Ketika Rasulullah saw menjelaskan jalan menuju surga, ada seorang laki-laki suku badui menghadap Rasulullah saw dan menyatakan masuk Islam. Kemudian dalam suatu peperangan, umat Islam memperoleh tawanan wanita yang kemudian beliau bagi-bagikan kepada pasukannya. Termasuk kepada laki-laki badui tadi. Laki-laki itu menjawab, “Bukan untuk  mendapatkan ini saya mengikuti anda!” 

Rasulullah saw bersabda, “Kalau kamu berkata jujur kepada Allah, Diapun akan memenuhi janjinya kepadamu”

Perang kembali berkecamuk, lalu lelaki badui tadi terbunuh syahid dan Insya Allah menjadi penghuni surga, sebab ia jujur kepada allah. Jalan ke surga tidak diketahui kecuali kalangan khusus dari sahabat dan pengikut Rasulullah saw.

Siapapun yang merasa yakin bahwa dia akan masuk surga melalui jalan  selain  jalan ini atau mencari selain dari petunjuk Allah, maka ia akan mendapatkan laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Allah tidak akan menerima apapun  darinya, tidak berbicara dan melihat kepadanya, tidak mensucikan dan baginya azab yang pedih.

Al Baqarah (2) : 159.

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati.”

Syaikul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Setiap tanah yang tidak disinari oleh cayaha Islam adalah tanah terkutuk. Setiap hati yang tidak mendapatkan petunjuk agama ini adalah hati yang dimurkai.”

Seharusnya kita menyinari hari-hari kita dengan perbuatan amal shaleh. Kita diajarkan tidak sedetikpun waktu yang terlewati kecuali berdzikir mengingat Allah baik dalam berdiri, duduk, maupun berbaring.

Dalam hadits yang lain Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya terdapat delapan pintu di surga. Golongan orang melakukan shalat dipanggil dari pintu shalat. Golongan orang bersedekah dipanggil dari pintu sedekah. Golongan orang yang berpuasa dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Golongan orang yang berjihad dipanggil dari pintu jihad.”

Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, tidakkah ada orang yang dipanggil dari kedelapan pintu tersebut?” 

Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah saw tersenyum lalu menjawab, “Ya, ada. Dan aku berharap engkau termasuk diantara mereka.”

QS. Ali-Imran (3) : 133.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”

Menjelang perang Badar, Rasulullah saw bersabda, “Hai pasukan Badar, Sesungguhnya Allah melihat kalian dan berfirman, ‘Berbuatlah sesuka hati kalian sebab Aku telah mengampuni kalian’. Demi Allah hai pasukan Badar, jarak antara kalian dan surga tidak lebih dari sekadar kalian terbunuh oleh mereka. Dengan begitu kamu akan masuk surga.”

Tiba-tiba Umair ibnul Hamam Al-Anshari berkata, “Wahai Rasulullah, antara kami dan surga tidak dipisahkan, kecuali dengan terbunuhnya kami oleh mereka?”

Jawab Rasulullah saw, “Ya, demi Allah yang menggenggam jiwaku!”

Mendengar itu, langsung saja Umair melempar sisa kurma di tangannya, melepas baju besinya, memungut sarung pedang dan mematahkannya dengan lutut. Lalu ia terjun ke medan pertempuran hingga syahid.

Ja’far ath-Thayyaar berdiri dengan gagah di mu’tah. Ia tinggalkan isteri, keluarga, harta benda, reputasi dan kedudukannya. Ia menjual segala sesuatu dan datang membawa ruhnya untuk menghadap Allah.

Banyak orang-orang yang jujur dalam menempuh jalan Allah yang dibawakan oleh Rasulullah saw. Aisyah ra. suatu ketika diberi seratus dirham oleh Mu’awiyah bin Abu Sufyan, tapi ia menyedekahkan semua, sementara dia sendiri dalam keadaan berpuasa. Pembantunya berkata, “Mengapa tidak engkau sisihkan satu-dua dirham hingga saya dapat membelikan daging untuk berbuka.”

Aisyah menjawab, “Oh, Aku lupa kepada diri sendiri. Mengapa tidak engkau ingatkan tadi?”

Saat kita menunjukkan jalan kepada orang lain hendaklah memperhatikan ; pertama, petunjuk haruslah bersumber dari Alqur’an dan sunnah Rasulullah saw. Kedua, lembut dalam menyampaikannya.

Al Maa’idah (5) : 54.

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” 

Dalam hadits sahih Rasulullah saw bersabda ketika mengutus Abu Musa dan Mu’adz, “Gembirakan dan jangan takut-takuti! Mudahkan dan jangan persulit.”

Semoga kita jujur kepada Allah dalam beramal dan bukan karena yang lain. Jika kita tidak jujur maka Allah Maha Mengetahui………. Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s