Pada suatu hari, suasana di sebuah sekolah taman kanak-kanak cukup tenang. Ada seorang anak bernama Titin bertanya pada gurunya. “Binatang apa yang paling besar Bu?”  Kata si Rina Harimau dan kata si Rani binatang yang paling besar adalah Singa!

“Titin, Rina temanmu benar. Saat Rina melihat harimau di sana ada kera, ada burung, ada kucing dan lainnya yang lebih kecil dari harimau. Maka Rina berkata harimaulah binatang yang paling besar. Sedangkan temanmu Rani, ia juga benar. Saat ia melihat singa ada di sampingnya ada kijang, kangguru, kelinci, ular dan burung. Maka Rani mengatakan binatang yang paling besar adalah Singa. Jadi besar kecil itu tergantung kepada apa yang dibandingkan.”

Kita ketahui bahwa dalam berinteraksi dengan manusia lain, seseorang yang mengamati persoalan hidup baik di bidang ekonomi, social, budaya, politik atau pada tataran yang abstrak misalnya : cinta kasih, rindu, puas, setuju  dan sebagainya, selalu membandingkan antara dirinya, kelompok, lembaga, isntitusi, Negara atau kehidupan keluarganya dengan kelompok atau pihak lain.

Dengan membanding inilah yang menyebabkan seseorang akan merasa lebih tentram, lebih baik, lebih buruk, lebih tekun, atau perasaan perbandingan lain. Sifat-sifat emosional inilah yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Apakah dia bisa disebut berhasil atau tidak dalam kehidupannya?

Dalam kaidah matematika terjadi suatu logika perbandingan sebagai berikut :

  1. Menjadi lebih besar karena dibandingkan dengan bilangan yang lebih kecil.
  2. Menjadi lebih kecil karena dibandingkan dengan bilangan yang lebih besar.
  3. Tetap, karena dibandingkan dengan bilangan yang sama dengan dirinya.

Dalam kehidupan ini banyak sekali konsep perbandingan yang berlaku. Sebutan-sebutan yang sering muncul seperti : tingi, rendah, tua, muda, kaya, miskin, pintar, bodoh, besar, kecil dan sebagainya. Disinilah letak keindahan dan kebesaran ciptaan Allah Rabbul’alamin.

Lihatlah permukaan bumi menjadi indah karena ada gunung dan ada ngarai,  ada bukit dan ada lembah. Demikian juga dengan lautan yang mestinya airnya rata, tetapi oleh Allah didatangkan angin untuk membuat riak, gelombang dan alun-alun… Maka kembali dunia lautan menjadi indah karena adanya variasi dan perbedaan permukaan.

Tentu maksud Allah menciptakan segala sesuatu yang sangat bervariasi dalam kehidupan ini, adalah untuk menguji siapa yang Sabar dan siapa yang bersyukur diantara hamba-hambaNya.

Rasulullah Saw memberikan pelajaran yang berharga tentang perbandingan ini :

“Jika masalah harta, maka pandanglah ke bawah, agar kalian selalu mensyukuri nikmat yang ada pada dirimu. Sebaliknya, jika masalah Ilmu (agama), maka pandanglah ke atas, agar kalian terpacu untuk menuntut ilmu lebih tinggi lagi. Karena apa yang kau miliki sebenarnya hanya sedikit sekali.”

Artinya :

  1. Sebenarnya harta yang kamu miliki adalah banyak sekali. Karena itu, bersyukurlah! Lihatlah harta yang dimiliki saudaramu yang kemampuannya berada di bawahmu. Bertambah engkau bandingkan terhadap orang yang tidak punya apa-apa, maka semakin bertambah banyak harta yang kau miliki.
  2. Sebenarnya ilmu yang kamu miliki adalah sangat sedikit. Lihatlah orang-orang alim yang sholeh dan bijaksana. Betapa tinggi ilmu, betapa sholeh kehidupannya. Karena itu teruslah mencari ilmu agar kamu lebih dapat meningkatkan keimananmu. Bertambah engkau bandingkan dengan orang-orang yang tinggi ilmunya, maka bertambah sedikit ilmu yang kau miliki.

Itulah sebuah ilmu hikmah yang diajarkan oleh Rasulullah yang sangat indah dari junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s