Einstein pernah berkata seandainya alam semesta ini memiliki tiga Tuhan, maka hancurlah alam semesta ini. Ia sangat meyakini bahwa alam semesta hanya diatur oleh Kekuatan Yang Maha Tunggal.

Yang disampaikan oleh Einstein tersebut telah menciderai konsep Ketuhan agama lain yang menggap Tuhan lebih dari satu. Justru semakin menguatkan konsep Tauhid di dalam Islam. Semakin tinggi ilmu seseorang, maka ia semakin terkagum-kagum dengan alam semesta ini dan memikirkan kebesaran Sang Pencipta. 

Apakah agama terpisah dari sains? Justru dengan sains terbukalah mata dan hati manusia terhadap kebenaran Alqur’an. Semakin hari, semakin membuktikan kekuasaan yang sebenarnya dan secara pelan-pelan terbuka tabir sains untuk megenal Allah SWT.

Pembuktian kebenaran sains tersebut mencakup seluruh bidang kehidupan mencakup ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, ilmu pengetahuan dan bidang lainnya.   Memang demikian yang diperintahkan oleh Allah SWT agar kita masuk ke dalam Islam secara menyeluruh dan jangan setengah atau sebagian saja.

QS. Al Baqarah (2) : 208.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”

Jika manusia mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian lainnya atau tidak mengambil sama sekali petunjuk Allah, maka sudah bisa dipastikan akan mengalami masa-masa kehancurannya.

Perkembangan ekonomi dunia yang didominasi oleh ekonomi Kapitalis. Ini berlawanan dengan system ekonomi yang diperintahkan Allah SWT, sekarang terbukti bahwa system ekonomi kapitalis itu hancur dan mengakibatkan kerusakan yang besar di bidang ekonomi. Sekaligus membuktikan kepada dunia ternyata ekonomi ini tidak layak digunakan dan harus mencari system ekonomi yang cocok bagi penduduk bumi. Dalam prakteknya system ekonomi kapitalis lebih banyak memasukkan unsur-unsur riba, sehingga yang diuntungkan hanya orang pemilik modal yang besar sementara rakyat kecil semakin terhimpit kehidupannya. Allah menegaskan orang yang makan riba itu seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran terkena penyakit  gila. Sungguh mengerikan dan mencemaskan…………. !!!

QS. Al Baqarah (2) : 275.

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

Islam menawarkan system ekonomi syariah, dan  telah terbukti bahwa system ekonomi syariahlah yang cocok bagi kemaslahatan umat manusia. Beberapa  Negara telah menerapkan system ekonomi syariah ini dan menunjukkan perkembangan yang luar biasa, karena menerapkan system keadilan.

Perkembang peradaban manusia yang menjurus kepada liberalisme, materialisme, atheisme, hedonisme dan isme-isme lainnya, juga terbukti sedang menuju kepada kehancurannya. Banyak pencari spiritualisme. Ternyata harta, kekuasaan dan kepuasan shahwat tidak bisa mencapai ketenangan dan kedamaian. Yang mereka dapatkan hanyalah kesenangan belaka. Akhirnya mereka berlomba-lomba masuk ke wilayah spiritualisme. Ada yang ke India, ada yang ke kuil-kuil Thailand dan ada ke China dan Tibet. Bahkan mendatangkan tempat-tempat meditasi yang menjanjikan kehidupan yang lebih tentram dan meninggalkan hiruk pikuk dunia ini.

Sementara Islam telah menawarkan peradaban yang bertumpu ke pada fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. Siapa yang yang berpaling dari fitrah itu, maka akan mengalami kehancuran dan kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

QS. Ar Ruum (30) : 30.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,”

Para pemimpin dan para politikus yang tidak mempunyai akhlah yang baik, pelan-pelan mulai ditinggalkan oleh rakyatnya dan bermunculan negarawan-negarawan yang menjunjung tinggi akhlah manusia dan menengakkan keadilan.

Pelaku-pelaku penegakan hukum banyak ditentang oleh manusia, karena ia tidak lagi berpihak kepada keadilan. Justru mereka berpihak kepada yang punya kekuatan, baik kekuatan uang maupun kekuatan kekuasaan. Para penegak hukum yang tidak berpihak kepada keadilan maka satu per satu terjebak dalam jabatannya sendiri dan mereka sudah banyak yang masuk ke penjara. Sebagai gantinya akan muncul hakim-hakim yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

An Nisaa’ (4) : 58.

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”  

Semua keserakahan dan ketidakadilan mendapat perlawanan dari manusia yang ada, karena memang tidak sesuai dengan hati nurani dan fitrah manusia. Dalam bidang ilmu pengetahuan pun semakin hari membuktikan kebenaran Islam.

Apakah Islam itu tidak benar? Islam dari dulu, sejak diturunkan sudah benar. Hanya manusia   banyak yang tidak mengetahuinya dan perlu dibuktikan dengan sains agar mereka lebih yakin. Manusia disuruh berpikir untuk mengetahui apa yang ada di alam semesta ini.

QS  As Sajdah : (32) : 27.

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman yang daripadanya makan hewan ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?”

QS. Al Ghaasyiyah (88) : 17.

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,”

QS. Ath Thaariq (86) : 5.

“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?”

Masih banyak ayat-ayat Allah yang menyuruh kita memperhatikan alam semesta ini agar yakin bahwa Hanya Allah saja yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. Dan Barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah  dan masih mencari-cari pegangan hidup selain Al-qur’an, Allah memperingatkan tunggulah kehancurannya…………!!! Wallahu’alam.

Komentar
  1. Remarkable! Its in fact remarkable article, I have got much clear idea on the
    topic of from this piece of writing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s