Telah meninggal seorang yang terkenal di kotanya sebut saja nama Pak Jek. Pak Jek tidak saja terkenal di kotanya tetapi juga  di negaranya bahkan di seluruh dunia orang mengenalnya. Derap langkah pelayat serta isak tangis melepas kepergian Pak Jek. Ribuan orang menyaksikan prosesi pemakamannya, hal ini membuktikan bahwa dia adalah seorang yang terkenal dan dihormati. Jutaan manusia di dunia telah kehilangan seorang pahlawan, ada yang mengatakan akan sulit mencari orang seperti Pak Jek.

Sehari, seminggu, sebulan, setahun, bahkan ratusan dan ribuan tahun tidak terasa perjalanan waktu. Waktu telah meninggalkan manusia sehingga manusia tidak ada pilihan dari perjalan waktu tersebut kecuali harus menerima catatan baik atau buruk.

Pada hari yang sudah dijanjikan oleh Allah, dimana semua manusia dibangkitkan dari tidur yang panjangnya. Hari itu tidak ada wajah yang gembira, semuanya takut dengan amalnya sendiri sambil berfikir mendapat kebaikan atau keburukan. Semua manusia tegang menunggu keputusan yang Maha Agung. Tidak ada lagi yang bisa membantu kecuali amal, tidak berlaku lagi sogok menyogok, tidak ada lagi koneksi dan tidak ada lagi sanak famili, semuanya bertanggung jawabn atas dirinya masing-masing.

Tibalah saat yang mendebarkan itu dimana satu per satu dipanggil untuk menghadap Sang Raja. Akhirnya sampai kepada giliran Pak Jek untuk menghadap Sang Raja Yang Maha Perkasa. Ketika Pak Jek dipanggil dengan rasa bangga dan berkata “Ya Tuhanku masukkan aku ke dalam surgamu sebagaimana yang engkau janjikan kepada pejuang yang gagah berani membela tanah air, agama sehingga aku pantas digolongkan orang yang mati syahid”. Pak Jek begitu yakin dengan argumennya karena dia merasa hebat dan dihormati oleh orang banyak.

Tiba-tiba ada pertanyaan “Wahai Jek, untuk siapa engkau korbankan jiwamu?” Mendengar pertanyaan tersebut Jek sangat terkejut. Maka dengan rasa takut dia menjawab “Aku berjuang karena Engkau Tuhanku, sehingga aku rela mati di jalanmu”.

Kembali terdengar suara…… yang  membuat bulu kuduk pendosa meremang, bahkan ada yang tersungkur karena rasa takutnya.

Hai pahlawan engkau berdusta! Engkau mati bukan karena Aku. Engkau berani mati karena minta di puji oleh orang lain dan disebut sebagai pahlawan. Engkau berjuang gagah berani agar orang mengatakan engkau adalah orang yang seharusnya jadi panutan serta untuk mendapatkan sanjungan. Tidak ada dalam hatimu engkau berjuang untuk Aku. Engkau pendusta besar!

Semuanya telah engkau dapatkan di dunia. Engkau telah mendapat sanjungan dan pujian bahkan ada yang menaikkan bendera setengah tiang. Bahkan namamu harum dicatat sejarah sebagai seorang pejuang.

Pada hari ini…. Engkau tidak akan mendapatkan apa-apa lagi kecuali penyesalan. Sungguh pada hari itu tidak satupun manusia yang berani menengadahkan kepalanya, semuanya tertunduk rasa penyesalan sementara mata hari begitu panas menyengat karena jaraknya sangat dekat.

Selanjut ada suara panggilan yang memanggil nama seseorang. Maka majulah orang tersebut dengan langkah yang mantap untuk menghadap. Orang itu berkata “Namaku sebut saja Buyung. Aku adalah seorang yang alim, ahli dibidang ilmu pengetahuan. Aku belajar ilmu dan membaca Alqur’an kemudian aku sebarkan kepada manusia lainnya sehingga aku menjadi terkenal. Aku membaca kitabMu dengan suaraku yang merdu sehingga orang terkesima jika mendengarku membaca Alqur’an. Aku ajarkan kepada manusia untuk berbuat baik dan aku sampaikan agar mereka jangan berbuat kemungkaran. Ya Tuhanku masukkan aku ke dalam surgaMu bersama orang-orang yang Engkau kehendaki….”.

“Tidak Engkau bukanlah hambaku yang ikhlas! Hai Buyung Aku mengetahui apa yang ada di dalam hatimu. Hai orang yang gila pujian engkau telah berdusta! Engkau mengamalkan ilmu agar engkau dikatakan orang yang alim, seorang ulama dan orang yang dihormati. Engkau membaca Alqur’an yang merdu agar engkau mendapat pujian dan penghargaan. Bukankah  semuanya telah engkau dapatkan di dunia. Gelar, kehormatan, sanjungan dan pujian telah engkau dapatkan semuanya…

Berikutnya tibalah giliran orang selanjutnya untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia. Dia adalah sebut saja Bujang sang dermawan. Dia sangat percaya diri bahwa dia akan dimasukkan ke dalam surga. Waktu menghadap dia mengingat-ngingat amalnya yang banyak karena telah membantu orang lain yang kesusahan. Dia berkata “Ya Tuhanku namaku Bujang sang dermawan, sering membantu orang yang sedang kesusahan. Satu persatu disebutnya nama-nama orang yang pernah dibantunya.

“Bujang, benarkah apa yang engkau katakana? Apakah engkau sadar bahwa Aku mengetahui semua yang engkau lakukan?

“Ampun Tuhanku, ampuni aku Tuhanku”

“Hai Bujang engkau berdusta!  Engkau membantu manusia bukan karena Aku. Engkau membatu mereka karena engkau ingin  mendapatkan pujian dan sanjungan dari mereka. Tidak Bujang engkau bukan ikhlas karena Aku. Kehormatan dan sanjungan telah engkau dapatkan di dunia. Pada hari ini engkau tidak mendapatkan lagi RahmatKu. SurgaKu  hanya pantas untuk orang-orang yang ikhlas karena Aku.

Inti persoalan ketiga dialog di atas tentang keikhlasan hati. Justru keikhlasan inilah yang sering dilupakan oleh sebagian besar manusia. Banyak diantara kita yang telah merasa beramal kebajikan. Ketika hati kita berpaling dari Allah maka semuanya akan sirna!!!

Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. (An-Nisaa’ : 146)

Ya Allah… bimbinglah kami, pertemukan kami denganMu di setiap saat dan waktu, agar kami bisa mendapatkan cahayaMu. Amin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s