BERTAUBAT DENGAN SEPOTONG AYAT

Posted: 15 Juli 2009 in Umum
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , ,

Seorang Syaikh AI-Asrna’i r.a. bercerita:

Pada suatu musim haji, saya menuju ke kota Makkah untuk berhaji, kemudian saya membawa bekal untuk datang ke Madinah karena hendak menziarahi Rasulullah s.a.w. di makamnya. Malangnya, di tengah perjalanan, saya dihadang oleh seorang Arab badwi, di tangannya ada sebilah pedang besar, yang digenggamnya, dan pada bahunya tergantung busur panah serta anak-anak panahnya sekalian. Orang badwi itu mendekatiku dan bermaksud untuk merampas segala apa yang saya miliki. Dengan penuh perasaan takut dan bimbang, saya segera mengucapkan salam kepadanya, dan saya heran karena  la membalas salamku seraya bertanya:

“Dari manakah engkau ini?”

“Saya dari tempat yang jauh, ingin pergi ke Baitullah serta ziarah ke makam Rasulullah,” jawabku.

“Mana barang-barangmu?” tanya badwi itu pula.

“Saya adalah seorang fakir dan tak memiliki harta yang berharga apa pun,” jawabku lagi dengan penuh bimbang.

“Apakah pekerjaanmu?” dia bertanya lagi.

“Aku adalah guru mengaji Al-Quran bagi anak-anak di kampung.”

“Apakah Al-Quran itu?” dia bertanya lagi. Rupanya dia tidak tahu Al-Quran.

“Kau tak tahu Al-Quran?” aku bertanya kepadanya.

“Jangan tanya aku, jawab pertanyaanku?” dia membentak.

“Baiklah, baiklah!” kataku. “Al-Quran adalah firman Allah s.w.t.”

“Apakah Allah itu berfirman?”

“Benar, Allah s.w.t. berfirman.”

“Cobalah bacakan kepadaku di antara firmannya!”

Saya pun membaca ayat berikut: Maksudnya: ‘Dan dari langit (turun) rezekimu dan apa yang dijanjikan.’ (Az-Zariyat: 22)

Tanpa saya sangka-sangka, tiba-tiba orang itu membuang pedang dan busur beserta anak-anak panahnya. Dia tampak seperti orang yang ketakutan sekali, lalu berkata:

“Oh, alangkah celakanya hidup sebagai perampok, merampas hak orang. Dia telah mengkhianati rezekinya yang telah ditentukan oleh Allah di langit, sedang ia mencari-carinya di bumi,” katanya dengan sungguh-sungguh. Saya juga takjub, bagaimana cepatnya dia bisa berubah. Ternyata orang badwi itu sangat menyesali segala perbuatannya yang terdahulu, dan berjanji akan meninggalkan segala perbuatan yang jelek itu, dan bermaksud akan bertaubat dengan sesungguhnya.

Saya pun gembira sekali mendengar pernyataan dan janji orang badwi itu. la kembali kepada Islam dengan ketulusan hati, dan meminta agar saya mengajarya untuk sholat dan melakukan ibadat-ibadat yang lain. Saya lalu melakukan segala permintaannya dengan senang hati, sehingga ia menjadi seorang yang cukup dikenal ilmu agamanya.

Pada tahun berikutnya, pada saat saya bertawaf mengelilingi Ka’bah, saya lihat seorang lelaki tua yang terlihat kesalehannya datang mendekatiku, lalu mengucapkan salam. Saya membalas salamnya dan mencoba mengingat-ingat siapa gerangan orangnya. la terus berkata kepadaku:

“Bukankah tuan ini teman saya pada tahun yang lalu?” Saya coba mengingat-ingatkannya   sambil memperhatikan paras wajahnya, lantas saya teringat. Dialah orang badwi yang saya ajarkannya Islam.

“Oh, benar. Saya hampir lupa, dan anda datang lagi ke mari tahun ini?” aku bertanya kepadanya pula. la mengiyakannya, lalu berkata:

“Tuan! Tolonglah bacakan kepadaku   firman Allah yang lain!” pintanya kepadaku pula.
Saya memenuhi permintaannya dengan membacakan firman Allah yang berbunyi:

Maksudnya :’Demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya benarlah apa yang engkau katakan!’ (Az-Zariyat: 23)

Saya lihat orang badwi itu mendengarkannya dengan khusyuk, lalu mengangkat kepalanya seraya berkata:

“Tuan! Mengapa Allah sampai bersumpah begitu?”

Kemudian dia berdoa pula: “Ya Allah! Ampunilah segala dosa-dosa hamba selama ini. Selesai dari berdoa, saya lihat dia menangis dengan kerasnya, dan   karena terlalu banyak menagisa dia jatuh pingsan. Saya segera menyambutnya dan menidurkannya di atas pangkuanku. Tidak lama sesudah itu, ternyata ia telah pulang ke rahmatullah.

Saya merasa sangat sedih sekali, lalu menangis. Kemudian saya teringat di dalam hatiku: Alangkah bahagianya orang itu. Kehidupannya yang begitu panjang berlumuran dengan dosa diakhiri oleh Allah dengan kesadaran serta kesalihan. Dia kembali kepada Allah setelah bertaubat dan memohon ampunan terhadap segala perbuatannya yang telah berlalu. Demikianlah Allah memberikan petunjuk kepada hamba.

Komentar
  1. jaiman1 mengatakan:

    sangat bagus dan bisa jd pelajaran
    trims
    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s