Firman Allah :

”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS Ash-Shaff [61]: 2-3).

Pada ayat di atas, Allah menegaskan pentingnya menjaga lisan. Hal yang sama juga ditegaskan utusan-Nya, Rasulullah Muhammad SAW, dalam sabdanya, ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah berkata baik atau sebaiknya diam.” (HR Bukhari Muslim).

Lisan adalah “alat”. Kontrol suatu alat, sudah pasti ada pada pemilik atau penggunanya. Gunakan lisan untuk berkomunikasi dengan baik atau mengungkapkan perkataan-perkataan yang baik. Manajemen lisan seperti ini pada gilirannya akan menjadi cerminan keimanan seseorang. Hindari hal-hal yang tidak bermanfaat dan menimbulkan mudharat akibat dari pembicaraan yang tidak produktif.

Bicaralah hanya atas dasar kebenaran. Pembicaraan yang tanpa didasari suatu kebenaran berarti sudah menyia-nyiakan fungsi yang telah dikaruniakan. Sabda Rasulullah SAW, ”Lisan orang yang berakal sehat itu muncul dari balik nuraninya. Maka, ketika ia hendak berbicara, ia terlebih dahulu kembali pada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara, dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang bodoh berada di mulut, ia berbicara apa saja yang ia mau.” (Muttafaq Alaih).

Pilihlah kata-kata yang sesuai dan tepat. Karena, ucapan merupakan simbol dari pribadi yang mengatakannya. Dengan bertutur kata yang benar dan menyesuaikan pada kondisi dan situasi dan juga menjauhi kata-kata yang tidak layak untuk diucapkan akan memberikan jalan aman pada setiap komunikasi yang dibangun pada setiap orang yang dihadapi.

Saat ini banyak yang mengalami demoralisasi yang akan memberikan kita pada pilihan yang sulit. Kebenaran dan kejujuran tidak hanya menjadi hal yang asing kita jumpai, namun juga mahal dan tidak jarang pula harus disertai suatu pengorbanan. Menjadi manusia utama dengan menjaga lisannya, itulah pilihan tepat yang semestinya diambil setiap Muslim. Bukan asal bicara tapi tak ada isinya. Bukan pula berdiam diri ketika ada kebenaran yang harus diungkapkan dengan lisannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s