Orang-orang kafir adalah orang-orang yang terang-terangan menentang perintah dan melanggar larangan Allah SWT. Mereka tidak yakin dengan adanya hari berbangkit. Sehingga tidak malu-malu melakukan maksiat  di bumi Allah. Mereka menganggap hidup ini hanya  kehidupan dunia belaka. Jika sudah mati, maka lenyaplah semuanya. Karenanya mereka berlebih-lebihan terhadap kehidupan dunia dan mereka bermegah-megah. Dan akhirnya mereka akan menyesal pada kehidupan selanjutnya.

QS. Al An’aam (6) : 29.

“Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan”. 

Alqur’an menjelaskan kepada kita, bahwa tidak ada yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang kafir kecuali kematian. Allah sekali-kali tidak akan  menganiaya mereka tetapi mereka sendiri yang menganiaya diri mereka, karena tidak beriman kepada Allah SWT. Orang kafir bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan, sampai batas waktu yang telah diberikan. 

QS. An Nahl (16) : 33.

“Tidak ada yang ditunggu-tunggu orang kafir selain dari datangnya para malaikat kepada mereka atau datangnya perintah Tuhanmu. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Dan Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri”

Mengapa manusia takut dengan kematian? Padahal kematian itu sudah jelas dan tidak ada satupun manusia yang berhasil lolos dari kematian.   Seharusnya manusia takut dengan sesuatu yang belum jelas yaitu kehidupan sesudah kematian. Apakah ia masuk ke surga atau neraka……??? Segalanya dikembalikan kepada yang Pencipta, mengetahui yang gaib dan yang nyata.

QS. Al Jumu’ah (62) : 8.

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Kemana manusia akan lari dari kematian? Setiap saat dan detik maut terus mengintai. Kalaupun manusia itu terhindar dari kematian, itu hanyalah sementara saja. Berapa tahun  manusia sanggup bertahan di atas dunia ini? Semuanya sudah digariskan oleh Allah SWT. Kehidupan ini tidak lama, hanya sebentar saja.

QS. Al Ahzab (33) : 16.

“Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.”

Orang-orang kafir mengalami penyesalan ketika mengalami kematian.  Ada yang berpendapat saat terjadi kematian, mereka merasa ketakutan. Tetapi ada yang berpendapat setelah mereka mati dan sudah berada di alam barzakh dan ingin kembali lagi ke atas dunia.

QS. Al Mu’minuun (23) : 99.

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)”

Tetapi Allah mengatakan tidak bisa, karena di hadapan jiwa yang telah mati itu ada dinding barzakh. Yang mengukung jiwa sampai ketika mereka dibangkitkan kelak……..

Orang-orang kafir dari zaman dahulu hingga nanti, tidak akan percaya pada hari kiamat. Mereka menyangkal bagaimana mungkin tulang belulang yang sudah hancur dapat dikembalikan lagi untuk melakukan pertanggungjawaban di hadapan Allah…?!

QS. Al Israa’ (17) : 49.

“Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”

Ash Shaaffaat (37) : 53.

“Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”

Sungguh penyesalan yang luar biasa dialami orang-orang kafir itu. Ternyata mereka salah menyangka terhadap kekuasaan Allah SWT. Mereka menyesal karena tidak mengakui adanya hari berbangkit. Dan sungguh menyesal diri mereka, ternyata yang mereka tunggu-tunggu selama ini hanyalah kematian. Kematian telah mengantarkan mereka sampai kepada penyesalan selama-lamanya………………………

Kita berdo’a kepada Allah, agar kita jangan termasuk golongan orang-orang yang ingkar dan sombong. Semoga kita digolongkan orang-orang mukmin yang menyerahkan diri hanya kepada Allah SWT  semata………. Amin. Wallahu’alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s