Isa AS

Posted: 15 Juni 2009 in Nabi-nabi

Allah telah menciptakan Isa AS dengan cara yang unik. Seperti halnya Nabi Adam, Allah telah menciptakan Isa tanpa seorang ayah. Ini difirmankan dalam Al Qur’an sebagai berikut:

Sesungguhnya penciptaan Isa di sisi Allah, adalah seperti penciptaan Adam, Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS Ali-Imran: 59)

Dalam Al Qur’an, Isa AS disebut sebagai ”Putera Maryam”. Maryam adalah seorang perempuan terhormat yang dijadikan oleh Allah sebagai teladan bagi semua perempuan. Dia adalah perempuan suci dan hamba yang tunduk kepada Allah. Allah mengaruniakan Isa untuknya melalui malaikat Jibril, secara ajaib tanpa ayah, dan memberi kabar gembira kepadanya bahwa puteranya akan menjadi seorang nabi.

Allah menjadikan Isa seorang nabi dan menurunkan untuknya kitab Injil, salah satu kitab wahyu dari Allah untuk umat manusia. (Setelah Isa tidak ada, Injil juga telah diubah-ubah oleh manusia. Saat ini, kita tidak menemukan kitab Injil yang asli, dan kitab suci orang Kristen yang disebut Alkitab sebenarnya tidaklah bisa dipercaya seluruhnya.) Allah memerintahkan Isa untuk mengajak manusia ke jalan yang benar dan menganugerahkan kepadanya banyak mukjizat. Dia berbicara ketika masih berada dalam buaian dan menyampaikan kepada manusia tentang Allah. Isa juga memberi kabar gembira tentang Muhammad (Ahmad) SAW, utusan Allah yang akan datang setelahnya, yang difirmankan di dalam Al Qur’an sebagai berikut:

Dan ingaatlah ketika Isa putra Maryam berkata, ”Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah untukmu. (Aku) membenarkan kitab yang turun sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira tentang seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang bernama Ahmad (Muhammad). Maka ketika rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, ”Ini adalah sihir yang nyata.” (QS Ash-Shaff: 6)

Dalam masa kehidupan Isa, sangat sedikit orang yang beriman kepada Isa dan membantunya. Musuh-musuh Isa berusaha membunuhnya. Mereka mengira bahwa mereka telah menangkap dan menyalib Isa. Padahal, dalam Al Qur’an Allah berfirman kepada kita bahwa mereka tidaklah membunuh Isa:

Dan karena ucapan mereka, ”Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, rasul Allah.” Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh adalah orang yang dijadikan serupa dengan Isa dalam pandangan mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan Isa, benar-benar ragu tentang yang dibunuh itu.Mereka tidak yakin tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali dengan prasangka belaka. Mereka juga tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS An-Nisaa: 157)

Setelah Isa AS tidak ada lagi, musuh-musuhnya mencoba untuk mengubah wahyu yang dibawanya. Mereka mulai menggambarkan Isa dan Maryam sebagai makhluk yang memiliki kekuatan gaib, bahkan dianggap sebagai “tuhan-tuhan”. Saat ini pun, masih ada yang mempercayai keimanan palsu ini. Allah memberi tahu kita dalam Al Qur’an, melalui perkataan Isa sendiri, bahwa semua ini adalah keimanan yang keliru:

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa putera Maryam, apakah kamu mengatakan kepada manusia, ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?’” Isa menjawab, “Mahasuci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya, maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara gaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya), yaitu, ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, dan aku adalah saksi untuk mereka selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS Al-Maidah: 116-117)

Setelah Isa menghilang, jumlah orang-orang yang beriman kepadanya meningkat pesat, tetapi saat ini mereka berada di jalan yang sesat karena mereka mengikuti Alkitab, yang telah diubah-ubah dengan tambahan-tambahan dan pengurangan-pengurangan. Satu-satunya jalan yang lurus saat ini adalah jalan Nabi Muhammad SAW, yang disampaikan kepada kita, yang disebutkan dalam Al Qur’an, karena inilah satu-satunya wahyu Allah yang belum berubah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s