Allah SWT telah menciptakan manusia di atas dunia menurut fase-fase kehidupan. Awalnya manusia itu mati lalu dihidupkan, kemudia mati dan dihidupkan lagi, kemudian semuanya akan dikembalikan kepada Sang Pemilik alam semesta yaitu Allah SWT. Tidak ada yang kekal dan abadi kecuali Allah dan selain Allah  semuanya akan musnah. Sebagai mana yang telah difirmankan oleh Allah SWT :

QS. Al-Baqarah : 28.

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”

Kehidupan manusia diciptakan oleh Allah dari awal hingga akhir berdasarkan fase-fase kehidupan dan tidak akan pernah kembali pada fase sebelumnya. Kalau ada anggapan yang mengatakan bahwa ada kehidupan yang berulang pada  kehidupan masa depan atau kehidupan selanjutnya, menurut Islam merupakan semacam mitos semata. Ada pendapat bahwa, manusia mengalami reinkarnasi, dimana seseorang akan mengalami kehidupan selanjutnya, merupakan kepercayaan selain Islam.  Jiwa manusia yang telah mati semuanya digenggam oleh Sang Maha Pencipta dan tidak akan masuk pada makhluk-makhluk lain setelahnya, sesuai dengan kualitas amal masing-masing dan tidak akan pernah berubah.

Reingkarnasi menganut pemahaman : “jika  seseorang itu baik, maka  jiwanya akan hidup kembali pada periode berikutnya dalam bentuk manusia yang beruntung dan baik. Sebaliknya jika jiwanya jahat, maka akan kembali dalam bentuk jiwa yang jelek pula bisa-bisa masuk ke binatang atau manusia bernasib sial. Hal ini disebabkan,  karena manusia yang baik  belum mendapatkan balasan atas kebaikannya di dunia, maka akan dibalas pada kehidupan berikutnya. Demikian juga manusia jahat yang belum memperoleh balasan atas kejahatannya, akan dibalas pada kehidupan selanjutnya. Semuanya akan dibalas di dunia.

Sementara menurut konsep Islam, apakah seseorang itu baik maupun jahat semuanya akan dibalas di akherat bukan di dunia………………

QS. Huud (11) : 105-108

“Di kala datang hari itu, tidak ada seorangpun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih).  Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.”

Kehidupan manusia tidak akan berulang. Tapi terus melaju ke masa depan untuk dan akhirnya akan menerima balasan atas amal baik dan buruk, kemudian kita semua dikembalikan kepada Sang Pencipta. Kita menempuh episode yang besar dalam sebuah drama kehidupan di dunia. Yang jadi bintang atau pemain drama tersebut adalah diri kita sendiri. Terserah kepada kita apakah kita berperan sebagai orang baik atau orang jahat alias  jelek. Drama yang dimainkan ada episode panjang,   ada yang  menengah, bahkan ada yang pendek. Semuanya tergantung dari sutradara-Nya yaitu Allah SWT.

Waktu yang sudah ditentukan oleh Allah buat manusia tidak akan pernah surut ke belakang, tapi tetap melaju ke masa depan. Siapa yang terlambat, maka waktu tidak akan  pernah menunggu. Waktu seperti pedang, siapa yang tidak bisa memainkan pedang tersebut maka dia akan ditebas oleh pedang itu sendiri. Allah mengingatkan kita agar bisa menggunakan waktu sebaik-baik mungkin.

QS. Al-‘Ashr (103) : 1-3

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa sesungguhya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang beriman dan beramal shaleh. Bagi yang jahat dan tidak memanfaatkan waktu sebaiknya, maka akan mendapatkan balasan yang jahat juga. Orang-orang yang berbuat jahat alias jelek akan menyesal atas perbuatanya. Betapa takutnya orang-orang yang berbuat jahat ketika menghadap Allah SWT, pada hari diperlihatkan seluruh catatan amal-amal di dunia.

QS. Al-Kahfi (18) : 48-49

Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (memenuhi) perjanjian. Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”.

Jelaslah sudah bahwa Islam tidak mengenal apa itu reinkarnasi dan semua berjalan menurut yang sudah ditentukan oleh Allah. Manusia berjalan mengikuti proses dari awal sampai akhir dan tidak akan mengulanginya lagi. Bahkan di akherat nanti, ada manusia yang ingin lagi kembali ke dunia, tetapi Allah tidak mengizinkan karena  Allah sudah menetapkan aturan mainnya demikian……………

(AM) Wallahu’alam.

Komentar
  1. Dangstars mengatakan:

    Betul,,reinkarnasi tidak ada di Islam…


posting teranyar “Heboh….Warnet Jadi Ajang Pesta Ganja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s