SEBAIKNYA DIMULAI DARI YANG KECIL

Posted: 30 Juni 2009 in Nasehat, Umum
Tag:, , , , , , , , , , , , , , ,

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walau sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan memberi dan melipatgandakan pahala yang besar dari sisi-Nya.” (QS Annisa [4]: 40).

Kumpulan prestasi dan kesuksesan manusia berasal dari kumpulan prestasi yang kecil. Amal yang besar atau prestasi yang besar selalu ditopang dan ditunjang oleh kesuksesan melakukan amal atau prestasi yang kecil.

Sebelum bisa mengelola yang besar, harus bisa mengelola yang kecil. Sebelum dapat memimpin orang lain, harus bisa memimpin dirinya sendiri. Amal-amal kecil merupakan training center untuk meraih prestasi yang besar.

Kebenaran konsep ini terbukti dari kesuksesan Umar bin Abdul Aziz yang memperbaiki kondisi umat Islam hanya dalam waktu dua tahun. Sepupu beliau, Hisyam Ibnu Abdul Malik, mengatakan, ”Umar tak melangkah, kecuali mempunyai niat dalam langkah-langkahnya itu.”

Islam sebagai sebuah sistem hidup yang sempurna dan komprehensif tidak melalaikan peristiwa kecil berlalu tanpa makna, tanpa jiwa, dan tanpa bimbingan. Ia harus dikelola, harus mempunyai nilai, harus memberikan kebaikan bagi raga dan jiwa untuk masa kini dan masa depannya. Agar manusia termotivasi, bersemangat, dan bersungguh-sungguh; Allah berjanji akan melipatgandakan dan memberi pahala yang besar bagi amal sebesar zarrah yang dilakukan manusia.

Banyak peristiwa kecil yang dikelola oleh konsep Islam, seperti makan, minum, tidur, masuk-keluar rumah, masuk-keluar WC, bahkan sampai hal yang sifatnya pribadi. Memulainya harus berniat dan berdoa. Bahkan, selesainya pun harus berdoa. Berniat dan berdoa menginspirasikan manusia bahwa dalam peristiwa yang kecil harus memiliki niat dan cita-cita yang besar dan tinggi. Ada keburukan yang ingin dihindari dan ada penyakit yang ingin diobati.

Banyak peristiwa kecil yang dilalui dan dilakukan, dibarengi dengan mengaplikasikan konsep Islami. Maka, ruh peristiwa kecil akan terpatri dalam jiwa alam bawah sadarnya dan membuatnya menjadi manusia berkarakter. Adat kebiasaannya akan menjadi akhlak kesehariannya. Manusia menjadi siap dan mampu mengemban amanah kepemimpinan alam semesta ini.

Benarlah apa yang diucapkan oleh Abdullah Ibnu Mubarak, ”Banyak amal kecil yang menjadi besar karena niatnya dan banyak amal besar yang menjadi kecil karena niatnya pula.” Mulailah dengan memperbaiki amal-amal kecil agar mampu meraih amanah yang lebih besar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s