Dikatakan Syariat Islam Sesuai Demokrasi

Posted: 3 Juli 2009 in Umum

Peneliti Yahudi Amerika memuji agama Islam, bahwa syariat Islam sesuai dengan Demokrasi Barat.

Dalam bukunya yang diterbitkan dengan judul: “Jatuh Bangun Negara-Negara Islam”, Profesor ternama, Nuh Feldman, Guru Besar di Universitas Harvard Amerika menulis: “Bahwa syariat Islam dan demokrasi dewasa ini keduanya seperti sejoli.”

Ia menjelaskan: “Bahwa negara-negara Islam sekarang ini memungkinkan mengahadirkan keadilan hukum dan politik bagi setiap muslim sekarang ini, namun dengan syarat terbentuknya sebuah lembaga baru yang membantu menyeimbangkan undang-undang antara kekuatan dan kekuasaan.”

Buku ini menyinggung juga, “Bahwa imperium dan sistem hukum ketika runtuh, biasanya tidak mampu bangkit lagi, seperti apa yang terjadi dengan komunisme dan penguasa raja-raja, kecuali dalam dua hal saja: Pertama, Adalah demokrasi yang menopang pemerintahan romania. Dan kedua, yang terjadi di negara-negara Islam.”

Sebagaimana buku ini juga mendiskusikan, “Bangkitnya aspirasi masyarakat dan bangsa bagi tegaknya syariat Islam di negara Islam, dan pengaruhnya terhadap Blok Barat dan Timur.”

Ia menguatkan argumentasi itu dengan fenomena yang terjadi di Maghrib dan Indonesia, keduanya adalah negara-negara Islam yang menuntut kembalinya syariat Islam, lebih khusus lagi di Mesir dan Pakistan.

Kemarahan Zionis

Dengan beredarnya buku yang sangat diminati publik itu, setebal 189 halaman, dalam bentuk buku saku, menyulut kemarahan gerakan Zionis dan gerakan apa yang disebut dengan tata dunia baru di Amerika. Sehingga salah satu lembaga Yahudi di Amerika Serikat berusaha menghambat laju peredaran buku tersebut. Bahkan mereka mengkanter dengan issu bahwa “Menggabungkan antara Islam dan demokrasi adalah perkara paling sulit.”

Nuh Feldman menjadi Guru Besar Undang-undang di Universitas New York semenjak tahun 2001, kemudian pindah ke Universitas Harvard tahun 2007.

Di akhir perang antara Amerika dan Iraq tahun 2003, Feldman menjadi penasehat bagi penguasa transisi di Iraq dan membantu merumuskan undang-undang baru bagi negara Iraq. (io/ut)

Iklan
Komentar
  1. khalifa007 berkata:

    islam pasti bangkit! argumennya sederhana saja, bahwa seluruh umat islam yang mengerti dan memahami arkanul iman, cukup yakin bahwa iman kepada yaumul akhir, dalam perspektif politik islam adalah bangkitnya kembali kekuasaan islam di muka bumi.
    syariat Islam sesuai dengan demokrasi? nampaknya hal itu sebuah pemahaman yang keliru. mengapa demikian, karena dalam teori demokrasi, bahwa kebenaran itu ditentukan oleh suara terbanyak. jika suara terbanyak mengiyakan akan sesuatu yang akan diputuskan, biasanya tidak berkiblat kepada kebenaran, akan tetapi dimotivasi oleh kepentingan.
    dalam politik islam, kebenaran adalah mutlak milik Allah. sekalipun sangat sedikit yang menyetujui dan menyuarakannya, ia adalah benar dan tidak dapat dikalahkan oleh suara terbanyak.
    sebagai contoh dalam implementasi sistem politik Negara Islam Indonesia, dikatakan dalam Undang-undang Dasar-nya, bahwa Negara Islam Indonesia adalah bersifat jumhuriyah. istilah jumhuriyah ini tidak mempunyai peengertian republik, akan tetapi segala sesuatu yang akan diputuskan di parlemen suara terbanyak yang benar (bukan asal banyaknya suara). dalam hal ini kebenaran yang merupakan paramter dalam memutuskan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s