Mengapa Tidak Boleh Rusuh???

Posted: 28 Juni 2009 in Nasehat

Telah terjadi ribuan orang berdatangan ke Madinah. Mereka adalah para perusuh yang berasal dari sejumlah negeri: Mesir, Kufah, dan Basrah. Tujuan mereka hanya satu, meminta Usman bin Affan mundur dari jabatannya sebagai khalifah atau mengganti para gubernurnya.  Puluhan hari lamanya mereka mengepung rumah Usman dan selama itu pula Madinah dalam suasana mencekam.

Masa telah berlalu. Sejarah pun telah ternoda. Apa yang telah terjadi tak mungkin terulang. Usman wafat dalam kerusuhan tersebut. Istri dan beberapa anaknya yang masih kecil juga turut menjadi korban. Madinah berkabung. Kaum Muslimin kehilangan salah seorang putra terbaiknya yang dibunuh para perusuh.

Peristiwa tragis pada medio Dzulhijjah tahun 35 H adalah kerusuhan pertama yang terjadi dalam sejarah Islam. Tiada yang diuntungkan dalam kerusuhan. Yang ada hanyalah korban, kerusakan, ketakutan, suasana mencekam, dan madharat yang tidak kecil. Padahal, Islam sangat antikerusuhan dan menentang keras segala tindakan yang merugikan.

Setidaknya, ada tiga hal yang membuat kerusuhan dilarang dalam Islam. Pertama, adanya tindakan anarkis massa yang merusak, baik itu bangunan gedung, sarana umum di jalan raya, maupun tumbuh-tumbuhan dan pepohonan yang seharusnya dijaga kelestariannya. Allah SWT berfirman, ”Dan, janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi setelah (diciptakan) dengan baik.” (QS Al A’raf [7]: 56)

Kedua, kerusuhan akan membuat masyarakat tidak nyaman, tidak tenteram, dan terganggu. Keributan, kebisingan, teriakan, dan kemacetan yang terjadi akibat kerusuhan jelas-jelas sangat mengganggu. Dalam hal ini, Islam sangat menghormati <I>privacy<I> orang lain. Dalam hadis shahih, disebutkan, ”Jangan kamu merugikan dan jangan pula dirugikan.” (HR Ibnu Majah).

Dan, ketiga, jika timbul korban, baik terluka maupun meninggal, ini sungguh sangat dikecam Islam. Bagaimanapun, seorang Muslim tidak diperkenankan menyakiti orang lain, baik hatinya maupun fisiknya. Rasulullah SAW bersabda, ”Manusia Muslim adalah sosok yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya.” (Muttafaq ‘Alaih).

Khusus untuk provokator, Nabi memperingatkan, ”Barang siapa yang menyuruh perbuatan buruk, dia berdosa dan memikul dosa setiap orang yang melakukannya tanpa sedikit pun mengurangi dosanya.” (HR Ahmad).  Telah banyak kerusuhan terjadi di negeri kita dan janganlah terulang lagi. Tiada yang tersisa, selain kenangan pahit. Nurani yang fitri berbisik, tiada yang menyukai dan menghendaki kerusuhan, siapa pun dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s