Islam yang dibawakan oleh  Rasulullah saw sebagai tuntunan hidup  telah berhasil menjadikan orang-orang di sekitar  beliau manusia yang unggul. Ini sekaligus membuktikan Islam adalah agama yang benar dan seharusnya tidak ada pilihan lain. Para sahabat  mengalami proses pembangunan ulang visi dan misi kehidupan, padahal  sebelumnya mereka hidup dengan kejahiliyahannya. Mereka diajarkan oleh Rasulullah saw visi dan misi kehidupan yang sebenarnya, yang mengantar kepada pribadi-pribadi yang berkualitas. Mereka unggul pada semua bidang kehidupan.

Seiring dengan diturunkannya Islam kepada Rasulullah saw, Allah menurunkan ayat yang pertama dengan perintah membaca.  Membaca seluruh ilmu Allah yang terhampar di alam semesta ini. Kata Iqraa’ dalam surat Al-‘Alaq dikaitkan dengan perintah memahami ciptaan Allah bernama manusia.

QS. Al-‘Alaq (96) : 1-2

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”

Sedangkan iqra’ dalam makna membaca tulisan, terlihat pada ayat berikut ini.   

QS. Al-‘Alaq (96) : 3-4

“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.”

Kalau demikian, maka pantaslah para sahabat menjadi unggul. Karena proses membaca yang diajarkan Islam menjadikan seseorang berpikir mendalam tentang alam semesta. Islam tidak mengajarkan hanya sekedar membaca, tetapi memahami dan mengamalkan ilmu itu sendiri.

Dari masyarakat yang buta huruf lahirlah pemikir dan ilmuan besar seperti Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khathab, Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Zaid bin Tsabit dan Ubay bin Ka’ab. Menurut Ibnul Qayyim, jumlah ulama yang ditinggalkan oleh Rasulullah saw saat beliau wafat sekitar 100 – 110 orang.

Dari masyarakat yang tidak terstruktur itu, lahir pemimpin-pemimpin besar seperti Abu Bakar, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib. Bidang Militer lahirlah pejuang sejati seperti Khalid bin Walid, Abu Ubaidilah bin Al Jarrah, Al Mutsanna bin Haritsah, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan masih banyak yang lainnya.

Lahir juga pengusaha-pengusaha terkenal seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, dan Abdul Rahman bin Auf dan masih banyak yang lainnya menjadi seorang entrepreneur yang unggul.

Juga muncul dari mereka kelompok professional dalam berbagai bidang seperti Ali bin Abi Thalib dan Syuraih bidang hukum. Abu Ubaidah bidang Administrasi. Hudzaifah dan Al Abbas bidang intelijen. Dan dalam bidang bahasa lahirlah Zaid bin Tsabit, serta masih banyak manusia yang unggul lainnya.

Dari masyarakat yang bodoh menyembah berhala, lahirlah manusia pilihan yang gemar melakukan ibadah. Hampir seluruh sahabat Rasulullah saw adalah ahli ibadah kecuali orang-orang munafik. Ibadah mereka tidak tertandingi oleh manusia manapun zaman ini. Bahkan Rasulullah saw mengatakan, “seandainya iman Abu Bakar ditimbang, kemudian dibandingkan dengan iman seluruh penduduk bumi, maka  iman Abu Bakar lebih berat”.

Dalam bidang sosial, tidak ada yang bisa mengalahkan sahabat beliau. Abu Bakar pernah ditanya oleh Rasulullah saw dalam sebuah peperangan, “Apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu? Jawab Abu Bakar, “Saya tinggalkan untuk keluargaku Allah dan Rasulnya”.

Demikian juga ketika Abdul Rahman bin Auf hijrah ke Madinah dan tidak membawa harta benda, sehingga ia dalam kondisi yang miskin. Sesampai di Madinah ada salah seorang sahabat Anshar  menawari harta yang dia miliki dibagi dua dengan Abdul Rahman Bin Auf. Mereka tidak takut miskin untuk membantu orang lain.

Bidang kesehatan, mereka adalah manusia yang sehat. Pernah dikirim seorang dokter untuk melayani Rasulullah saw dan para sahabat jika ada yang sakit. Karena merasa tidak dibutuhkan, akhirnya ia pamit disebabkan Rasulullah saw dan para sahabat tidak ada yang sakit.

Kondisi umat sekarang ini sudah mencapai  titik nadir kelemahan sejarah. Maka kita butuh manusia-manusia baru untuk mengubah peradaban manusia, agar menjadi manusia yang unggul seperti yang terjadi zaman Rasulullah saw.

Menjadi tugas kita bersama untuk mengukir kembali sejarah kejayaan Islam. Masing-masing kita bertanggung jawab pada bidangnya, agar umat Islam menjadi umat terbaik. “Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari-nya.”

Untuk mewujudkan  model manusia yang bisa merubah peradaban, tentulah manusia yang mengambil Alqur’an dan Sunnah Rasulullah saw sebagai rujukan kehidupan dan tidak mencari yang lainnya. Kita membutuhkah orang-orang yang ikhlas dalam beramal dan semua amal perbuatan akan  disaksikan di pada hari penghisaban.

At Taubah (9) : 105.

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Wallahu’alam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s