Siapa Yang Bersyukur Si Sopak, Si Botak atau Si Buta?

Posted: 14 Juli 2009 in Umum
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , ,

Dalam sebuah kisah, suatu hari Allah memerintahkan malaikat bertemu dengan tiga orang Bani Israil. Ketiga-tiga mereka cacat; seorang botak, seorang sopak dan seorang lagi buta.

Malaikat yang menyamar seperti manusia itu bertanya kepada si-sopak “Jika Allah ingin  mengaruniakan sesuatu untuk kamu, apakah yang kamu mau?” Si-sopak menjawab, “Saya mau kulit saya sembuh seperti biasa dan diberi kekayaan yang banyak.” Dengan takdir Allah, kulitnya kembali sembuh dan dikaruniakan rezeki yang banyak.

Kemudian malaikat bertanya kepada si-botak persoalan yang sama. Si-botak menjawab, “Saya mau kepala saya berambut semula supaya kelihatan gagah dan diberikan harta yang banyak.” Tiba-tiba, dengan kurnia Allah si-botak itu kembali berambut dan diberikan harta yang banyak.

Selepas itu malaikat bertanya kepada si-buta pertanyaan yang sama. Si-buta menjawab, “Saya hendak mata saya disembuhkan seperti semula dan diberikan harta yang banyak.” Dengan takdir Allah, mata si-buta menjadi bisa melihat dan dikurniakan kekayaan yang melimpah.

Selang beberapa waktu, Allah memerintahkan kembali pada  malaikat untuk berjumpa dengan ketiga-tiga orang cacat itu. Kali ini malaikat menyamar sebagai peminta sedekah. Dia berjumpa dengan orang pertama yang dulunya sopak dan meminta sedikit uang. ‘Si-sopak’ itu tidak memberikan sedikitpun bantuan malah menghardik si malaikat. Malaikat berkata, “Saya rasa saya kenal kamu. Dulu kamu sopak dan miskin. Allah telah menolong kamu.” Si-sopak tidak mengaku. Dengan kuasa Allah, si-sopak yang sombong itu bertukar menjadi sopak kembali dan menjadi miskin.

Kemudian malaikat berjumpa dengan si-botak yang telah menjadi kaya dan berambut lebat. Ketika malaikat meminta bantuan, si-botak juga enggan membantu, malahan dia tidak mengaku bahawa dia dulu botak. Karena kesombongan dan tidak sadar diri, Allah menjadikan kepalanya botak kembali dan  menjadi miskin.

Malaikat berjumpa dengan orang buta yang telah diberikan penglihatan. Saat malaikat meminta bantuan, si-buta memberikan keseluruhan hartanya dan berkata, “Ini semua harta pemberiaan Allah. Ambillah kesemuanya. Mata saya yang kembali bisa melihat adalah lebih berharga daripada kesemua harta ini.” Malaikat tidak mengambil pemberian itu. Dia memberitahu bahwa dia adalah malaikat yang pernah datang dulu. Kedatangannya kali ini ialah untuk menguji siapa di antara mereka bertiga yang bersyukur.

Si-buta yang bersyukur itu terus dapat menikmati kekayaan dan penglihatannya. Manakala si-sopak dan si-botak kekal dengan keadaannya yang semula.

Pesan Moral & Iktibar

1.   Allah mengaruniakan kesenangan dan kesusahan adalah sebagai ujian untuk melihat siapakah di antara mereka yang  bersyukur.

2.   Manusia yang bersyukur Allah akan tambah kurniaan sebaliknya manusia yang kufur akan diazab oleh Allah.

3.   Manusia seringkali lupa daratan apabila diberikan kemewahan dan kesenangan.

4.   Sangat sedikit hamba Allah yang bersyukur.

5.   Siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, dia tidak akan bersyukur kepada Allah.

6.   Allah memberi kurnia kepada siapa yang dikehendakiNya dan menarik nikmat daripada siapa saja yang dikehendakiNya.

7.   Sifat syukur adalah satu sifat yang terpuji, sebaliknya kufur (kufur nikmat) adalah sifat yang dicela oleh Allah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s