Pagi itu, matahari begitu indahnya menerobos dedaunan sebatang pohon di sebuah dusun pinggir kota. Tampak seorang anak dengan kecil berjalan dengan seorang  setengah baya menuju pematang sawah. Ketika mereka berjalan melintasi pohon tersebut, tiba-tiba seperti terkejut beberapa ekor kelalawar berterbangan tidak tentu arah. Rupanya kelalawar itu terkejut karena lewatnya dua orang anak manusia yang sedang lewat dekat mereka lagi tidur. Kelalawar terbang kesana-kemari tidak tentu arah. Ternyata sinar matahari telah mengacaukan penglihatan mereka.

Sang anak menyaksikan kejadian aneh itu, bertanya pada Bapaknya : “Pak, mengapa para kelalawar itu terbang tidak tentu arah? Bahkan ada yang menabrak pohon tempat mereka tidur. Bukankah penglihatan kelalawar itu tajam dan jeli? Bahkan di tempat yang gelap pun mereka bisa terbang dengan cepat dan lancar. Tetapi kenapa sekarang mereka tidak bisa melihat benda-benda yang ada di depannya?

Sang Bapak menjawab “Nak mereka itu adalah binatang malam. Justru penglihatan mereka lebih jelas ketika hari telah malam. Justru pada hari yang terang benderang penglihatan mereka jadi kabur, bahkan tidak bisa melihat lagi”.

“Ah… kenapa binatang itu aneh Pak, pada hari gelap mereka bisa melihat sedang hari terang mereka justru tidak bisa melihat?”

“Nak, saya pernah mendengar kata Ustadz, katanya kelalawar itu sengaja diciptakan oleh Allah agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya. Betapa banyak manusia buta dan tidak bisa melihat, saat justru mereka dalam keadaan terang benderang. Ketika sehat, ketika banyak rezekinya, ketika keluarganya gembira, ketika naik jabatan, ketika ilmunya meningkat……Justru            saat itu mereka tidak bisa melihat kelebihan yang ada pada dirinya. Itulah saat-saat terang benderang bagi mereka, tetapi mereka tidak bisa merasakan hal itu. Tetapi ketika mereka sedang sakit, sedang tertimpa musibah, ketika rezeki sedang turun, ketika sedang gelap ……. Barulah tampak nikmat Allah yang begitu besar. Anakku itulah keadaan nol bagi manusia. Ketika semuanya telah menjadi nol, baru tampak nilai hidup sesungguhnya. Hanya orang yang bersikap hati-hati sajalah yang terpelihara dari hal semacam itu. Karenanya mumpung kita masih sehat, mumpung masih ada kesempatan, mumpung masih ada kelebihan rezeki,  marilah kita berbuat sebaik mungkin. Manfaatkan waktu kita untuk berbuat baik bagi orang lain. Insya Allah, Allah akan meredhai perjalanan hidup kita….. amin. ”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s