PERJALANAN YANG FENOMENAL

Posted: 17 Juli 2009 in Umum
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Suatu ketika, malam 27 Rajab Rasulullah Muhammad saw sedang bertafakur di Masjidil Haram. Waktu itu Rasulullah saw sedang menjalani tahun ke- 11 masa kenabiannya. Kondisi perjuangan Islam dalam masa-masa paling sulit. Umat Islam diboikot oleh kaum Quraisy. Perdagangan dan berbagai interaksi sosial ekonomi umat diisolasi dan sangat dibatasi. Dalam kondisi demikian paman dan isteri Rasulullah saw yang senantiasa gigih mendukung perjuangan Nabi pun wafat dipanggil oleh Allah SWT. Nabi benar-benar dalam kondisi jiwa yang sangat tertekan.

Di saat-saat seperti itu Rasulullah saw lantas meningkatkan zikir dan tafakurnya kepada Allah, Sang Maha Perkasa dan Maha Penyanyang. Rasulullah saw melakukan perenungan di Masjidil Haram, seperti yang sering dilakukan di Gua Hira’ pada masa sebelum kenabian. Ketika malam semakin larut mendekati tengah malam suasana Masjidil Haram semakin sunyi sementara Nabi mencapai puncak kekhusukannya.

Tiba-tiba muncul malaikat Jibril dari ufuk yang tinggi. Badan Jibril memenuhi penglihatan Nabi. Jibril terus mendekati Nabi sampai jarak satu busur anak panah atau lebih dekat lagi. Begitula cara Jibril memperlihatkan diri aslinya kepada Nabi dalam menyampaikan wahyu dari Allah.

Allah berfirman :

Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. Sedang dia berada di ufuk yang tinggi.  Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi. Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).  Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. (An-Najm : 5-11)

Setelah dekat Jibril menyampaikan wahyu Allah berupa perintah bahwa disuruh mengajak Rasulullah saw melakukan perjalanan luar biasa yang belum pernah dilakukannya, yang kita kenal dengan Isra’ Mi’raj.

Rasulullah saw lalu diajak mensucikan dirinya, sebelum berangkat. Dalam berbagai kisah diceritakan hati Rasulullah saw disucikan oleh Malaikat Jibril menggunakan Air Zam-zam, sebagai persiapan untuk melakukan perjalanan menuju Allah. Setelah itu maka keduanya melesat dengan menggunakan Buraq menuju Palestina yang berjarak sekitar 1500 km dari Mekkah. Perjalanan itu hanya membutuhkan hanya setengah malam saja. Seandainya menggunakan unta atau sejenisnya maka dibutuhkan waktu berbulan-bulan. Perjalanan Rasulullah saw dengan Jibril itu tidak hanya sebatas Palestina, tetapi langsung naik ke langit ke tujuh dan sebelum subuh sudah kembali lagi di Mekkah.

Berita ini membuat orang gempar penduduk Mekkah pada waktu itu. Bukan saja orang-orang kafir tetapi juga sebagian orang Islam yang lemah imannya ragu dengan Rasulullah saw. Berita tersebut  telah menjadikan masyarakat terpecah tiga golongan. Yang pertama, mereka yang mencemoohkan, kebanyakan dari mereka dari orang-orang kafir. Yang kedua, mereka yang ragu-ragu dalam kelompok ini terdiri dari orang islam dan orang kafir. Yang ketiga, mereka yang yakin dengan cerita Rasulullah saw. Diantaranya adalah Abu Bakar Ash Shiddiq yang sangat yakin dengan berita yang dibawa oleh Rasulullah saw.

Ketiga golongan itu ternyata bukan saja ada pada zaman itu saja, melainkan terbawa sepanjang sejarah perkembangan islam. Sampai saat inipun masih ada orang yang tidak percaya, ragu-ragu dan langsung beriman, meskipun tidak mengetahui penjelasannya.

Semoga kita menjadi golongan yang beriman dengan perjalanan Isra’ Mi’raj tersebut. Amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s