AKU YANG SELALU MENCINTAIMU……………………..

Posted: 25 Juli 2009 in Umum
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 

Seorang yang bernama pak Balam dan isterinya, adalah sepasang suami isteri yang baru dikaruniai seorang anak setelah keduanya berusia agak lanjut. Betapa bersyukurnya mereka berdua. Sebab setelah sekitar Sepuluh  tahun menikah, barulah harapan mereka terpenuhi, sehingga ketika anak mereka berusia sekitar sepuluh tahun, usia Pak Balam dan Bu Balam menginjak sekitar umur lima puluh tahun.

 

Bu Balam begitu kepikiran. Setiap menonton acara di televise, terutama yang berkaitan dengan sikap anak-anak kepada orang tuanya yang tidak berbakti, kasar dan sikap yang tidak terpuji lainnya. Hati Ibu Balam semakin resah, apalagi tetangga Bu Balam di sebelah rumah sering bertengkar dengan ibu kandungnya sendiri yang usianya sudah lanjut. Maka semakin menambah khawatir hati Bu Balam. Ia selalu berdo’a agar anaknya kelak menjadi anak shaleh dan selalu berbakti kepada orang tua. Begitu sensitifnya Bu Balam, sehingga selalu berpikir kalau mereka sudah lanjut usia, bagaimana sikap anaknya kelak?

 

Pada suatu malam. setelah Bu Balam melakukan Shalat malam. Sambil merenung dan memikirkan bagaimana dengan anaknya kelak terhadap kedua orang tuanya. Ia mengambil alat tulis dan beberapa lembar kertas. Bu Balampun mulai menulis surat buat anaknya, kalimat demi kalimat ditulisnya dengan tangan yang agak gemetar. Sehingga tak jarang ia mengusap air mata yang mulai berjatuhan. Ia akan menyimpan surat tersebut. Selanjutnya ia berharap dan selalu berdo’a bahwa pada suatu  saat yang tepat nanti, anaknya akan membaca surat itu.

 

Surat tersebut berbunyi :

“…..Anakku, bila suatu saat kelak engkau dapati aku dan ayahmu sudah lanjut usia, jangan engkau perlakukan kami sebagai orang tua yang tidak berguna. Mungkin saja pada saat itu aku dan ayahmu sudah menjadi orang yang sering lupa, yang mungkin saja membuatmu malu pada isterimu. Ingatlah anakku, ketika engkau masih kecil, ketika engkau tidak bisa dan belum tahu apa-apa, aku dan ayahmulah yang mengajarkan segala hal padamu”.

 

“Ketika suatu saat nanti engkau dapati kami berdua tidak bias menopang tubuh kami yang mungkin sudah renta, jangan malu menuntun kami. Bantulah kami seperti ketika kami mengajari engkau berjalan saat usiamu satu tahun. Sungguh kami seharian tidak kenal lelah mengajari engkau berjalan. Canda ria dan tawa bersama, selalu kita lalui saat itu dengan penuh rasa bahagia”.

 

“Anakku, demikian pula ketika suatu saat akan engkau dapati kami berdua sakit, sehingga kami tidak bisa makan sendiri, jangan malu dan enggan untuk merawat dan menyuapi kami, ingat waktu dulu engkau sering sakit dan kami selalu berebut untuk menyuapimu, agar kamu cepat sehat kembali”.

 

“Anakku, sungguh tidak banyak yang kami inginkan darimu. Senyumanmu, perhatianmu dan ketulusanmu kepada kami ketika kami sudah tua nanti, adalah cahaya yang akan menyejukkan hati kami. Karena engkaulah buah hati kami satu-satunya. Kami terlalu menyayangimu anakku”.

 

“Anakku, bila saatnya tiba nanti, dan ternyata Allah memanggilku terlebih dahulu, rawatlah ayahmu dengan penuh cintamu. Perlakukan ia dengan sabar, penuh perhatian dann juga cinta kasih. Perlu kamu ketahui anakku, ketika kamu masih kecil dulu, begitu sayangnya ayahmu kepada dirimu. Ia sangat sabar merawatmu, kemana saja kamu digendongnya dan ditimangnya dengan penuh kasih sayang, bahkan cintanya kepadamu melebihi cintanya terhadap diriku sendiri”. Rawatlah ayahmu seperti ia merawatmu dahulu. Jangan engkau berkata kasar padanya, karena Allah tidak redha jika ada anak yang berlaku kasar pada orang tuanya”.

 

Kalau pada suatu saat ia tidak bisa memakai baju sendiri, jangan cemoohkan dia, tetapi bantulah dengan kasih sayangmu. Wajah ceriamu, keberadaanmu di sampingnya merupakan obat mujarab baginya.”

 

……..Terima kasih anakku, kerjakanlah semua dengan tulus dan ikhlas dengan cara berbaik sangka, semoga Allah akan memberikan cintaNya kepadamu dan kepada anak isterimu, setelah tiba saatnya kamu berkeluarga.

 

 

Aku yang selalu mencintaimu……………..

 

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb

 

 

Ibumu   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s