Menyikapi Masalah Harga

Posted: 14 Juni 2009 in Umum

Dari Anas ibn Malik berkata, ”Telah melonjak harga (di pasar) pada masa Rasulullah SAW. Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulullah, tetapkanlah harga bagi kami’.” Rasulullah menjawab, ”Sesungguhnya, Allah-lah yang menguasai, yang memberi rezeki, yang memudahkan, dan yang menetapkan harga. Saya sungguh berharap bertemu dengan Allah dan tidak seorang pun (boleh) meminta saya untuk melakukan kezaliman dalam persoalan jiwa dan dalam persoalan harta.” (HR Abu Daud).

Hadis shahih di atas menuntun pemimpin sekaligus umat dalam menyikapi masalah harga. Rakyat terimpit oleh harga yang melonjak tinggi. Biaya hidup sehari-hari semakin terasa menyesakkan. Seolah-olah tak kuat lagi menahan beban hidup. Persoalan perut dan lainnya seakan tak bisa diajak kompromi lagi.

Kenapa kita menjadi manusia yang lemah dan tak yakin akan pertolongan Allah? Bukankah Alquran menjelaskannya dalam surat Albaqarah: 214, ”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

Cobaan itu adalah ukuran bagi sempurna atau tidaknya iman seseorang. Pemahaman yang benar soal itu seharusnya tak melahirkan umat lemah, yang malah bersikap anarki karena perut lapar, yang lebih sering mengeluh dibanding berpikir jalan keluar, dan membuang sabar. Sebaliknya, hadis di atas cukup membuat pemimpin tak berpangku tangan. Bukan menetapkan (menurunkan atau meninggikan) harga karena Rasulullah pun tidak menetapkan harga. Yang bisa dan harus dilakukan adalah menghilangkan penyebab kenaikan harga.

Memberantas penyelundupan, penimbunan, spekulan, dan hal lain yang memengaruhi harga. Selebihnya, kita serahkan pada ridha Allah SWT. ”Dan, sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan, berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Albaqarah [2]: 155). Kita harus banyak belajar bersyukur. Bersyukur dan bersabar atas kenikmatan, terlebih lagi bersyukur dan bersabar atas cobaan. Karena, Allah menjanjikan sesuatu yang istimewa kepada orang-orang yang sabar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s