Musa AS

Posted: 15 Juni 2009 in Nabi-nabi

Musa AS adalah seorang nabi yang sering disebutkan oleh Allah di dalam Al Qur’an. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Musa. Tetapi, saat ini Taurat yang dimiliki oleh orang Yahudi dan tercantum dalam Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab orang-orang Kristen telah tidak asli lagi, karena perkataan dan ucapan manusia telah dimasukkan pula ke dalamnya. Namun, orang-orang Yahudi dan Kristen saat ini membaca kitab-kitab yang telah tidak asli itu karena menganggapnya berasal dari kitab asli yang diturunkan oleh Allah. Orang-orang Yahudi telah berpaling dari jalan yang benar karena kitab yang mereka percayai tidak lagi merupakan kitab wahyu yang dibawa oleh Nabi Musa AS.

Kita mengetahui segalanya tentang kehidupan dan sifat terpuji Musa dari Al Qur’an. Seperti yang difirmankan dalam Al Qur’an, raja-raja Mesir kuno dipanggil dengan nama ”Firaun”. Sebagian besar dari firaun-firaun tersebut adalah orang-orang yang sangat sombong yang tidak beriman kepada Allah dan menganggap diri mereka tuhan. Allah mengutus Musa kepada salah satu penguasa terkejam ini.

Salah satu hal penting yang perlu kita bahas ketika membaca ayat tentang kehidupan Musa ini adalah “takdir”. Kejadian berikut ini membawa dia ke istana Firaun:

Pada saat Musa lahir, Firaun memerintahkan para tentaranya untuk membunuh semua bayi laki-laki di daerah itu. Musa AS adalah salah satu bayi yang berada dalam bahaya. Allah menyuruh ibunya untuk meninggalkan Musa dalam peti di sungai dan meyakinkannya bahwa Allah akhirnya akan mengembalikan Musa kepadanya sebagai nabi. Sang ibu menaruh Musa di dalam peti dan menghanyutkannya di sungai. Peti tersebut terombang-ambing di sungai dan beberapa waktu kemudian tiba di pinggir istana Firaun, tempat istri Firaun menemukannya. Dia membawa bayi itu dan memutuskan untuk membesarkannya di istana. Oleh sebab itu, tanpa sadar, Firaun telah memutuskan untuk mengasuh orang yang kelak akan menyampaikan wahyu Allah kepadanya dan menentang pendapatnya yang keliru. Allah menunjuki segala sesuatu dengan pengetahuan-Nya, dan Dia juga tahu bahwa Firaun akan menemukan Musa AS, dan membesarkannya di dalam istananya.

Ketika Musa lahir, Allah mengetahui bahwa dia akan dihanyutkan di sungai, bahwa Firaun akan menemukannya dan bahwa Musa akhirnya akan menjadi nabi. Beginilah Allah menetapkan takdir Musa dan menyampaikan ini kepada ibu beliau.

Di sini, kita harus memperhatikan kenyataan bahwa segala seluk-beluk kehidupan kita terjadi menurut takdir Allah yang telah ditetapkan sebelumnya.

Ketika telah beranjak dewasa menjadi seorang pemuda, Musa meninggalkan Mesir. Beberapa waktu kemudian, Allah menjadikannya seorang nabi dan rasul, dan juga menjadikan Harun AS sebagai pendamping beliau.

Keduanya pergi menemui Firaun dan menyampaikan pesan-pesan Allah kepadanya. Ini tentu adalah tugas berat karena tanpa ragu-ragu mereka menyeru seorang penguasa kejam untuk beriman kepada Allah dan menyembah-Nya. Seruan Musa AS ini dikisahkan sebagai berikut:

Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat kami kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan.

Dan Musa berkata, ”Hai Fir’aun, sesungguhnya aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam. Wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali kebenaran. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israel untuk pergi bersamaku.” (QS al-A’raf: 103-105)

Firaun adalah orang yang sombong dan angkuh. Karena dia menganggap telah menguasai segalanya, dia ingkar kepada Allah. Allah telah memberinya segala harta benda, kekuatan, dan kerajaan, tetapi karena Firaun bodoh, dia tidak mampu memahaminya.

Firaun menentang Musa dan tidak beriman kepada Allah, dan seperti telah diterangkan sebelumnya, dia adalah orang yang sangat kejam. Dia memperbudak Bani Israil (yaitu, bangsa nabi Musa). Ketika telah jelas bahwa Firaun berniat untuk membunuh Musa dan semua orang beriman, Bani Israil pun meninggalkan Mesir di bawah kepemimpinan Musa. Musa AS dan Bani Israel terdesak di antara lautan dan tentara Firaun yang mengejar mereka. Tetapi, bahkan dalam keadaan yang paling sulit seperti itu, Musa tidak pernah putus asa atau kehilangan kepercayaan kepada Allah. Melalui mukjizat untuk Musa, Allah membagi lautan itu menjadi dua dan membuat suatu jalan di lautan agar Bani Israil bisa lewat. Ini merupakan salah satu mukjizat besar yang dikaruniakan oleh Allah untuk Musa. Begitu Bani Israil mencapai pinggir pantai, laut pun bertaut kembali, menenggelamkan Firaun dan para tentaranya.

Allah menceritakan kejadian ajaib ini dalam Al Qur’an sebagai berikut:

Keadaan mereka serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya, maka Kami membinasakan mereka disebabkan oleh dosa-dosa mereka, dan kami tenggelamkan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Semuanya adalah orang-orang yang zalim. (QS Al-Anfaal: 54)

Pada saat Firaun yakin ia akan mati, ia menyatakan bahwa ia beriman kepada Allah dan mencoba menyelamatkan dirinya. Kita tidak tahu apakah penyesalan yang ia rasakan di saat akhir ini ada gunanya, karena Allah hanya mengampuni kita ketika penyesalan kita ikhlas dan ketika dilakukan sebelum kematian. Allah adalah Maha Penyayang. Jika penyesalan kita baru datang pada saat kematian, tentu saja itu tidak ikhlas, dan penyesalan seperti itu tidak akan menyelamatkan seseorang. Mungkin inilah yang terjadi pada Firaun. Namun hanya Allah-lah yang tahu. Seperti yang disebutkan dalam kisah ini, kita harus hidup demi ridha Allah sepanjang hidup kita dan menghindari kekeliruan seperti yang telah diperbuat oleh Firaun. Jika kita tidak mampu melakukannya, penyesalan pada saat kematian mungkin tidak akan berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s