Sejak Islam diturun Allah SWT, maka terbukalah kebenaran bagi manusia di atas dunia. Manusia tidak perlu lagi bereksperimen dan mencari-cari yang lain sebagai petunjuk atau pedoman tentang kehidupan. Semuanya sudah diatur dan disempurnakan menurut Sang Pencipta,  itu pasti cocok dan benar untuk makhluk-Nya. Satu-satunya agama yang diridhai Allah SWT hanyalah Islam.

QS. Al Maa’idah (5) : 3.

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini  orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

QS. Ali ‘Imran (3) : 19.

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”

Sangat jelas dan menjelaskan sekali apa yang diinformasikan Allah SWT bahwa yang berhak diikuti hanyalah Islam dan selain Islam berarti batal – tidak diterima. Adapun orang-orang yang tidak mau mengambil Islam sebagai jalan hidup mereka, karena ada kedengkian di hati mereka.

Ada kesalahan besar yang dikemukakan orang-orang yang tidak paham dengan Islam, dengan ungkapan-ungkapan  miring tentang Islam. Mereka menilai Islam dengan cara melihat pemeluknya. Diantaranya mereka mengatakan bahwa agama Islam banyak yang melakukan terorisme, pembunuhan, perampokan, hukum yang tidak berprikemanusiaan, bom bunuh diri, dan bentuk terror lainnya.  

Semua yang jelek-jelek dituduhkan kepada Islam seolah-olah selain Islam itu baik dan mulia. Seakan-akan mereka mengatakan agama Islam telah meracuni umatnya……….

Contoh kekerasan dan terorisme Negara-negara Islam  seperti Afganistan, Pakistan, Iraq, Iran, Palestina, Moro-Philipina, serta sejumlah Negara lainnya yang mayoritas umat Islam. Mereka mengatakan ini suatu permasalahan besar yang harus di berantas dan diberangus.

Kesalahan yang fatal…….!!! Karena telah menyamakan ajaran Islam dengan pemeluknya. Di Negara-negara yang mayoritas umat Islam, tentu saja yang mencuri, merampok dan pelaku kriminal kebanyakan adalah umat Islam. Di Negara yang banyak pemeluknya beragama Hindu, tentu teror dan krimal banyak dilakukan oleh orang beragama Hindu. Di Negara yang banyak pemeluknya beragama Nasrani-Kristen, tentu terror dan krimal banyak dilakukan oleh orang beragama Kristen, Begitupun di Negara yang banyak pemeluknya beragama Yahudi, tentu terror dan krimal lainnya banyak dilakukan oleh orang beragama Yahudi.

 Apakah karena kriminal itu dilakukan oleh orang Islam, lantas menuduh agama Islam   tidak baik? Sungguh tidak adil, bila hanya melihat orang-orang Islam yang segelintir saja yang melakukan kejahatan, lantas, mengecap Islam tidak baik.  Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan dan sekaligus mengutuk tindak kejahatan tersebut. Justru Islam mengajarkan bahwa sampaikan kebenaran itu dengan hikmah dan dijelaskan dengan lembut.

Begitu banyak orang-orang Islam yang telah melakukan perbuatan mulia untuk kemanusiaan dan untuk terjaganya kestabilan dunia. Betapa banyak sumbangan yang telah diberikan umat Islam untuk kepentingan  manusia lewat ‘Zakat’. Begitupun tidak sedikit yang sudah terkumpul dana oleh Umat islam untuk bidang kesehatan,  pendidikan, sosial, pengentasan kemiskinan dan bidang lainnya.

Ajaran Islam sangat indah dan mulia, bahkan berbisik-bisik saja tidak dibenarkan jika untuk keburukan. Ia diperbolehkan jika  menyuruh manusia melakukan amar ma’ruf dan perbadamaian terhadap manusia. Tidak sekedar menyuruh yang ma’ruf, tetapi sekaligus mencegah perbuatan mungkar dan tercela. Sungguh begitu Indah ajaran Islam………..  

QS. An Nisaa’ (4) : 114.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.”

QS. Al Hajj (22) : 41.

“(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”

QS. Al A’raaf (7) : 28.

“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak  menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”

Sesungguhnya orang-orang yang gemar melakukan perbuatan keji dan mungkar itu adalah orang mengikuti langkah-langkah syaitan. Dan itulah tugasnya syaitan, supaya manusia jauh dari Allah SWT. Sehingga bisa dikatakan setiap sesuatu yang mengajak atau menyuruh kepada kemungkaran berarti masuk golongan syaitan.

An Nuur (24) : 21.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Ternyata, merupakan ‘Karunia dan Rahmat Allah’ yang diberikan kepada orang-orang yang tidak melakukan perbuatan yang keji dan mungkar. Marilah kita berdo’a kepada Allah SWT, agar kita termasuk orang-orang yang diberikan Karunia dan Rahmat-Nya.

Dan kita berdo’a agar orang-orang baik dan yang tidak bersalah seperti ‘gemar melakukan shalat jamaah ke masjid, rajin qiyamulail, berpuasa sunah, berjenggot, berjilbab dan bercadar – menutup aurat, menjalankan sunah Rasulullah saw dan mengerjakan amalan Islam lainnya’ tidak dituduh sebagai TERORIS……..!!! Amin. Wallahu’alam.

Komentar
  1. Peduli Pendidikan mengatakan:

    yah sampai saat saya menulis komen ini pun saya masih heran mengapa mesti Islam yang jadi sorotan bukan orangnya atau oknum….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s