MENJADI ORANG YANG YAHAANUU

Posted: 27 Juni 2009 in Umum
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , ,

“Tanamkan rasa percaya diri
dan bertindaklah seolah-olah anda punya rasa percaya diri
sampai benar-benar punya”
(Barbara Krouse)

Kata “yahaanu” adalah bahasa Arab pasaran yang ngetrend di kalangan santri Pondok Modern Gontor, karena Al-Ustadz Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi kerap kali melontarkan kata ini pada acara khuthbatul’arsy (pekan perkenalan), kuliah umum dan beberapa kesempatan lain. Kata ini berarti berlagak; sok; belagu -dalam arti positif-; tampil untuk menjadi sosok yang berbeda dengan penuh kepercayaan diri….; kata ini menginterpretasikan keadaan seseorang yang percaya diri, optimis dll, contoh kalimat : yahaanu mahir (berlagak seperti orang pandai), yahaanu tsiqoh ( sok keren), yahaanu nasyiith (sok rajin); yahaanu jiddan ente: belagu banget kamu;dll.

Dengan yahanu orang berusaha membentuk karakternya sendiri mejadi sosok yang berbeda, optimis dan pede. Seorang Sukarno tidak akan menjadi manusia monumental bila tidak yahanu yang dengan kepedeannya berbicara dengan lantang dan mengagumkan di hadapan para pemimpin dunia, dengan yahanu Pak SBY menjadi pemimpin yang disegani kawan maupun lawan politiknya, dengan yahanu Bang Haji R. Oma Irama menjadi raja dangdut, dengan yahanu pula menjadikan AA Gym, Da’i kondang dari tanah Sunda ini meroket dengan Manajemen Qolbunya, dan banyak lagi contoh orang-orang yang sukses karena yahanunya disamping memang faktor ekstern juga mempengaruhi seperti kekuatan do’a –dalam bahasa wisatahati kami menyebutnya dengan melibatkan Allah dalam segala hal/ berusaha menembus wilayah langit-, lingkungan yang mendukung, kesempatan dan keberuntungan . Anda mau mencoba? Silahkan…

Di sudut kamar, seorang pria menangisi undangan pernikahan mantan istrinya. Ia sungguh masih mencintai wanita itu, tapi kemudian terpaksa ia mengabulkan tuntutan cerai wanita itu. Sebab ia ketahuan berselingkuh. Sungguhpun ia bersikeras bilang, bahwa ia berselingkuh tidak sengaja, istrinya tidak percaya, Pria ini pernah ikut keramaian pesta, lalu mabuk. Dalam keadaan mabuk, pria ini lalu berzina dengan salah satu tamu. Perzinahan yang cuma sekali itu, ternyata berakibat cukup fatal. Wanita yang ia zinahi hamil. Terbayang kini penyesalannya. Ia sungguh masih mencintai istrinya.

Ada sebuah pandangan hidup orang ‘kulon’ yang sampai kini menjadi motto hidup saya: “ You can if you think you can” .

Suatu hari ada yang konsul ke Klinik spiritual Wisatahati yang kami buka di Jawa Tengah, orang ini berpakaian agak lusuh, raut mukanya adalah raut muka orang yang madesu-masa depan suram-, penuh beban hidup seperti orang yang yang ‘la yahya wala yamuut’ hidup segan mati tak mau, wis… pokoke ‘ndak nampak dunia yang begitu luas dalam dirinya. Ada yang bisa saya bantu mas!… saya mulai pembicaraan, “Anu ustadz”… ia mencoba mengutarakan maksudnya namun serasa berat lidahnya untuk memulai pembicaraan memaparkan beban yang ia rasakan. Akhirnya saya cairkan suasana: “ ada apa dengan anunya mas?…”, Ia mulai tersenyum dan mau melanjutkan kalimatnya yang terputus:” anu ustadz… saya ini kurang percaya diri dan setiap saya usaha selalu gagal, mohon nasehatnya dan pencerahan untuk saya utsadz…”, Saya bertanya : “ umur mas berapa?”,“ 38 tahun”, jawabnya singkat. Saya terus mencecarnya dengan beberapa pertanyaan lagi:” pendidikan terakhir mas?, punya anak berapa?” Ia spontan menjawab: “Strata satu usatdz…, anak saya sudah tiga”. “Mmmhh… kok iso yo…” saya sedikit mengerutkan kening tanda tidak percaya dan penasaran something wrongnya dimana.

Kemudian saya suruh ia untuk rilex dengan menggerakkan tangan dan lehernya sambil mengatakan :“ Mas…. mas ini kurang bersyukur dengan pemberian Allah berupa kesehatan, nikmat umur, nikmat berkeluarga, amanat berupa anak, pendidikan tinggi dan ‘seabrek’ karunia Allah yang lain, yang ada hanya mengeluh dan mengeluh, coba mas tengok orang lain, betapa banyak orang yang saat ini sedang terbaring di rumah sakit, betapa banyak orang seusia mas sudah dipanggil Gusti Allah, betapa banyak orang yang seumuran mas belum berkeluarga, bahkan ada yang sudah berkeluarga sampai beberapa tahun namun belum juga diamanatin anak oleh Allah, betapa banyak pula orang yang tidak mampu mengenyam pendidikan setinggi mas, jangan bunuh masa depan anak mas karena rasa kurang percaya diri yang terus mendekam dan seakan-akan betah dalam diri mas, karena mas terkungkung oleh pikiran I can’t do it, saya engga bisa, ora iso dll…, ketahuilah sikap seperti itu akan merugikan diri kita dan menghancurkan harapan orang lain yang menjadi tanggung jawab mas”, lalu saya ‘tepak’ tangan orang itu, mas !…tanamkan kalimat ini dalam dada dan pikiran mas : AKU BISA, I CAN, AKU ISO !!!…, saya hari ini bukan saya yang kemarin”.

Nabi Muhammad SAW bersabda:“ Beruntunglah orang yang hari ini lebih baik daripada kemarin, merugilah orang yang hari ini sama saja dengan kemarin, dan terlaknatlah orang yang hari ininya lebih buruk daripada kemarinnya”. (HR. Muttafaqun ‘Alaih)

Ia mulai terbuka dan meyadari kekeliruannya, lalu saya ajak dia menembus wilayah langit dan selalu melibatkan Allah SWT dalam berikhtiar dan mengubah diri menjadi sosok yang berbeda. Di mulai dengan pertobatan yang serius karena ‘kuncinya telah patah’ –untuk mengetahui lebih dalam makna kalimat ini bisa dilihat buku Wisatahati temukan penyebabnya dan temukan jawabannya -, perbaiki shalat, perbanyak istighfar, mulai mencintai bangun malam, sedekah dan puasa sunnah serta rubah penampilan. Terakhir tugas dari saya : “Bila belum berubah juga, ya sudah besok mas pake rok aja deh!…” ia tersenyum semringah dan raut mukanya mulai berubah cerah dan saya temukan ada masa depan padanya.

Allah sangat membenci mereka yang berputus asa, bahkan memasukkannya dalam kategori kafir. Mari kita perhatikan nasehat Nabi Ya’qub AS. kepada anak-anaknya berikut: “ …janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf[12]: 87) atau mari kita simak jawaban Nabi Ibrahim AS -yang merasa usianya sudah lanjut- kepada tamu-tamunya yang ternyata adalah Malaikat yang diutus oleh Allah untuk memberikan kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang anak laki-laki (Ishaq AS) yang akan menjadi orang yang alim. Ketika itu malaikat berkata : “…janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa”. Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat”. (QS. Al-Hijr[15] 51-58)

Kenapa harus takut, putus asa dan pesimis dalam mengahadapi hidup yang sebenarnya adalah rahmat Allah, saya ajak anda untuk merenungi nasehat KH. Ahmad Sahal –Allahu yarhamhu-, Pendiri PM. Gontor yang selalu mensuport dan memotivasi para santri dengan palsafah hidupnya yang monumental: “Berani hidup tak takut mati, Takut mati jangan hidup, Takut hidup…mati saja !!! Dengan palsafah itu PM. Gontor tetap hidup dan makin maju dan terus mengikuti perkembangan zaman. Sekiranya keberanian pulalah yang menyebabkan Oprah Winfrey (Harpo Productions) menjadi wanita Amerika pertama berkulit hitam yang mengasuh acara talk show yang dipancar-luaskan ke selurh wilayah Amerika. Di anugerahi EMMY pada tahun 1987. Ia juga wanita Amerika pertama berkulit hitam yang membeli studio film dan televisi. Ia berprinsip demikian : “ saya punya banyak hal yang dapat dibuktikan sendiri. Pertama saya dapat hidup tanpa takut”.

Sebagai kalimat akhir, kita boleh yahanu, pede, berani, optimis, optimal, berani tampil beda, namun jangan lupa libatkan Allah SWT dalam segala proses itu sehingga kita tidak takabbur, sombong dan angkuh serta yakinkan diri bahwa manusia hanya patut dan wajib berusaha dan berdo’a, sementara kesuksesan, keberhasilan, tercapainya harapan dan cita-cita, prestasi dan prestise adalah hak preogratif Allah SWT. Yakinkan itu sambil terus berproses, insya Allah masa depan cerah akan menjadi bagian hidup kita. Amien….


MUNAJAT

Ya Robb, sungguh bodoh hamba-Mu ini
Manusia yang selalu berkeluh kesah
Manusia yang sering terombang-ambing dalam kesesatan
Manusia kerapkali sombong bila diberi kesenangan
Manusia yang senantiasa berputus asa bila ditimpa kesusahan

Ya Allah….
Tanamkanlah dalam hati dan jiwa kami
Keimanan yang tangguh
Keyakinan yang kokoh
Rasa optimisme, keberanian dan percaya diri dalam melangkah
Kemampuan untuk selalu melibatkan-Mu
Kemampuan untuk melihat dan mengikuti kebenaran dari-Mu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s