Pengertian Suap atau risywah dalam terminologi Islam adalah suatu pemberian untuk menyalahkan (membatilkan) yang benar (haq) dan membenarkan yang salah (batil) (At Ta’rifaat, Aj Jurjaani, hlm 148).

Suap merupakan ”penyakit” berbahaya yang merusak akhlak dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena, ia akan menghilangkan kepercayaan, kejujuran, dan amanah. Menyebarkan prasangka buruk, memutus silaturahim, menghilangkan hak-hak orang lain, dan merusak profesionalisme kerja.

Ketika suap menyentuh ranah hukum, misalnya, maka mengakibatkan menutup kebenaran dan membenarkan kezaliman, memutarbalikkan fakta pada yang salah. Sehingga, menjadikan perangkat peradilan sebagai sarana ampuh untuk melakukan kejahatan. Jual beli hukum pun menjadi tradisi.

Dengan suap, barang-barang haram, seperti narkoba dan ekstasi, dengan mudah didapat. Maraknya judi, pornografi, dan prostitusi juga tidak bisa dipisahkan dari praktik suap. Dalam dunia pendidikan, suap dapat meluluskan orang yang lemah dan menggugurkan orang yang cerdas, mendahulukan orang yang malas daripada orang yang sungguh-sungguh dan rajin belajar.

Istilah management fee, success fee, atau biaya entertainment, dan dana kick back biaya representasi atau yang sejenisnya dalam tender proyek biasanya sangat kental dengan aroma suap yang merugikan rakyat. Karena, suap hanya akan membuat harga di-mark up, mengakibatkan anggaran membengkak, boros dan tidak efisien, serta mengorbankan kualitas barang. Pembahasan dan pengesahan suatu RUU konon juga disinyalir terjadi adanya suap.

Untuk itulah suap diharamkan dalam Islam, bahkan pihak-pihak yang terlibat; penyuap dan yang disuap mendapat laknat Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, ”Allah melaknat penyuap dan yang disuap dalam urusan hukum.” (HR Tirmidzi). Ketika diancam oleh laknat Allah, berarti hidup seseorang akan jauh dari rahmat dan berkah-Nya. Beragam persoalan selalu melilitnya. Bencana dan malapetaka datang silih berganti, tiada henti.

Bahkan, dalam hadis lain diancam dengan neraka. Nabi SAW bersabda, ”Yang menyuap dan yang disuap masuk neraka.” (HR Ath Thabrani). Karenanya, suap termasuk dosa besar (the big sin). Selain hadis di atas, juga didasarkan pada firman Allah SWT, ”Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram.” (QS Al Maaidah [5]: 42).

Maka, masihkah ada orang yang ingin menikmati kesenangan sesaat dengan bergelimang harta miliaran rupiah atau ratusan ribu dolar hasil suap dengan kompensasi menjadikan dirinya menjadi bahan bakar neraka?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s