Seluruh yang ada di alam semesta ini merupakan kehendak dari Allah SWT. Kehendak Allah dirupakan dalam bentuk kalimat perintah : KUN. Maka, kalimat itu menjadi informasi yang meresap ke seluruh komponen alam semesta, dan terurai menjadi kalimat-kalimat perintah dalam skala yang semakin kecil dan semakin kecil. Prosesnya seiring dengan pengembangan ruang, berjalannya waktu, dan berdinamikanya materi dan energi. Dengan kehendakNya Dia menciptakan dan dengan kehendakNya juga Dia menghancurkan semuanya. Berarti Allah memiliki kehendak yang mutlak? Jawabannya : Iya.

Lantas, apakah ini menyimpulkan bahwa Allah adalah Dzat yang otoriter? Dan tak peduli dengan makhluknya? Jawabnya : Ternyata kehendak mutlak Allah SWT itu didasarkan pada  sifat Maha Pemurah-Nya. Allah Yang Maha Berkehendak itu selalu berkehendak untuk memberi apa saja yang menjadi kebutuhan hamba-hambaNya.

Bagaimana kita memahaminya?

Pertama, kita harus tahu bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Tahu atas segala sesuatu, yang ghaib maupun yang nyata.

QS. Hasyr (59) : 22

“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.

Kedua, segala kehendakNya harus dipahami dengan pemahaman yang utuh bersamaan dengan sifat-sifat Allah lainnya. Dia adalah Tuhan. Dia adalah Penguasa. Dia yang Maha Suci dari segala yang kita prasangkakan.

QS. Hasyr (59) : 23.

“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.”   

Ketiga, berdasarkan sifat-sifatNya itu, maka Allah menciptakan, mengadakan dan membentuk segala kejadian dan peristiwa. Dia melakukan semua itu berdasarkan pada kebaikan untuk hamba-hambaNya. Karena itu dia memperkenalkan dirinya dengan Nama-nama Baik-Nya : Asmaa-Ulhusna.

QS. Hasyr (59) : 24.

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Empat, Allah Yang Maha Pemurah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini berdasarkan hukum keseimbangan, sehingga alam semesta ini bisa bertahan selama miliaran tahun.

Karenanya kita mengenal pasang-pasangan dalam seluruh realitas alam semesta ini. Ada : atas-bawah, kiri-kanan, muka-belakang, mudah-sulit, panas-dingin, lembu-keras, positif-negatif, ghaib-nyata, surga-neraka dan sebagainya.

QS. Al-Mulk (67) : 3

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? “

 Andaikan ada orang yang masih mempertanyakan ke-Maha Pemurah-an Allah. Maka Allah bertanya, apa yang menyebabkan ia tidak paham semua itu?

QS. Al-Infithaar (82) : 6-8

“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.

“Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang”

“Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuh-mu”.

Allah menyindir orang-orang yang menyalahkan-Nya, bahwa mereka tidak mengerti apa yang mereka katakan. Mereka hanya menduga-duga belaka. Mestinya baca Firman-firman-Nya dalam Al-Qur’an agar mereka mengerti bagaimana seharusnya memahami kehendak Allah itu. 

QS. Zukhruf (43) : 20.

“Dan mereka berkata: “Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat).” Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga belaka.”

QS. Zukhruf (43) : 36.

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.”

Jadi kurang apa lagi?! Allah Yang Maha Berkehendak itu ternyata menyandarkan sifat Berkehendaknya kepada sifat Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Maka tidak ada cara yang lebih nikmat dalam mencapai kebahagiaan, kecuali dengan berserah diri kepada Kehendak-Nya……

(AM) Wallahu’alam. 

About these ads
Komentar
  1. sugiarno mengatakan:

    Allahuakbar, pada akhirnya, manusia harus kembali kepada -Nya.

  2. aw mengatakan:

    tulisan Anda sangat cocok dan pas dengan pengalaman dari orang2 yg telah tercerahkan (mereka yg telah merasakan kehendak Allah dalam dirinya). Jalan yg mereka tempuh adalah dengan berserah diri dan berpasrah total pada Allah swt. Terima kasih atas tulissannya yg sungguh menambah keyakinan dan kebulatan tekad kami

    salam
    aw

  3. deviera susanti mengatakan:

    luar biasa!!!!!!!!!!!!!!!!!!! allahu akbar…………!!!!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s