Tak sedikit orang awam dan ustadz menganjurkan agar mencari rezeki secara mudah dengan rajin menjalankan  shalat, terutama shalat dhuha.  Bunyi anjuran itu kira-kira seperti ini :”Anda ingin memperoleh rezeki secara mudah? Jalankan shalat dhuha dengan rajin dan istiqamah.”

Sesuatu yang instant dan bisa diperoleh secara cepat selalu saja menarik. Benarkan shalat bisa digunakan untuk mencarai rezeki? Kalau benar lantas untuk apa Allah menyuruh umat Islam untuk segera bertebaran di muka bumi mencari karunia-Nya? Allah menganjurkan agar kita tidak berlama-lama dalam Masjid. Karena rezeki tidak sedang berada di dalam Masjid, melainkan dihamparkan oleh Allah di muka bumi. Dan kita disuruh bekerja keras untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

QS. Al-Jumuah (62) : 9-10

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum`at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

“Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”.

Sebenarnya shalat bukanlah ibadah yang digunakan untuk mencari rezeki, tetapi dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sementara untuk mencari rezeki kita dianjurkan oleh Allah dengan  cara bekerja keras untuk mencari karunia-Nya yang banyak di muka bumi.

Kalau hanya sekedar mencari rezeki, seseorang tidak harus melakukan shalat. Bahkan seseorang itu tidak perlu masuk kepada Islam terlebih dahulu. Siapapun yang berusaha dengan baik, sesuai dengan sunnatullah (hukum alam), Allah akan memberikannya rezeki.

QS. Huud (11) : 15.

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan”

Kalau dicermati dalam firman Allah SWT, tidak pernah Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw atau umatnya untuk melakukan shalat sebagai cara untuk memperoleh rezeki. Perintah shalat dalam Alqur’an digunakan untuk mengingat Allah dan minta tolong kepada-Nya.

QS. Thahaa (20) : 14.

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”

 QS. Al-Baqarah (2) : 45.

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu”

Untuk mencari rezeki Allah telah menyediakan cara yang sangat banyak di dunia ini diantaranya bidang perdagangan, kesenian, industri, jasa, pendidikan, kelautan, pertanian dan perkebunan dan sebagainya. 

QS. An-Naba’ (78) : 11.

Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.”

QS. An-Nahl : 14.

“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.”

QS. Al-Baqarah (2) : 282.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah mu`amalahmu itu), kecuali jika mu`amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Tidak mungkin dengan hanya berdiam diri di Masjid lantas rezeki seseorang itu akan datang. Untuk mendatang buah-buahan, alat-alat industri, bangunan rumah, buah sawit, ikan-ikan yang segar, dan makanan lainnya membutuh usaha yang serius.

Jika memang shalat bisa digunakan untuk mencari rezeki, maka seorang petani akan malas ke sawah atau ladang, nelayan akan malas melaut mencari ikan, guru akan malas mengajarkan muridnya, pedangang tidak perlu menggelarkan barang dagangannya dan sebagainya. Islam mengajarkan kehidupan yang seimbang antara dunia dan akherat dan tidak mengajarkan berpangku tangan menerima nasib.  

QS. Al-Qashash (28) : 77.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Kadang-kadang kita kurang proporsional dan kurang konsisten dalam melaksanakan ajaran Allah dan Rasulullah saw. Di satu sisi kita ingin taat dan satu sisi kita ingin mudahnya saja. Untuk menuju Allah SWT penuh dengan jalan yang mendaki dan perjuangan……….Sehingga dalam Alqur’an digambarkan orang yang berhasil adalah orang yang berjuang dan sabar.

QS. Ali-Imran (3) : 142.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.”

At-Taubah (9) : 16.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

At-Taubah (9) : 088.

“Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung.”

QS. Al-Balad (90) : 11.

“Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?”.

Dalam mencari rezeki Allah tidak mengajarkan cara-cara yang instant, melainkan dengan cara menggerakkan roda kehidupan dengan kerja yang lebih keras.

Harus berhati-hati ketika menjalankan shalat dhuha, jangan  diniatkan untuk mencari rezeki  tetapi harus diniatkan karena Allah lewat dzikir-dzikir yang ada di dalamnya. Shalat diniatkan bukan karena Allah berarti kita tidak lagi menjadikan Allah sebagai tumpuan harapan dalam memperoleh rezeki. Tetapi kita menjadikan rezeki sebagai tujuan.

Kalau dalam shalat kita minta dibukakan pintu rezeki, karena rezeki datangnya dari Allah dan  itu memang merupakan kebutuhan seorang hamba, silahkan saja…………..

QS. Al-Insyiraah (94) : 7-8

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

“dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”

(AM) Wallahu’alam.

Komentar
  1. HMHARTONO mengatakan:

    sukron.mh jebres solo.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s