Keadilan

Posted: 15 Juni 2009 in Umum

“Sesungguhnya Allah menyuruh(mu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.  Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”  (QS Al-Nahl, 16: 90)

Dalam Qur’an, Allah memerintahkan mukmin tidak menyimpang dari keadilan apa pun keadaannya:

Wahai orang-orang yang beriman!  Jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu-bapak dan kaum kerabatmu.  Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya.  Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.  Dan jika kamu memutar-balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.  (QS Al-Nisa, 4: 135)

Mereka yang beriman sempurna seksama menaati perintah ini dan menegakkan keadilan bahkan jika akibat-akibatnya dapat menyusahkan mereka atau orang-orang yang mereka cintai.  Mereka tidak pernah melupakan bahwa mereka harus bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatan mereka di hari kemudian dan bahwa mereka akan dihadapkan di hari itu dengan setiap perbuatan baik atau buruk yang mereka lakukan.  Karena alasan ini, tak satu pun sasaran-sasaran yang mungkin mereka raih di dunia ini tampak lebih baik daripada rida Allah yang mereka harap tercapai di hari kemudian.

Salah satu sifat terpenting mukmin yang taat adalah bahwa mereka telah memilih cara “orang-orang yang terdepan”.  Karena alasan ini, mereka selalu menunjukkan sikap dengan mana mereka berharap meraih kesenangan Allah.  Mereka bertindak dengan kesadaran bahwa “untuk setiap hari di mana matahari terbit, ada pahala sedekah bagi orang yang menegakkan keadilan di antara manusia” (Bukhari) sebagaimana dikatakan Rasulullah SAW.  Karena itu, ikatan keluarga maupun keuntungan duniawi pribadi tidak mencegah mereka dari menjalankan keadilan.  Dalam Qur’an, Allah memerintahkan yang berikut:

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia, supaya kamu menetapkan dengan adil.  Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.  Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.  (QS Al-Nisa, 4: 58)

Dalam ayat lain, Allah memerintahkan mukmin berlaku adil sekalipun terhadap orang-orang yang mereka merasa benci, dan karena itu tidak menyimpang dari kebenaran dan ketakwaan:

Hai orang-orang yang beriman!  Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil.  Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil.  Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat dengan takwa.  Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.  (QS Al-Maidah, 5: 8)

Memiliki sifat-sifat ini, mereka yang beriman sempurna, yang seksama menaati perintah Allah, menjadi menyolok oleh sikap mulia yang mereka anut.  Anggota-anggota dari masyarakat di mana nilai-nilai agama tidak dipedulikan termakan oleh hasrat menuntut balas terhadap orang-orang kepada siapa mereka menyimpan amarah dan menaruh dendam.  Mereka berhenti mengikuti nurani dan hawa nafsu mengendalikan keputusan-keputusan mereka.  Amarah yang mereka rasakan dan dendam yang mereka tanggung jauh di dalam hati mengaburkan nalar dan penilaian mereka.  Karena itu, mereka sering membuat keputusan-keputusan yang tidak benar.

Untuk meraih pemahaman keadilan menurut pengertian Qur’an, seseorang harus mampu menahan hasrat hawa nafsunya dan mengikuti nuraninya.  Di samping  itu, ia harus bertekad menahan amarahnya dan berpikir menurut nalar Qur’an.  Sungguh, mereka yang beriman sempurna memiliki semua watak ini.  Sesuai dengan ayat  “…  Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS Al-Hujurat, 49: 9) , mereka tidak pernah menyeleweng dari keadilan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s