Pada  waktu istirahat  di sebuah sekolah  seorang murid bertanya kepada gurunya : “Pak, sekarang ini kondisi masyarakat kita kok seperti ini ya, di mana-mana terjadi kekerasan. Saling mencaci, memaki, memusuhi, hasut ada yang saling membunuh. Saya  melihat itu semua menjadi ngeri. Orang tua saya mengatakan negeri ini dulunya aman dan tentram serta masyarakatnya saling bantu membantu sementara sekarang antar tetangga tidak saling kenal mengenal … Trus dimana letak salahnya ya pak?”

“Hai anakku, inilah kehidupan. Dulu saya juga berfikir demikian agar negeri ini menjadi aman, tentram, damai, dan sejahtera. Harapan saya ternyata salah, karena kehidupan tidak bisa diramal disebabkan banyak faktor yang mempengaruhinya”.

“Anakku , lihatlah filosofi jalan raya itu. Kadang ramai dan kadang sepi, sehingga sulit untuk memperkirakannya. Begitupun dengan kehidupan, kadang kita mendapatkan hal yang baik serta menyenangkan dan terkadang timbul rasa takut dan khawatir. Anakku mungkin manusia sudah ditakdirkan semakin hari semakin lupa diri, padahal tidak sedikit orang yang mengerti dan mempunyai ilmu yang tinggi”.

“Anakku. Sekarang ini semakin banyak orang yang pintar, tapi kepintarannya hanya sebatas ilmu pengetahuan dan belum mengaplikasikannya dalam kehidupan. Sungguh banyak orang yang mempunyai ilmu agama tetapi hanya sebatas ilmu saja. Sungguh sangat mengkhawatirkan……..”

“Wahai Anakku, agama adalah perilaku. Lihatlah Rasulullah saw, beliau memberi ilmu dan mengajari ilmu kepada sahabatnya, sekaligus menjadi contoh tauladan bagi sahabat-sahabatnya. Rasulullah saw tidak sekedar berteori, tapi langsung mempraktekkan dan dengan melakukannya hati bisa menjadi lembut”.

“Coba lihat sholat, sholat bukan berdiri saja berdo’a tetapi juga gerak. Kadang berdiri, kadang duduk, kadang rukuk, kadang sujud serta menoleh kiri dan kanan. Itulah cermin perilaku! Apalah artinya ilmu tinggi, jika perilaku salah….”

“Anakku, semakin hari orang semakin lupa dengan negeri akhirat. Dimana negeri itu manusia hidu milyaran tahun, sementara manusia sibuk merebutkan dunia yang hanya berumur paling seratus umur manusia.”

“Islam mengajarkan kita harus punya harapan, sementara orang kafir tidak punya harapan. Orang kafir membuat perencanaan hanya di dunia saja, sedangkan kita membuat perencanaan sampai ke akherat yang dinanti-nantikan oleh orang beriman. Anakku hanya orang-orang pintar sajalah yang bisa Sabar.”

“Hai anakku, Janganlah engkau risaukan dengan kondisi zaman seperti ini. Tetaplah bersemangat mencari ilmu yang sebenarnya dan dengan ilmu itu engkau bisa aplikasikan dalam kehidupan ini. Ilmu yang benar adalah ilmu yang bisa mengantarkan engkau pada Allah SWT, karena ilmu itu berasal dari Allah sebagai pemiliknya.”

“Sekarang belajarlah untuk mendapatkan ridho Allah. Orientasikan seluruh aktifitasmu hanya mendapatkan redho Allah jangan  karena yang lain. Anakku, bersabarlah…. O ya sebentar lagi  engkau belajar apa?”

“Kami belajar Matematika Pak”.

“Anakku, ilmu matematika juga berasal dari Allah. Kita disuruh belajar ilmu hitung agar kita mengerti dan faham, sebenarnya siapakah diri kita ini? Sudah berapa umur yang kita habiskan? Sudah berapa banyak nikmat Allah kita gunanakan baik untuk beramal maupun untuk masksiat padaNya?  dengan bisa berhitung, maka kita akan mengetahui berapa dosa-dosa yang telah kita lakukan  sementara nikmat Allah tidak terbatas jumlahnya.”

“selain kita belajar ilmu, maka kita juga harus belajar mengasah hati kita agar tidak tumpul untuk mengenal Allah. Agar kita peduli dengan semua permasalahan yang ada di sekitar kita. Selamat belajar anakku… semoga ilmu yang engkau peroleh mendapat berkah dari Allah …. Amin………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s