PERMUSUHAN YANG MENEMBUS BATAS BAG-2

Posted: 17 Juli 2009 in Umum
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pertanyaan Nabi ke 4 – “Hai Iblis! Apakah yang pertama kamu tipu terhadap manusia?” Jawab Iblis – “Pertama  yang saya palingkan adalah keimanan mereka agar menjadi kafir baik dari  segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak bisa juga, saya akan berusaha menarik mereka dengan cara bermalas-malasan sehingga dapat mengurangi pahalanya nanti lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut  jalan saya”

Pertanyaan Nabi ke 5 – “Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana dengan kamu?” Jawab Iblis – “Merupakan suatu kesusahan yang besar bagi  saya. Gementarlah badan saya dan lemahlah tulang dan sendi saya. Maka saya kerahkan berpuluh-puluh iblis datang untuk menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Sebagain datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, memikirkan pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, senatiasa supaya cepat selesai solat, hilangkan khusyuknya – matanya senantiasa melihat ke kiri dank e kanan, telinganya senantiasa mendengar orang berbicara serta bunyi-bunyi yang lainnya. Sebagaian Iblis duduk di belakang badan orang yang sholat itu supaya dia tidak kuasa sujud lama-lama, capek atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senatiasa ingin cepat selesai sholat, itu semua membawa kepada kurang pahala. Jika para Iblis yang diutus itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka saya sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman”

Pertanyaan Nabi ke 6 – “Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, apa  yang kamu rasakan?” Jawab Iblis – “Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuh saya, putus-putus segala urat saya lalu saya lari menghindar darinya.”

Pertanyaan Nabi ke 7 – “Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, apa  yang kamu rasakan?” Jawab Iblis – “Binasalah diri saya, gugurlah daging dan tulang saya karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya”

Pertanyaan Nabi ke 8 – “Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana kondisi kamu?” Jawab Iblis – “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepada saya. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan sekalian Malaikat menyambut dengan kesukaan. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hati saya adalah segala isi langit dan bumi; yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan keampunan orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa adalah dibebaskan sepanjang masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umat kamu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan ganasnya menangkap saya dan tentara saya; jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana juga beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umat kamu berpuasa barulah saya dilepaskan dengan pesan agar tidak mengganggu umat kamu. Umat kamu sendiri  merasa ketenangan saat berpuasa sebagaimana  mereka bekerja dan sahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut  seperti bulan biasa.”

Pertanyaan Nabi ke 9 – “Hai Iblis! Bagaimana penilaianmu terhadap sahabat-sahabatku?” Jawab Iblis – “Sekalian sahabat kamu merupakan sebagai musuh yang besar juga bagi saya. Tiada kekuatan saya melawan mereka dan tidak ada satupun  tipu daya yang dapat masuk kepada mereka.  Kamu sendiri telah berkata dimana “Sekalian sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikut mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.” Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersama kamu,  tidak dapat  saya goda apalagi ketika sudah berdampingan dengan kamu. Beliau begitu percaya atas kebenaran kamu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan kamu sendiri telah mengatakan jika ditimbang sekalian isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Ditambah lagi dengan  dia telah menjadi mertua kamu karena kamu nikah dengan anaknya,  Aisyah yang juga banyak menghafal Hadist kamu.  Umar Al-Khattab juga tidak berani saya melihat wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan sebenarnya. Jika saya pandang wajahnya, maka gementarlah segala tulang sendi saya karena sangat ketakutan. Hal ini dikarenakan imannya sangat kuat apalagi kamu telah mengatakan, “JIKALAU adan Nabi sesudah aku maka Umar bisa menggantikan aku” karena dia adalah orang harapan kamu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.  Usman Al-Affan juga tidak bisa saya goda, karena lidahnya sentiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantu kamu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang nyelawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga kamu mengatakan,”Barang siapa menulis Bismillahirrahmanirrahim pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid”.  Ali Bin Abi Talib pun tidak bisa saya dekati. Saya sangat takut karena kehebatannya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan dan alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah serta beliau adalah anak-anak pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada berhala-berhala. Ali Digelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan kamu sendiri berkata “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya”. Ditambah pula dengan dia menjadi menantumu, bertambah juga  kengerian saya kepadanya.

Pertanyaan Nabi ke 10 – “Bagaimana tipu daya kamu kepada umatku?” Jawab Iblis – “Umat kamu itu ada tiga macam. Pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril  “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat” Yang kedua umat kamu seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan redha dengan karunia dari Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan melakukan kebajikan. Yang ketiga umat kamu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka saya pun bersuka cita lalu masuk kedalam badannya, saya putarkan hatinya ke lautan durhaka dan saya tarik ke mana saja mengikuti keinginan saya. Jadi dia senantiasa sibuk dengan kehidupan  dunia dan tidak mau menuntut ilmu, tidak ada waktu melakukan amal ibadah, tidak mau mengeluarkan zakat. Si miskin  saya goda dengan cara dia  minta kaya dulu, dan jika diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka saya lupakan dia beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istananya. Bila umat kamu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa sibuk akan hartanya dan sebagaian asyik ingin merebut dunia harta, sombong terhadap manusia, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya pada  kemaksiatan, tempat judi dan pelacuran”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s