Merupakan  suatu kewajaran bagi manusia yang hidup untuk memenuhi segala kebutuhannya. Tetapi ketika kewajaran itu tidak lagi mendapat kontrol, maka ia berubah menjadi kebablasan. Banyak yang menganggap kewajaran yang kebablasan itu adalah hak azasi manusia.

Apa penyebabnya? Paling tidak penyebabnya adalah pemuasan kepentingan individu dan pengerukan keuntungan sebesar-besarnya, biasanya menguntungkan serta dinikmati oleh kaum kapitalis dunia.

Seksualitas merupakan dorongan normal dari dalam diri manusia yang harus disalurkan kepada tempat yang tepat. Dengan demikian, Islam telah menganjurkan kepada pemeluknya jika sudah mencapai usia tertentu dan sudah sanggup untuk menikah maka segeralah menikah. Andaikan belum mampu untuk menikah, hendaklah menjaga kesucian diri sampai Allah memberikan karunia-Nya.  

QS. An Nuur (24) : 32.

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian  diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

QS. An Nuur (24) : 33.

“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.” 

Akan tetapi menjadi sangat berbahaya ketika dibebaskan tanpa batas. Dikalangan liberal, ukurannya adalah apakah ia memiliki uang cukup untuk mendapatkannya dan tidak mengganggu individu lainnya. Karena itu jangan heran di kalangan liberal bermunculan praktek-praktek seks bebas, prostitusi, aborsi, dan video porno beredar secara resmi. Alasan mereka sangat sepele bahwa semua itu adalah hak setiap orang untuk mendapatkannya. Walaupun akibatnya akan menghancurkan moral generasi muda dan berakibat lemahnya pertahanan suatu bangsa.

Bagi kaum kapitalisme-liberalisme, Negara bukanlah menjadi hal yang penting, tetapi yang lebih penting adalah keuntungan sebesar-besarnya. Tidak akan menjadi masalah apakah generasi muda dan Negara akan hancur?! Akibat dari praktek seks bebas akan memunculkan berbagai macam penyakit. Ternyata itupun menjadi lahan yang baru untuk bisnis mereka. 

Bermacam-macam jenis alat Bantu seks, mesin vendor, penjualan kondom, obat-obatan dan anti biotik, rumah sakit, sitem keuangan dan lainnya. Semuanya mendatangkan keuntungan yang besar bagi mereka.

Makan dan minum merupakan kebutuhan dasar manusia. Jika manusia tidak melakukan aktifitas ini maka ia akan mati. Kebutuhan makan dan minum telah diatur dalam Islam,  supaya makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh adalah hal-hal yang baik dan bermanfaat untuk  tubuh manusia. Allah SWT  tidak suka kepada orang yang berlebih-lebihan dalam makanan dan minuman.

Al Baqarah (2) : 168.

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Al A’raaf (7) : 31.

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Budaya liberal telah menghasilkan pola makan yang bertumpu pada kesenangan dan pesta pora. Tentu saja yang dieksploitasi adalah kepuasan makan dan minum. Yang menjadi masalah adalah apakah makanan itu baik untuk kesehatan atau tidak. Tetapi yang menjadi penting,  mereka mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Para pakar kesehatan dunia sudah banyak yang mengecam bahwa pola makan masyarakat modern tidak memberikan dampak positif bagi kesehatan. Maraknya makanan yang siap saji yang dikenal dengan junk food, minuman kaleng yang tidak jelas kandungannya dan campuran makanan dan minuman berbahan kimia yang sudah tidak terkontrol lagi. Apapun dilakukan oleh mereka yang penting mendapat keuntungan.

Tidak cukup sampai di situ saja, bahkan masalah pakaianpun bisa kebablasan. Kembali konsep Islam berbicara. Pakaian yang dipakai seharusnya yang dapat menutup aurat dan tidak berlebih-lebihan, diistilahkan di dalam Alqur’an ‘pakaian taqwa’.

Al A’raaf (7) : 26.

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Orang-orang modern sekarang lebih memilih penampilan, sehingga rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit nilainya. Bahkan untuk ‘pakaian dalam’ mereka berani bayar jutaan rupiah, padahal tidak ada yang lihat. Rumah-rumah mode berjubel dikunjungi orang-orang dan jumlahnyapun tidak terhitung. Suatu keanehan, ternyata orang modern membeli pakaian bukan lagi untuk kebutuhan tapi untuk bergaya dan pamer. Mereka tidak peduli lagi apakah pakaian tersebut menutup aurat atau tidak, yang penting pakaian itu modis dan bisa dipamerkan ke orang banyak. Walaupun kadang-kadang melanggar estetika suatu bangsa. Itupun tidak jadi masalah, yang penting individu puas dan produsen mendapat keuntungan yang besar.

Yang harus menjadi perhatian kita bersama adalah kebudayaan dan pola hidup masyarakat dunia sudah berubah menjadi konsumtif. Mereka telah mempunyai pola hidup yang bebas berbuat sekehendaknya asal tidak mengganggu orang lain. Mereka tidak  lagi memperhatikan apakah generasi mendatang akan hancur dan mereka memasuki  kehidupan yang glamor serta boros………

Komentar
  1. kmmstks mengatakan:

    Salam Ukhuwah KMM STKS Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s