Yang dimaksud dengan gerakan universal adalah shalat. Tata cara shalat yang diajarkan oleh Rasulullah saw kepada umatnya adalah tata cara ibadah / menyembah Allah yang sangat sempurna. Tata cara tersebut sangat berbeda dengan agama lainnya.

Allah akan memberikan cahaya kepada orang yang sedang shalat. Gerakan-gerakan shalat yang diajarkan oleh Rasulullah saw, bukanlah gerakan yang tanpa makna. Gerakan yang mengekspresikan kepasrahan seorang hamba yang sangat menakjubkan, dimana sedang memuja, mensucikan, memohon, ataupun melepas rindu kepada sang Maha Pencipta.

Tata cara sembahyang agama lain banyak diamnya, sedangkan shalat yang diajarkan oleh Rasulullah saw justru mempunyai gerakan yang indah dan mempesona. Mengapa tata cara shalat orang Islam mengandung gerakan?

Bisa kita saksikan  debu, tumbuhan, air, binatang, butiran darah, gerak hati, deyut nadi, planet, waktu, siang, malam, angin, tata surya, galaksi, kumpulan galaksi dan sebagainya. Semuanya tidak ada yang diam di tempatnya. Semuanya mematuhi sunatullah masing-masing, sebagai makhluk yang mengabdi dan bertasbih kepada Khaliqnya.

Kalau semua makhluk alam benda menyembah Allah dan bertasbih memujiNya dengan gerakan-gerakan, sangat bisa diterima dan masuk akal jika manusia dalam melakukan pengabdiannya kepada Tuhan seluruh alam ini juga dengan cara bergerak.

“Dinamis adalah tanda-tanda kehidupan. Statis adalah tanda-tanda kematian.”

Begitulah seorang bijak memberikan nasehat. Kita disuruh untuk bergerak dan jangan diam, karena orang lain membutuhkan kita. Karena diam diibaratkan sebuah tumbuhan yang tidak pernah tumbuh, ia akan menjadi kering dan akhirnya mati. Sedangkan tumbuhan yang terus tumbuh terus bergerak dan berkembang menumbuhkan tunas baru. Ia menjadi indah karena lentur dan bergerak, sehingga makhluk lain pun menyukainya. Mulai dari manusia menyukainya sampai pada hewan, bahkan kupu-kupu sangat mencintainya.

Ada beberapa hal inti sari gerakan shalat :

Pertama, Gerakan Pembuka (Awal)

Seseorang yang melakukan shalat akan membuka shalatnya dengan takbiratul ihram. Posisi tangan bergerak ke atas serentang bahu/telinga sambil mengucapkan kalimat agung “Allahu Akbar” (Alla Maha Besar).

Gerakan tangan ke atas melambang seseorang tak berdaya dan takluk kepada sesuatu yang lebih besar dan hebat dari dirinya. Ia akan berserah diri kepada yang Maha Perkasa. Ia takut dengan azabNya sekaligus khawatir tidak mendapatkan cintaNya. Sungguh indah jika seseorang mengerti dengan suasana posisi ini. Ia sedang berhadapan dengan yang sangat ditakutinya, sangat dicintainya, dan sekaligus Dzat yang sangat dirindukannya…..

Setelah takbiratul Ihram, meletakkan kedua tangan di atas perut di bawah dada. Posisi tangan kanan menutupi tangan kiri. Tangan kiri melambangkan keburukan, sedangkan tangan kanan melambangkan kebaikan. Tangan kanan (kebaikan) harus menutupi tangan kiri (keburukan). Dengan melaksanakan shalat yang khusyu’ kita berharap kejelekan dan keburukan amal kita bisa ditutupi oleh amal baik kita. Dengan harapan diakherat nanti timbangan kebaikan lebih banyak dari timbangan keburukannya.

Kedua, Gerakan Harmoni Sepanjang Shalat

Bersamaan dengan shalat, panca indra seseorang yang sedang khusyu’ juga bergerak dengan halus dan lembut. Ini agar tercapai suatu keadaan yang tenang, damai dan teduh dalam audiensinya dengan Allah SWT.

Disinilah terjadi perpaduan yang sangat harmonis dan sangat indah, sehingga timbul kekuatan yang luar biasa yang mempunyai energi untuk bergerak laksana cahaya untuk menuju Allah. Maka dengan khusyu’ shalat seorang hamba bisa bertemu dengan Khaliqnya, hingga tidak berjarak lagi.

QS. Qaf (50) : 16

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.”

Salah satu yang penting direnungi dalam shalat adalah perpaduan gerakan panca indra yang memiliki nilai Kejujuran. Seorang yang khusyu dalam shalatnya ialah orang yang bisa memadukan gerakan bathin dengan gerakan panca indra. Keduanya menyatu dipersembahkan hanya untuk Allah SWT. Jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari tentulah mempunyai nilai yang sangat indah. Apa yang diucapkan selalu sama dengan  di hatinya. Sehingga dalam kehidupan ia memegang nilai kejujuran dengan sepenuh hati.

Setiap apa yang dikatakan / diucapkan oleh mulut akan dibenarkan oleh hati, dan disaksikan oleh mata, pendengaran dan tarikan nafas. Apa saja yang disaksikan oleh mata dan telinganya pasti akan sama dengan apa yang diucapkan, sekaligus akan dibenarkan oleh qalbunya.

Kalau kita misalkan ada seseorang yang berumur 40 tahun. Diperkirakan telah melakukan ibadah shalat 30 tahun. Berarti ia telah melakukan shalat wajib sebanyak :

30 X 360 (harti) X 5 (waktu)  =  54.000 kali

Artinya, ketika sudah berumur 40 tahun, ia telah diberi pelajaran dan dilatih oleh shalatnya tentang KEJUJURAN sebanyak 54.000 kali.

Ironinya dalam kehidupan banyak kita menemui orang yang berusia 40 tahun bahkan lebih, masih bisa mengatakan ‘putih’ padahal mata dan telinganya menyaksikan sebenarnya adalah ‘hitam’. Kadang mulut mengatakan ‘tidak ada’ padahal sebenarnya ‘ada’.

Semoga dengan menyadari hal ini kita semua bisa kembali kepada fitrah manusia yang menjunjung tinggi nilai kejujuran….

Kata Rasulullah saw : “Berkatalah yang benar. Jika tidak bisa, maka diamlah. Karena itulah yang akan lebih menyelamatkan kamu…”

Ketiga, Gerakan Penutup

Gerakan terakhir dari shalat adalah menoleh ke kiri dan ke kanan. Setelah melakukan hubungan yang khsuyuk kepada Allah, seakan hamba lupa dengan manusia lainnya. Kini ia kembali berjumpa denga manusia lain seraya berucap salam.

Gerakan penutup ini arahnya horizontal. ke kanan dulu baru ke kiri. Artinya gerakan shalat ada dua orientasi yaitu vertical dan horizontal. Sehingga bisa dikatakan bahwa orang yang shalat adalah jiwanya mempunyai hubungan yang sangat kuat arah Vertika (Allah) dan mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan arah horizontal (hubungan manusia). (TD) Wallahu’alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s