SETIAP ORANG SEHARUSNYA BERPERAN SEBAGAI “SENIMAN”

Posted: 23 Juli 2009 in Umum
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kenapa demikian? Karena pada hakikatnya setiap orang menyukai keindahan. Allah SWT  menciptakan alam raya ini, baik yang ada di dalam bumi maupun yang melayang di angkasa raya, semua sangat indah mempesona. Dalam penciptaan tersebut tidak akan ditemukan cacat sedikitpun, semuanya sempurna dan seimbang. Perhatikanlah dengan seksama! Allah yang Maha Pencipta dan Maha Kreatif tersebu, Dia telah “melukis” alam  dan “mengukir” persoalan manusia begitu indahnya. Semua mengandung makna dan hikmah yang sangat tinggi nilainya.

Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran). (QS. An-Naml : 60)

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.

(QS. Al-Mulk : 3-4)

Manusia adalah ciptaan dari Allah. Siapapun yang dekat dengan Allah, maka akan “ketularan” sifat indah Allah. Ia akan mudah berkreasi karena Allah Dzat yang Maha Kreatif. Ia akan menyukai keindahan dan tidak akan merusak lingkungan yang sudah tertata rapi ini. Seniman sejati adalah orang yang mendapatkan sifat lembut dan halusnya Allah sebagai Al-Latif  (Dzat yang Maha Halus dan Tersembunyi).

Tentu seorang seniman sangat peka dengan lingkungannya. Ia sangat halus budi pekertinya. Dia juga sangat peduli terhadap hamba Allah lainnya yang membutuhkan uluran tangannya.

Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (QS. Thahaa : 44)

“Barang siapa yang tidak memiliki kelemahlembutan, maka hilanglah darinya kebaikan (HR. Muslim)

“Berlemah lembutlah engkau, jauhi sikap kasar dan keji. Lemah lembut adalah perhiasan bagi seseorang. Dan tidaklah sifat lemah lembut itu apabila hilang dari diri seseorang maka akan nampaklah aibnya”(HR. Muslim)

Bagaimana sifat lemah lembut Rasulullah saw terhadap pembantunya?

Anas ra berkata :

“Aku menjadi pembantu Rasulullah saw sejak berusia delapan tahun, namun aku tidak pernah dicela oleh beliau atas kelalaianku yang mengakibatkan rusaknya barang. Jika ada salah seorang dari keluarganya mencelaku, beliau berkata: Jangan cela dia, karena setiap sesuatu itu jika dikehendaki Allah SWT pasti terjadi.”  (HR. Muslim)

Dan merupakan do’a Rasulullah saw berkaitan dengan sifat lemah lembut seseorang.

“Ya Allah, barang siapa memimpin perkara umatku dan ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah ia. Dan barang siapa yang memimpin perkara umatku dan ia lemah lembut kepada mereka, maka kasihanilah ia” (HR. Muslim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s