QS. Ali-Imran 190-191

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Ayat yang sangat hebat tersebut diturunkan pada Rasulullah saw pada malam hari. Terus, mengapa malam hari? Jawabannya : Waktu malam hari adalah waktu yang ‘hening’ dan ‘penting’. Pada saat itu semua penduduk bumi kebanyakan tidur pulas. Alam semestapun menjadi sunyi senyap. Pada saat itu benda-benda angkasa menampakkan jati dirinya kepada manusia. Secara fisika kepadatan udara pada malam harinya lebih tinggi dibanding siang hari. Artinya baik secara fisik maupun non fisik waktu malam adalah waktu yang sangat bersih dan hening, sehingga bisikan kata-kata dan bisikan hati sangat jelas terdengar oleh ‘rasa’ kita.

Kalau kita perhatikan, sungguh banyak sekali peristiwa yang terjadi pada malam hari.

• Peristiwa Ira’ Mi’raj pada malam hari.

• Seorang yang melaksanakan ibadah haji, waktu mengambil ‘senjata’ kerikil untuk melempar musuh (setan) melakukannya di Muzdalifah pada malam hari.

• Malam Lailatul Qadar (malam yang lebih baik dari seribu bulan) terjadi pada malam hari.

• Turun ayat Al-Qur’an (lima ayat pertama surat Al-‘Alaq)juga pada malam malam.

• Setiap malam menjelang subuh, menurut hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, turun dua malaikat ke langit dunia, dan keduanya berdo’a kepada Allah SWT. Malaikat kanan : “Ya Allah, berikan kepada orang-orang yang suka memberi itu ganti rugi (yang lebih baik)………” Malaikat kiri : “Ya Allah, berikan kepada orang-orang yang kikir itu kemusnahan….”

Shalat sunah yang paling efektif adalah dilakukan pada waktu malam. Menurut Rasulullah saw, pada saat itu ‘jarak’ antara seorang hamba dengan Tuhanya sangat dekat, sehingga banyak do’a yang dikabulkan oleh Allah SWT. Nabi bersabda : “Sesungguhnya di waktu malam itu ada waktu yang sangat mustajab. Tiada seorangpun yang bertepatan dengan saat itu dan ia sedang berdo’a meminta sesuatu kepada Allah baik urusan dunia maupun urusan akherat, melainkan pasti Allah akan memberinya. Dan yang demikian itu berlangsung terus setiap malam.”

“Allah menurunkan perintahNya pada setiap malam ke langit dunia ketika tinggal sepertiga di akhir malam untuk berseru : Siapa yang berdo’a pasti Aku terima, siapa yang meminta pasti Aku beri, dan siapa yang memohon ampun pasti Aku ampuni….” (HR. Bukhari, Muslim)

Manakah ada ajaran yang begitu indah dan mempesona seperti ini? Sayang sekali banyak manusia yang lupa diri dan tak mau menkaji dan memahami tanda-tanda yang sangat banyak berserakan di muka bumi ini. Sungguh tidak berlebihan kiranya kita katakana bahwa : “Shalat malam adalah SENJATA AJAIB dan paling efektif untuk dapat melihat dan mencari solusi semua persoalan dan permasalahan hidup.”

Siapakah di dunia ini yang tidak mempunyai masalah? Semua orang mempunyai dan memiliki dan dekat dengan masalah. Justru dengan memiliki masalah hidup akan menjadi ‘lebih hidup’. Jika seseorang yang tidak punya masalah justru disitulah masalahnya. Hidup akan menjadi hambar dan tidak punya tantangan untuk menyelesaikannya. Allah memberikan persoalan kepada seseorang, untuk mengetahui siapa yang dekat kepadaNya dan siapa yang jauh dariNya……

Lihatlah para Nabi dan Rasul semuanya adalah kekasih Allah. Semua punya ‘permasalahan’ dan permasalahannya lebih besar dari permasalahan yang dihadapi oleh manusia biasa. Kalau para Nabi dan Rasulullah saja punya masalah padahal mereka adalah kekasih Allah, bagaimana dengan kita sebagai manusia biasa yang penuh dengan noda dan dosa ini?

Resep yang diberikan oleh Rasulullah saw tentang bagaimana mencari solusi permasalahan hidup, adalah dengan ‘resep waktu malam’. Tidurlah dan istirahatlah selama 2/3 malam awal. Manusia tentu lelah karena seharian bekerja mencari nafkah atau urusan lainnya. Jangan lupa sebelum tidur kita pasrahkan semuanya kepada Allah SWT, sebagai Dzat yang mematikan dan menghidupkan semua makhluk.

Berdo’alah : “Dengan namaMu ya Allah aku hidup, dan dengan namaMu ya Allah aku mati.”

Inilah kepasarahan yang mendalam seorang hamba kepada Khaliqnya. Andaikan dalam tidurnya ia tidak bangun lagi, memang itu adalah hak Allah untuk mematikan seseorang. Kemudian pada sepertiga malam terakhir kita terbangun dan mengambil air wudhu’ untuk bersuci. Selanjutnya melakukan shalat untuk melepaskan kerinduan kepada sang Khaliq. Insya Allah akan terbuka hijab mata bathin kita untuk menjawab semua permasalahan hidup. Semua permasalahan datang dari Allah dan Allah juga yang akan menyelesaikannya. Persoalan akan tampak kecil jika seseorang dekat dengan Allah dan persoalan akan tampak besar jika manusia jauh dari Allah SWT.

Resep malam hari merupakan resep hati, resep kepasrahan, resep ketawadhu’an, resep kebahagiaan, resep agar hidup menjadi lebih mudah, lebih indah dan lebih bermakna….. Jangan sampai kita ‘terperangkap’ dengan suatu permasalahan, sehingga lupa kepada Sang Penciptanya semua benda dan peristiwa.

QS. Ad-Dukhan (44) : 4 “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”

TD. (Wallahu’alam)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s