BERBAIK SANGKALAH KEPADA ALLAH

Posted: 10 Juni 2009 in Nasehat

“Subhanallah aku merasakan keajaiban sedekah ust, sore ini aku dapat training gratis worth dua juta, bahkan training ini akan menjadikan aku dokter ahli yang jadi rujukan dokter-dokter umum dan dokter-dokter internist di rumah sakit tempatku bekerja dan lusa insya Allah aku dapat training berbeda yang worth dua juta lagi dari obat, benar-benar subhanallah, makasih ust sudah memperkenalkan aku dengan sedekah.

Pada waktu itu hari selasa, tepat pukul 22:45, saya dapat pesan singkat dari salah seorang jama’ah wisatahati yang kini sudah menjadi ahli sedekah, dia adalah seorang dokter umum di salah satu rumah sakit swasta di Kota Tangerang. Sejujurnya dia berharap dengan sedekahnya, Allah mempertemukan dia dengan jodoh yang terbaik dari sisi-Nya, karena dirasa dia sudah siap untuk berkeluarga dan tidak mau pacar-pacaran kayak anak ABG lagi, namun Allah Yang Maha Mengetahui malah memberikan sesuatu yang berbeda dari harapannya selama ini, tapi pembaca, itulah Allah, Dia Maha Tahu apa yang terbaik dan mesti Dia berikan dan putuskan. Jangan pernah berburuk sangka pada ketetapan-Nya karena boleh jadi Dia menginginkan yang terbaik untuk kita.

Rasanya gampang banget kita mengatakan “kayaknya salah nih, jawaban Allah, saya kan berdo’a minta jodoh kenapa Allah kasih yang laen, berupa karir, apa karena kebanyakan yang minta kali ye, jadi salah ngasih tuh”. Waduh… kalo kayak gitu pikiran kita, bisa berabe , ada yang bermasalah dengan ‘aqidah kita tuh.

Allah menegaskan dalam QS. Al Baqarah [2]: 186,
“Dan bila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang diri-Ku, maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat, Aku menjawab harapan dan do’a bila ada hamba berharap dan berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka bersegera memenuhi panggilan-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu mendapat bimbingan-Ku”

Artinya marilah kita berbuat, beramal sebaik dan semaksimal mungkin dan berbaik sangkalah pada-Nya sebagai pengiring do’a, harapan dan keinginan kita, karena sesungguhnya kewajiban Allah-lah untuk mengabulkan do’a, memenuhi harapan dan menjawab keinginan hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal shaleh.

Tapi kenapa terkadang apa yang kita harap tak sesuai yang kita dapat, itulah yang mesti kita pelajari, dan ambil hikmahnya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abi Sa’id radhiyallahu‘anhu, Rasulullah SAW. Bersabda, tidak ada do’a yang dipanjatkan oleh seorang muslim yang tidak dijawab oleh Allah –selama dia tidak berbuat dosa dan memutuskan silaturrahim-, cuma saja Allah menjawabnya dengan tiga cara:

  • Dipercepat dan disegerakan jawaban do’anya.
  • Disimpan, diinvestasikan dan atau ditunda oleh Allah pada masa yang akan datang atau bahkan di akhirat.
  • Diganti dengan sesuatu yang lebih baik dari do’anya.

Para sahabat yang mendengarkan dengan seksama kalimat demi kalimat dari Rasul tersebut bertanya: Wahai Rasulallah, jadi kami harus sering berdo’a dong,” beliau menjawab: “ Allah Maha Memperbanyak.

Pembaca yang disayang Allah, nampaknya memang pengetahuan kita terbatas, kita engga tahu, mana dan apa yang terbaik buat kita, makanya hindari su’udzon pada Allah. Kita engga tahu dosa apa yang mengahalangi terkabulnya doa, harapan dan keinginan kita, makanya segeralah bertaubat, memohon ampun pada-Nya. Jangan pernah bosan berharap pada Allah, jangan pernah malu meminta pada-Nya, jangan pernah jenuh berdo’a pada-Nya. Yakinlah Dia akan mengabulkan segala do’a, harapan dan keinginan kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s