Puluhan judul bermunculan, mengiringi terbitnya sebuah buku dengan judul ”The Secret” alias Rahasia, karangan Rhonda Byrne. Buku ini sempat menghebohkan dan menjadi referensi buku-buku motivasi yang terbit setelahnya. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa kesuksesan seseorang bergantung kepada kepahamannya terhadap ‘rahasia’ itu, dan bagaimana menyikapinya.

 

Dalam buku itu Byrne mengaku telah menemukan rahasia besar yang tersembunyi selama ribuan tahun. Barang siapa yang memahami dan menerapkan rahasia itu secara tepat, ia bakal memperoleh apa saja yang diinginkannya. Rahasia itulah yang diterapkan oleh tokoh besar dalam sejarah hingga mereka memperoleh  kesuksesan.

 

Menurut Byrne, alam semesta memiliki mekanisme yang akurat dan mutlak terkait dengan kesuksesan seseorang. Ia menyebutnya sebagai The Law of AttractionHukum Tarik Menarik.

 

Pikiran adalah pemancar gelombang yang bakal memancarkan dan menarik segala sesuatu yang ada di alam semesta untuk menjadi seperti apa yang kita pikirkan. Tak peduli apakah itu positif atau negatif. Berpikir positif akan menarik hal-hal positif dan berpikir negatif akan menarik hal-hal negatif. “Kita adalah apa yang kita pikirkan…”. Begitulah ia menegaskan.

 

Memang terasa sangat menakjubkan, karena kesuksesan seseorang ternyata hanya ditentukan oleh pikirannya. Setiap kali kita berpikir secara tepat mengikuti hukum alam itu, maka dampaknya akan langsung datang kepada kita. Pemikiran semacam ini langsung disambar oleh para motivator sebagai bahan untuk pelatihan–pelatihan motivasi. 

 

Pertanyaannya adalah :

Pertama, benarkah pikiran menjadi penyebab satu-satunya kesuksesan seseorang? Apakah bukan sekedar pemicu atau pintu masuk terhadap proses-proses berikutnya?

Kedua, benarkah berbagai pristiwa itu berjalan mengikuti  hukum tarik menarik semata? Apakah tidak ada hukum lain yang bekerja seperti hukum tolak menolak, hukum resonansi, hukum elektromagnetik dan hukum yang bekerja pada inti, yang dikenal sebagai gaya-gaya nuklir?

Ketiga, trend yang berkembang dewasa ini menunjukkan bahwa alam semesta bukan hanya dikendalikan oleh gaya-gaya : gravitasi, elektromagnetik dan nuklir saja, melainkan oleh gaya yang lebih mendasar yaitu gaya penyatuan alias unification force. Mestinya hukum-hukum yang berlaku juga harus mengacu pada hukum penyatuan itu.

Keempat, lantas dimanakah letak ‘usaha’ dalam mencapai kesuksesan? Jika terjadi kesamaan keinginan antara pihak-pihak yang berbeda, sementara mereka telah menerapkan ‘pola pikir’ yang sesuai dengan   The Law of AttractionHukum Tarik Menarik. Siapakah yang bakal sukses  dan menang? Bisakah dua kandidat presiden, sama-sama menjadi presiden…? Atau Bisakah dua kandidat ketua RT, sama-sama menjadi Ketua RT?

 

Kemudian dimanakah peran Tuhan? Apakah Tuhan sudah tidak lagi memiliki peran dalam mengatur segala kesuksesan yang kita raih?

 

Demikian banyak muncul pertanyaan yang bermunculan terkait dengan pembahasan buku tersebut. Jika tidak diklarifikasi akan menjebab para pembacanya. Dan yang lebih fatal adalah banyak yang merasa takjub karenanya, lantas menelan mentah-mentah sebagai pasangan hidup.

 

Menurut Prof. Abdus Salam, peraih nobel bidang fisika, maupun menurut Prof. Stephen Hawking, pendekar Fisika Modern abad 21 : menunjukkan tren adanya sebuah gaya tunggal. Dan sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an, bahwa seluruh peristiwa di alam semesta ini sebenarnya adalah sekedar ‘tanda-tanda’ terhadap ‘sesuatu’ yang tunggal saja. Barang siapa yang menangkap sinyal-sinyal itu secara holistic, maka ia akan bisa menyingkap rahasia yang menutupinya. Kemudian akan sampai kepada ‘RAHASIA PALING BESAR’ yang berada di balik rahasia alam semesta……….

 

Sang Rahasia itulah rahasia yang sesungguhnya. Dia rahasia dari segala rahasia. Dia menciptakan berbagai rahasia, sekaligus mengendalikannya untuk tetap menjadi rahasia, atau terbongkar kerahasiaannya. Dia pula yang menggenggam seluruh rahasia kesuksesan makhlukNya, termasuk kita semua.

 

Kemana lagi kita mengharapkan untuk mengetahui rahasia kesuksesan hidup kita? Kecuali kepada Dia, Sang Maha Rahasia yang menguasai rahasia…!         

 

QS. AL-An’am (6) : 59

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

 

QS. An-Naml (27) : 75.

“Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

 

 

QS. Al-Hajj : 070

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.”

 

(AM) Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s