Ada seorang guru yang bernama Pak Daud, tinggal di sebuah desa. Pagi minggu, dia dan anaknya mencuci mobil di halaman rumah. Dengan penuh kegembiraan mereka mencuci mobil kesayangan mereka. Dengan mobil satu-satunya itulah seluruh aktivitas keluarga dapat diselesaikan dengan baik. Setiap pagi mobil tersebut melesat mengantar anak-anaknya ke sekolah. Tiap hari minggu mobil itu digunakan untuk mengantar isterinya ke pasar.

 

Cukup lama rasanya Pak Daud tidak ganti mobil. Pendapatannya sebagai guru memang pas-pas-an untuk kebutuhan keseharian. Sampai dengan saat sekarang ini ia belum bisa mengganti mobilnya dengan mobil yang lebih bagus.

 

Pada hari lain Pak Daud melihat mobil tetangganya lewat di depan rumah.  Kebetulan mobil tetangga yang lewat itu masih baru dan mengkilat. Secara spontan Pak Daud bergumam “……Ah, kapan ya, saya mengganti ban mobil yang sudah tidak layak pakai ini?”

 

Ketika Pak Daud membersihkan bagian belakang mobil, kembali ia mengeluh, “Kapan lagi saya bisa memperbaiki bodi belakang ini?” Kata Pak Daud sambil terus membersihkan mobilnya yang sudah mulai rusak itu. Kembali Pak Daud mengeluh melihat kursi jok yang sudah mulai robek dan warnanya sudah mulai pudar. Dan ternyata Tape dan radio mobil itu juga tidak berfungsi lagi, karena sudah termakan usia.

 

Saat Pak Daud melamun sedih akibat memikirkan kondisi mobilnya, tiba-tiba hujan deras mengguyur dengan lebatnya. Hujan yang diikuti oleh petir dan angin itu membuat lamunan Pak Daud sirna. Seketika itu juga Pak Daud masuk ke dalam mobilnya untuk berlindung dari hujan.

 

Ketika Pak Daud di dalam mobil tiba-tiba terlihat melintas dua orang, laki-laki dan perempuan setengah baya dan seorang anak kecil yang berumur sekitar 1 tahun. Mereka naik sepeda motor yang butut. Mereka tergopoh-gopoh berhenti dari motornya dan kemudian berlindung di bawah pohon untuk menghindari terpaan hujan. Kebetulan pohon tempat mereka belindung di depan rumah Pak Daud. Wajah mereka nampak kusut, bajunya basah kuyub. Mereka bertiga nampak menggigil kedinginan sambil kedua tangan bersekap di dada. Begitupun dengan kondisi motor yang mereka kendarai penuh dengan lumpur yang menempel di kedua rodanya.

 

Yang menjadi Pak Daud terhenyak adalah anak yang mereka bawa yang berumur 1 tahunan. Melihat adegan tersebut spontan Pak Daud merenung. Ia pandangi mobilnya, kemudian dipandangi pengendara yang sedang berteduh di sebatang pohon depan rumahnya. Aneh… Tiba-tiba saja mata Pak Daud berkaca-kaca. Nafasnya agak memburu menutupi rasa emosi.

 

Pak Daud merasa malu dengan dirinya sendiri. Baru saja ia mengeluh dengan berbagai persoalan kondisi mobilnya. Tiba-tiba saja orang yang kedinginan, mencari perlindungan dari derasnya hujan, sehingga membuat hati iba bagi yang melihatnya.

 

Pak Daud memandang atap mobilnya masih bagus, kokoh dan kuat untuk melindungi dirinya. Setelah itu dia memandang pintu-pintu mobil yang masih bagus dan dapat melindungi dari dinginnya udara. Betapa banyaknya keluarga Pak Daud berhutang budi dengan mobil itu. Bertahun-tahun mobil itu mampu melaksanakan  seluruh aktifitas keluarga Pak Daud.

 

Sambil mengusap sedikit air yang meleleh di sudut matanya, Pak Daud pun tersentak dari lamunannya. Tiba-tiba hujan yang deras menjadi reda. Bersamaan dengan dengan selesainya lamunan Pak Daud, terucap kata Alhamdulillah……………

 

QS. Al-Furqaan : 50

“Dan sesungguhnya kami telah mempergilirkan hujan  itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).”

 

Ketika kita mengikuti peristiwa yang dialami Pak Daud, apa yang terpikir oleh kita? Mungkin kita pernah mengalami hal yang sama walaupun dengan kondisi yang berbeda-beda. Tetapi jika kita mau membandingkan kondisi kita dengan  orang yang jauh lebih sengsara dari kita, Insya Allah kita akan mampu mengucapkan Alhamdulillah

 

Berkat dua pengendara sepeda motor tersebut beserta anaknya, Pak Daud  mampu melihat ke dalam dirinya.

pertanyaannya adalah

  1. Siapakah yang mengirim angin yang kencang sehingga hujan  deras turun di daerah rumah Pak Daud?
  2. Mengapa ada dua pengendara beserta anaknya berteduh di depan rumah Pak Daud yang lagi mengeluh?
  3. Mengapa hujan turun tepat kedua pengendara itu beserta anaknya berada di depan rumah Pak Daud?
  4. Mengapa ada pohon yang besar di depan rumah Pak Daud?
  5. Mengapa hujan hanya sebentar, seolah-olah hujan turun diperuntukkan menjawab lamunan Pak Daud?
  6. Apakah semua itu berjalan secara kebetulan saja………? (Subhanallah) Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semuanya diatur oleh yang Maha Kuasa. Semua peristiwa diciptakan oleh Allah dengan nilai manfaat yang luar biasa untuk kepentingan manusia.

Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s