Di hari pengadilan nanti Allah bakal membalas amalan hambanya dengan balasan sepuluh kali lipat. Sedangkan bagi yang berbuat jahat, Allah hanya membalas sesuai dengan perbuatan jahatnya. Allah akan melipat gandakan kebaikan yang dilakukan manusia sebagai bukti Maha Kasih Sayang dan Adilnya Allah.

QS. Al-An’am (6) : 160.

“Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

QS. An-Nisaa’ (4) : 40.

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.”

Kenapa demikian? Karena Allah adalah Dzat yang Maha Adil dan tidak pernah merugikan dan menganiaya hamba-Nya sedikitpun. Allah menegakkan ‘mizan’ atau timbangan  pada hari Pengadilan nanti.

QS. Al-Anbiyaa’ (21) : 47.

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.”

Tidak satupun manusia yang akan  dirugikan pada hari Pengadilan Allah SWT. Dia akan memasang timbangan yang tepat. Semua amalan manusia tidak ada yang terlewatkan, baik itu kebaikan maupun keburukan. Dan yang lebih mencengangkan adalah semuanya terdeteksi walaupun amalan  sebesar biji zarrah.

Orang-orang terdahulu memahami biji zarah dengan biji sawi. Akan tetapi ilmu Fisika modern menyebut zarah  lebih kecil dari partikel sub atomik. Sub atomik jutaan kali lebih kecil jika dibandingkan dengan biji sawi. Namun,  Allah berjanji untuk tidak melewatkannya. 

Di akhirat nanti kita akan menghadap Allah ‘sendiri-sendiri’. Tentu saja prosesnya tidak sama dengan perkiraan kita semua. Banyak ayat yang menjelaskan proses manusia menghadap Raja Akhirat sendiri-sendiri sebagaimana awalnya kita diciptakan oleh Allah.

Maryam (19) : 95.

“Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.”

Al-An’aam (6) 94.

“Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami kurniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa`at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).”

Bentuk Pengadilan akhirat tidak akan terbayang dalam pikiran kita. Tentulah proses itu Maha Canggih dan Cepat, sebab yang punya kekuasaan adalah Allah SWT. Kecanggihan zaman sekarang saja, tidak bisa kita bayangkan sebelumnya.

QS. Ibrahim (14) : 51.

“agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.”

QS. Al-An’aam (6) : 62.

Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat.

Secara tradisional, kita sering membayangkan dua orang malaikat duduk di pundak kanan dan kiri sambil membawa buku catatan dan ballpoin. Berdasarkan catatan itulah nanti Allah akan menghisab manusia seluruhnya. Apakah banyak yang baik atau banyak buruknya?

Lantas, kita mungkin juga membayangkan proses pengadilan berjalan secara tradisional. Di panggil satu-satu untuk menghadap Allah. Kemudian diperlihatkan catatan kebaikan dan keburukan. Dan manusia bebas untuk melakukan pembelaan diri atas tuduhan terhadap dosa-dosa mereka. Setelah mengetahui mana yang banyak, lalu mereka digiring ke surga atau neraka.

Tentulah semua yang  dibayangkan itu menurut ilmu kita. Allah amat cepat penghisaban-Nya, tidak seperti kerja makhluk-Nya. 

Apakah manusia ada yang yakin atau tidak dengan hari akhirat?! Itu tidak masalah bagi Allah SWT. Tetap saja Allah mengatakan hari berbangkit itu pasti akan datang sebab Dia yang mengetahui yang gaib. Tidak ada yang tersembunyi dari Allah sebab Dia Maha Halus. Semua catatan perilaku kehidupan manusia segalanya sudah tercatat di Lauh Mahfuzh – Kitab Induk Alam Semesta.

QS. Saba’ (34) : 3.

“Dan orang-orang yang kafir berkata: “Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami”. Katakanlah: “Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”,

Seluruh kehidupan manusia akan dicatat dalam kitab. Jangan kita membayangkan  catatan itu berupa lembaran-lembaran kertas. Allah merekam seluruh aktifitas kita mulai dari ditiupnya roh sampai kita kembali lagi kepada Allah SWT. Kita sedang difilmkan oleh malaikat, tetapi kita tidak tahu dimana kamera tersembunyi itu. Dimanapun kita berada kamera selalu mengikuti dan merekam semua peristiwa.   

QS. Yunus (10) : 61.

“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

QS. Al-Kahfi (18) : 49.

“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”.

Sungguh akan beruntunglah orang-orang yang berat timbangannya dan merugilah orang-orang yang ringan timbangannya. Timbangan yang dipakai oleh Allah SWT adalah timbangan keadilan

QS. Al-A’raaf (7) : 8-9.

“Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”   Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

Catatan amal kita akan disajikan dalam keadaan terbuka. Kita akan mampu membaca rekaman semua peristiwa diri kita sendiri.  Cukuplah diri kita yang menghitung amalan-amalan kita. Dan seluruh anggota badan kita akan menyaksikan apa yang telah diperbuat.

QS. Al-Israa’ (17) : 13-14.

“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.”

QS. An-Nuur (24) : 24.

“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Demikianlah pengadilan Allah SWT, akan berjalan dengan sangat cepat. Semua bukti dan rekaman sudah tersedian, sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk membela diri lalu membantahnya. Perbuatan kita akan diperkuat oleh diri kita sendiri, orang dekat kita, orang-orang yang pernah kita zalimi, nabi dan rasulpun menjadi saksi. Semuanya akan menjadi saksi……………!!!

QS. An-Nahl (16) : 89.

“(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”

Marilah kita memohon petunjuk dan kekuatan untuk mengukir kehidupan yang baik. Mengisi kehidupan kita dengan kebajikan amal sholeh, agar kita digolongkan orang-orang yang berat timbangan kebajikannya di pengadilan Allah SWT.  Semoga kita mendapatkan Rahmat dari-Nya……… Amin. Wallahu’alam.

Komentar
  1. Tawakkal mengatakan:

    Assalaamu ‘alaikum… salam kenal

  2. fadhli dzil ikrom mengatakan:

    Assalamuallaikum…
    Alhamdulillah……sudah lama saya ingin tau web nya ust Mansyur….akhir nya…
    saya senang dengan shalat duha….dapat menenangkan hati, pikiran…dan banyak manfaat lain nya…
    akhi ukhti saya minta doa nya yah….agar hijrah ku ke jalan Allah SWT hingga akhir hayat???dan selalu diberi petunjuk oleh Nya?????

    • ibramuko2 mengatakan:

      Wassalamu’alaikum wr. wb. Trima ksh atas kunjungannya. Maaf, ini bukan web ustadz Mansur…… Smg bermanfaat.. Amin.

  3. fadhli dzil ikrom mengatakan:

    Assalamuallaikum…
    Alhamdulillah……sudah lama saya ingin tau web nya ust Mansyur….akhir nya…
    saya senang dengan shalat duha….dapat menenangkan hati, pikiran…dan banyak manfaat lain nya…
    akhi ukhti saya minta doa nya yah….agar hijrah ku ke jalan Allah SWT hingga akhir hayat???dan selalu diberi petunjuk oleh Nya?????

    F.D.I

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s