Membenci Yang Hak dan Mencintai Fitnah

Posted: 16 Juli 2009 in Umum
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , ,

Abu Nawas adalah seorang yang cerdik dan mempunyai pemikiran yang luas, tetapi  sifatnya yang sangat  lucu sehingga menjadi bahan tertawaan  orang banyak pada masa itu. Beliau sangat disanjungi dan disayangi oleh Khalifah Harun Al-Rashid.

Pada suatu hari Abu Nawas pergi ke pasar untuk berjumpa kawan-kawannya. Keadaan pasar pada pagi itu sibuk dengan orang banyak yang sedang berbelanja. Waktu tiba  di pasar Abu Nawas berkata “Hai kawan-kawanku, aku sangat benci kepada yang hak dan sangat cinta kepada fitnah” dan beliau berkata lagi “Aku sesungguhnya pada hari ini sangat kaya malah lebih kaya dari pada Allah”. Orang banyak yang mendengar ucapan Abu Nawas mulai merasa curiga dan menuduh Abu Nawas sudah tidak normal lagi karena semua orang sangat mencintai kepada  yang hak dan membenci kepada fitnah dan sesungguhnya Allah maha kaya dari sekalian makhlukNya.

Orang banyak yang berada di pasar  menangkap Abu Nawas dan membawanya menghadap Khalifah Harun Al-Rashid. Orang  memberi tahu Khalifah Harun Al-Rashid tentang ucapan Abu Nawas di pasar tadi, Khalifah sangat marah dengan kata-kata Abu Nawas. Karena Khalifah adalah seorang pemimpin yang adil, dia tidak langsung menghukum Abu Nawas sampai beliau benar-benar pasti akan kebenaran kata-kata Abu Nawas. Khalifah bertanya kepada Abu Nawas “Apakah benar kamu mengatakan bahwa kamu sangat membenci kepada yang hak dan mencintai kepada fitnah?”. “Benar wahai Amirul Mukminin” jawab Abu Nawas. Khalifah bertanya lagi “Apakah benar kamu mengatakan bahwa kamu lebih kaya daripada Allah?”. Jawab Abu Nawas “Benar wahai Amirul Mukminin”.

Khalifah Harun Al-Rashid sangat marah kepada Abu Nawas karena setahunya Abu Nawas adalah seorang yang alim dan senantiasa bertakwa kepada Allah. Khalifah berkata “Apakah penyebab bisa terjadi hal ini kepada kamu?. Apakah kamu sudah kafir sehingga kamu  sanggup mengucapkan kata-kata tersebut?”. Abu Nawas tersenyum dan berkata “Sabarlah wahai Amirul Mukminin, dengarlah dulu penjelasan saya” “Apa yang ingin kamu   jelaskan lagi, bukankah kata-kata kamu sudah jelas dan nyata” jawab Khalifah. “Begini wahai Amirul Mukminin” jawab Abu Nawas dan menyambungnya lagi “Aku sering mendengar orang membaca talkin bahwa mati itu adalah hak dan neraka adalah hak, bukankah mati dan neraka sangat dibenci oleh orang banyak?” “Saya rasa Amirul Mukminin juga membenci akan mati dan neraka sama seperti saya membencinya” kata Abu Nawas. Khalifah Harun Al-Rashid mengangguk-nganggukkan kepalanya menandakan kebenaran kata-kata Abu Nawas.

“Bagaimana pula dengan kata-kata mu bahwa kamu sangat mencintai kepada fitnah” kata Khalifah. Jawab Abu Nawas “Anak dan Harta bisa membawa kepada fitnah, tidak ada seorang pun yang membenci akan anak dan harta. Khalifah sendiri sangat mencintai anak dan suka mengumpulkan harta”. Khalifah sekali lagi menganggukkan kepalanya sebagai menandakan kebenaran kata-kata Abu Nawas.

Khalifah Harun Al-Rahid bertanya lagi “Terangkan kepada ku bagimana kamu mengatakan bahawa kamu lebih kaya dari pada Allah”. Abu Nawas menjawab dengan santai “Saya mempunyai banyak anak sedangkan Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan”. Orang banyak yang berada disitu merasa lega dan puas  atas penjelasan Abu Nawas. Mereka pun bubar  dari situ untuk meneruskan aktivitas masing-masing.

Khalifah Harun Al-Rashid memberikah hadiah kepada Abu Nawas atas kebijaksanaannya. Kemudian khalifah bertanya kepada Abu Nawas “Apakah sebenarnya penyebab kamu mengucapkan kata-kata tersebut di khalayak ramai”. Abu Nawas menjawab bahwa dia ingin berjumpa dengan Amirul Mukminin, hanya dengan cara itu sajalah dia dapat berjumpa dengan Amirul Mukminin. Setelah berbincang-bincang dengan Khalifah Harun Al-Rashid, Abu Nawas mohon diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s