YAKINLAH! ALLAH MEMANG ADA

Posted: 27 Juni 2009 in Cerita
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , ,
Sebuah Kisah dari Sang Ustadz


“Ustadz, saya tidak percaya lagi kalau Allah itu ada,
saya tidak percaya kalau Allah Maha Adil”

Sang Ibu marah sambil meneteskan air mata, ya… air mata kekecewaan karena ‘derita’ yang dirasakannya tak kunjung usai bahkan kian hari kian bertambah. Padahal saudara, ia sudah berumah tangga hampir tiga belas tahun lamanya, sudah dikaruniai tiga orang anak, penghasilan suaminya diatas UMR (upah minimum regional), cuma yang membuatnya sedih dan kadang kecewa pada Allah ialah sebab dia dan suaminya masih jadi ‘kontraktor’ (pindah-pindah kontrakan), saudara-saudaranya selalu menyindirnya dengan kalimat yang membuatnya sakit hati. Penderitaan kian memuncak tatkala ia harus dengan terpaksa meminjam uang kepada rentenir yang bunganya segunung, semua dilakukan dengan dalih meringankan beban suami dalam membiayai makan dan pendidikan sekolah anak-anaknya. Semua dilakukan tanpa sepengetahuan suami yang merasa sudah cukup memberi nafkah lahir dan batin.

Entah siapa yang salah, hingga suatu hari terkuaklah oleh sang suami bahwa sang isteri punya hutang begitu banyak diluar sepengetahuannya. Sang suami marah, maka terjadilah perang ‘Barata Yudha’. Tak ada yang mau mengalah, semuanya merasa benar. Akhirnya mereka datang kepada saya –setelah melihat acara live dakwah di salah satu stasiun Televisi tentang keajaiban sedekah- untuk curhat dan menjadi orang ketiga yang diharapkan dapat memberikan jalan keluar. Kalimat yang keluar pertama dari mulut sang isteri adalah : “Ustadz, saya engga percaya lagi kalau Allah itu ada, saya engga percaya kalau Allah Maha Adil, saya malas shalat wajib apalagi dhuha dan bangun malam, habisnya engga pengaruh bagi kehidupan kami”.

Spontan langsung menyuruhnya ‘ngaca diri, dengan nada sedikit meninggi saya berkata: “coba ibu lihat tangan ibu, apa pernah bersyukur masih diberi tangan kanan dan kiri yang bisa bergerak, coba lihat kaki ibu, apa pernah bersyukur udah dikasih dua kaki yang bisa dipakai berjalan, coba ibu mikir deh,… pernah engga ibu bersyukur udah dikasih mata yang bisa melihat, telinga yang bisa mendengar, masih di kasih kesempatan bernafas, udah dikasih suami, udah di amanatin tiga anak oleh Allah!…”

Air matanya langsung menetes, sang suami hanya tertunduk diam tanpa keluar sepatah katapun dari mulutnya. Ditengah keheningan suasana saya langsung suruh mereka shalat taubat dan shalat dhuha serta membaca surat Al Baqaarah [2] ayat 255:

”Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup Kekal lagi Berdiri sendiri. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur kepunyaannya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa seizin-Nya? Dia mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan apa-apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi (kekuasaan)-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar” (QS. Al-Baqaarah [2]: 255)

Selesai shalat dia dan suaminya merasakan ada ketenangan dan kesejukan bathin dalam hati, seperti musafir yang kehausan di padang pasir lalu merasakan nikmatnya seteguk air. Saya hanya berpesan agar mereka selalu menjaga shalat, pasrah, tawakkal, sabar, dan senang bersedekah dan menyapa kesusahan orang lain dengan berbagi kebahagiaan, membiasakan komunikasi antar keduanya dan tidak ada negatif thinking antara keduanya apalagi terhadap Allah.

Pada hari yang bersamaan Allah mengajarkan kepada saya tentang kebaradaan-Nya, bahwa Dia tidak pernah tidur, Dia memang ada dalam kesedihan dan kesulitan kita bila kita yakin dan mau datang kepada-Nya. Siang itu saya harus ngajar di kelas training yang sedang berlangsung di Pondok kami, sebelum ngajar saya ke toilet untuk buang air kecil, ketika hendak keluar saya bingung karena pintu terkunci dan sulit di’akalin’, sementara saya tidak bawa handphone untuk menghubungi orang di luar sana sekedar minta bantuan, lalu saya ingat dengan ilmu wisatahati kalau punya masalah kenapa tidak datang kepada Allah saja. Langsung saya mengambil air wudhu dan pasrah kepada Allah, tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya ide untuk membuka engsel pintu yang sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya ketika saya fokus di kunci pintu. Subhanallah…, begitu mudah terbuka. Hal tersebut menambah keyakinan saya bahwa Allah memang ada dan bersama kesusahan kita bila kita mau mendatangi-Nya. Allah mengajarkan pula tentang kisah Ibrahim AS, ketika selepas shalat saya membuka Al-Qur’an ternyata pas terbuka surat Al-Baqaarah ayat 260, sebagai berikut:

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “ Hai Tuhanku, perlihakanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan yang mati”. Apakah Engkau belum percaya?” Ibrahim menjawab,” Aku percaya akan tetapi untuk menenangkan hatiku.” Allah berfirman,” ambillah empat ekor burung, maka jinakkanlah burung-burung itu, kemudian letakkan di atas tiap-tiap bukit bagian dari burung-burung itu, maka panggillah burung-burung itu, niscaya semuanya datang kepadamu.” Dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Saudara, semoga sekelumit kisah ringan di atas dan kejadian-kejadian apapun yang kita hadapi menambah keimanan kita kepada Allah dan jangan lupa sebelum jauh-jauh mencari solusi, datangi dulu Allah, perbaiki hubugan kita dengan Allah dan perbaiki pula hubungan kita dengan makhluk-Nya.

Selamat merubah diri kearah kebaikan dengan berbekal keimanan yang kokoh dan tawakkal setelah ikhtiar duniawi kita lakukan.

Iklan
Komentar
  1. adi isa berkata:

    kisah yang menyentuh

  2. dira berkata:

    Nice story.. 🙂

  3. Andisossong berkata:

    Semoga allah memberikan kita jalan terbaik

  4. ALHAMDULILLAH BERKAT SELALU BERDOA DAN BEMOHON KEPADA ALLAH SWT SEBELUM DAN SESUDAH SHOLAT LIMA WAKTU DAN SHOLAT MALAM, TAUBAT, TAHAJUT, HAJAT DAN BERZIKIR SERTA MEMBACA YASIN. HATI MERASA TENANG DAN JALAN_JALAN KEBAIKAN TERBUKA..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s