BOLEHKAH MENIMBUN BARANG???

Posted: 28 Juni 2009 in Nasehat

Masalah jual beli termasuk bagian yang sangat diperhatikan oleh Rasulullah. Tak jarang beliau terjun langsung ke pasar untuk mengetahui kondisi dan aktivitas jual beli di sana. Beliau tahu persis, pasar merupakan tempat yang rawan dari tindak kezaliman, penipuan, dan kecurangan.

Salah satu bentuk kelicikan yang dikhawatiri Rasulullah adalah penimbunan barang. Para pedagang acap kali menempuh jalan ini untuk mendapatkan keuntungan lebih. Sebab dengan menimbun, barang akan menjadi langka dan mereka dengan leluasa bisa menaikkan harga. Tentu saja kondisi seperti ini akan merugikan masyarakat.

Karenanya Rasulullah memberi teguran keras kepada orang yang berbuat demikian. Dalam sebuah hadis Beliau bersabda, ”Tidaklah seorang menimbun (barang), kecuali ia seorang pendosa.” (HR Muslim).

Berangkat dari hadis ini, para ulama menyimpulkan haramnya melakukan penimbunan. As-Shon’ani berkata, ”Makna yang tampak dari hadis ini adalah haramnya menimbun.”

Pengharaman ini tidak terbatas pada bahan makanan saja. Tapi, mencakup semua jenis barang yang jika ditimbun akan menimbulakan mudharat bagi masyarakat.

Di samping mereka dicap sebagai pendosa, ancaman lain yang tak bisa dianggap sepele datang dari doa orang-orang yang terdzalimi akibat perbuatannya. Doa orang yang terdzalimi itu sangat berpotensi dikabulkan. Rasulullah bersabda, ”Hati-hatilah kalian dengan doanya orang terdzalimi sebab sesungguhnya tidak ada penghalang antara dia dan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Perbuatan menimbun barang juga akan menyulitkan terkabulnya doa. Pasalnya, hasil yang didapat dari perbuatannya itu jelas haram. Sementara Rasulullah telah menjelaskan bahwa orang yang tumbuh dari sesuatu yang haram tidak akan dikabulkan doanya.

Menimbun barang tidak akan mendatangkan rezeki yang barokah. Justru langkah ini akan memacetkan datangnya keberkahan dan karunia Allah. Seperti halnya yang dialami kaum Bani Israil. Mereka terhalang dari banyak kenikmatan akibat dosa yang diperbuatnya. Wallahu a’lam bish-shawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s