Pada masa itu pengalaman internasional Rasulullah saw sudah terbangun. Dengan banyak melakukan perjalanan kita akan mengetahui pelajaran dan perbandingan tentang kehidupan dan bisa mengambil ibrah dan hikmahnya.

QS. Muhammad (47) : 10.

“Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu.”

QS. Ar Ruum (30) : 42.

Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”

Bisa juga perjalanan yang kita lakukan dengan membaca buku-buku sastra, biografi, novel, kisah-kisah dan pelajaran lainnya yang membuat jiwa hidup. Biasanya orang yang tidak dekat dengan satra hatinya akan mudah kering. Aisyah menyuruh  kita, “Ajarilah anak-anak anda puisi sejak dini.”

Keempat, Penjadwalan kembali. Untuk mengembalikan tenaga kita yang sudah menurun, maka kita harus menjadwalkan kembali seluruh aktifitas kehidupan kita agar kembali  teratur dan menjadi nikmat.

QS. Al Hasyr (59) : 18.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Segeralah kita melakukan penataan ulang niat dan merenungi diri, agar seluruh aktifitas kehidupan kita bermakna dan  bersemangat melakukannya. Rasulullah saw menganjurkan kepada kita agar selalu ‘memperbaharui iman’. Jika kita sudah mengembalikan jiwa dan fisik pada kestabilannya, Insya Allah seberat apapun permasalahan yang kita dihadapi, akan dapat terselesaikan dengan baik. Semoga bermanfaat…..!!! Wallahu’alam

Komentar
  1. Nuar mengatakan:

    Terima kasih atas semuanya..
    Blognya bagus..!!

  2. samsul bahri mengatakan:

    alhamdulillah terima kasih saudaraku and semoga tetap dalamlindungan allah,semangat terus. blognya bagus………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s