APAKAH ‘DULU – SEKARANG – NANTI’ TERJADI BERSAMAAN?

Posted: 2 Agustus 2009 in Umum
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 

Dalam istilah Al-Qur’an, semua peristiwa itu sudah tercatat di dalam server computer induk yang bernama Lauh Mahfuzh. Dengan kata lain peristiwa dulu, sekarang dan masa depan sudah terjadi. Sehingga bisa dikatakan sebenarnya masa depan itu adalah  masa lalu – karena sudah terjadi. Masa sekarangpun sebenarnya adalah masa lalu, karena juga sudah terjadi. Buktinya sudah ada di Lauh Mahfuzh. Jadi ringkas kata masa lalu, sekarang dan masa depan sebenarnya sudah ada semua di dalam computer induk alam semesta ini. Dulu, sekarang dan nanti terjadi secara bersamaan………………

Lantas, bagaimana menjelaskan sejarah yang terjadi dalam hidup kita? Kenapa kita memiliki urutan sejarah seperti ini ; terlahir sebagai bayi – tumbuh menjadi balita – membesar menjadi remaja – semakin tua – kemudian mati?

Dengan mengacu kepada kesimpulan di atas, apakah fase bayi, balita, remaja, tua dan mati itu sudah terjadi secara bersamaan di computer induk alam semesta? Jabawnya : ya.

Tapi bagi kita merasakan itu dalam urutan waktu yang bergerak ke depan. Karena kita sedang berjalan di atas garis waktu. Dari masa lalu menuju masa depan. Akan tetapi seluruh peristiwa yang akan terjadi sudah tersedia di dalam computer induk.

Bisa dibayangkan kita sedang berada di atas conveyor belt alias lantai berjalan atau escalator, meskipun kita berdiam diri di atas conveyor belt, kita akan tetap berjalan ke masa depan. Kita akan menemui berbagai macam peristiwa sepanjang conveyor tersebut.

Disepanjang perjalanan conveyor tersebut, kiri dan kanannya ada antraksi seperti : ada air mancur, robot yang lompat-lompat, ada sinar laser dan sebagainya. Seluruh antraksi sepanjang conveyor tersebut terjadi secara bersamaan atau dioperasikan secara bersamaan. Meskipun bagi kita yang mengendarai conveyor, akan bertemu dengan peristiwa-peristiwa tersebut secara urut seiring dengan waktu, karena conveyor kita bergerak melintasi antraksi itu.

Antara penumpang satu dengan yang lainnya akan mengalami sejarah atau peristiwa yang berbeda-beda, karena disebabkan waktu keberangkatan beda. Ada yang memulainya melihat sinar laser terlebih dahulu, ada yang melihat robot terlebih dahulu dan ada yang melihat air mancur terlebih dahulu dan sebagainya. Dan itupun masih dipengaruhi oleh variasi peristiwanya, karena masing—masing mengalami momentum yang berbeda, sehingga orang yang mengalami peristiwa yang samapun bisa melihat momentum yang berbeda.

Sejarah masing-masing manusia, tergantung kepada urutan yang dibuatnya sendiri dan momentum kejadian yang ditemuinya. Padahal seluruh peristiwa tersebut sebenarnya sudah ada dan terjadi secara bersamaan.

Kalau dicermati bahwa, badan kita sekarang bukanlah badan kita yang satu menit yang lalu.  Rambut berbeda, kulit berbeda, tulang berbeda, sel-sel berbeda dan seluruh yang ada di tubuh kita semuanya beda. Badan kita ini tidak lebih dari onggokan zat-zat kimiawi yang berdiri sepanjang conveyor waktu yang sedang kita kendarai.

Allah adalah Dzat Maha Besar yang meliputi segala sesuatu. Dia adalah ‘Sang Masinis’ yang menjalankan  kereta waktu dimana kita berada di atasnya. Kita sedang bergerak melintasi sejarah kita masing-masing, berupa urutan kejadian di sisi lintasan kereta sedang terjadi secara bersamaan. Kemudian  menjadi sejarah kita dan kita sebut peristiwa itu dulu, sekarang dan nanti.

QS. Faathir (35) : 11

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.”

QS. Hadiid (57) : 22

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

Demikian ayat dalam Al-Qur’an menjelaskan, bahwa seluruh peristiwa suda ada dalam Lauh Mahfuzh, di sisi Allah, Sang Penguasa segala peristiwa. Semua  telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi di depan makhlukNya, sedangkan Allah meliputi segalanya. Allah berada di awal peristiwa, di tengah peristiwa dan di akhir peristiwa……..

QS. An-Nisa’ (4) : 126.

Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.”

QS. Al-Hadiid (57) : 3

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” 

QS. AN-Nur  (24) :  64

“Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya (sekarang). Dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(AM) Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s