Islam menekankan tentang pentingnya pemimpin, dan masyarakat Islam perlu punya pemimpin. Orang Islam juga harus berusaha memiliki kemampuan memimpin; sebab dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang paling efektif adalah yang dilakukan oleh pemimpin.

Pemimpin yang baik mendapatkan penghargaan dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Sebaliknya pemimpin yang tidak baik mendapat laknat dan kutukan dari Allah.

”Sebaik-baik pemimpin kamu adalah mereka yang kamu cintai dan mereka pun cinta kepada kamu, kamu menghormati mereka dan mereka pun menghormati kamu. Sejelek-jelek pemimpin kamu adalah yang kamu benci dan mereka pun benci kepada kamu, kamu melaknat mereka, mereka pun melaknat kamu.” (HR Muslim Ahmad dan Ad-Darim).

Ada sejumlah pesan moral dari Rasululah SAW yang penting untuk direnungkan oleh mereka yang mendapat amanah sebagai pemimpin dan bagi mereka yang ingin jadi pemimpin.

Kepada sahabat Abu Dzarrin, Rasulullah SAW menyampaikan pesan, ”Sesungguhnya kepemimpinan itu adalah suatu amanah dan di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan kecuali mereka yang mengambilnya dengan cara yang baik serta dapat memenuhi kewajibannya sebagai pemimpin dengan baik.” (HR Muslim).

Abu Hurairah RA berkata, ”Telah bersabda Rasulullah SAW, ‘Disodorkan padaku tiga golongan yang paling pertama masuk surga. Dan tiga golongan juga yang paling pertama masuk neraka. Adapun yang paling pertama masuk surga ialah orang yang mati syahid, hamba sahaya yang baik ibadahnya kepada Allah dan selalu menasihati majikannya (tuannya) dan mereka yang menjauhkan diri dari barang yang haram. Adapun tiga golongan yang paling pertama masuk neraka ialah pemimpin yang menipu, hartawan yang tidak pernah memberikan kewajiban (zakat), dan orang yang fakir yang sombong’.” (HR Damiri dan Ahmad).

Kepada Ka’ab bin Ujrah Rasulullah berpesan, ”Semoga Allah melindungimu dari kepemimpinan orang yang jahat.” Ka’ab bertanya apa makdusnya. Nabi SAW bersabda, ”Yaitu para pemimpin yang ada sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak bersunah dengan sunahku. Maka barangsiapa yang membenarkan atas dustanya dan membantu kezalimannya, mereka itu bukanlah umatku dan aku pun tidak termasuk bersama mereka, mereka tidak akan mendatangi telagaku.” (HR Ahmad).

Atas dasar hadis-hadis tersebut ketika seseorang mendapat peluang menjadi pemimpin, ia bisa menyambutnya dengan pernyataan sebagai berikut bismillah, atau alhamdulillah, atau subhanallah, atau astaqfirullah, atau bahkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s